Berita Palembang

Diterpa Isu Tak Sedap Ini, Pedagang Terompet Sepi Pelanggan

Sejak dua tahun belakangan ini, momen malam tahun baru dirasa tak begitu memberi penghasilan lebih bagi para penjual terompet

Tayang:
Editor: adi kurniawan
TRIBUNSUMSEL.COM/Shintadwi Anggraini
Diterpa Isu Tak Sedap Ini, Pedagang Terompet Sepi Pelanggan 

Diterpa Isu Tak Sedap Ini, Pedagang Terompet Sepi Pelanggan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak dua tahun belakangan ini, momen malam tahun baru dirasa tak begitu memberi penghasilan lebih bagi para penjual terompet.

Hal inilah yang dirasakan Rohila dan Dul Hadi, pasangan suami istri pembuat sekaligus penjula terompet tahunan di Palembang.

Warga Jalan KH Azhari Tangga Takat Palembang ini bahkan sudah sangat mengurangi barang dagangannya.

Dari biasa menjual sebanyak 1000 hingga 1500 di momen malam tahun baru, kini hanya 300 terompet saja yang mereka jual saat ini.

"Sudah hampir 14 tahun kami membuat dan sebagai penjual terompet, tapi sejak tahun kemarin, turun drastis penjualannya."

"Tahun kemarin kami buat 500 dan tidak habis, itulah sekarang hanya buat 300 terompet saja," ujar Rohila saat ditemui di kediamannya, Selasa (31/12/2019).

Siagakan Petugas dan Ambulan 24 Jam, PSC 119 PALI Hadir Bagi Warga Membutuhkan Selama Nataru

Antisipasi Kemacetan di Atas Jembatan Ampera Palembang, Lantas Polda Sumsel Membuka Satu Lajur

Perayaan Malam Tahun Baru, JSC Palembang Siapkan Beach Party dan Pesta Kembang Api Gratis

Berbagai faktor dikatakan Rohila sebagai penyebab turunnya omzet para penjual terompet.

Mulai dari imbaun berbagai pihak agar masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam merayakan momen malam tahun baru.

Isu mengenai tidak higienis terompet yang dijual pedagang.

Hingga kesukaan anak muda zaman sekarang yang lebih tertarik bermain game dibanding memainkan alat hiburan seperti terompet.

"Kami ini hanya pedagang kecil. Dengan adanya isu-isu tentang terompet, sangat mempengaruhi pendapatan kami," ujarnya.

Padahal sebagai pedagang musiman, Rohila dan keluarganya sangat berharap dapat memperoleh tambahan penghasilan dari berdagang terompet untuk bisa menambah penghasilan.

Satu terompet dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 17 ribu, tergantung keunikan dan kesulitan proses pembuatannya.

Namun apabila membeli 10 buah, maka hasil tangan mereka akan dijual lebih murah yakni dengan harga sekitar Rp 12 hingga Rp 13 ribu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved