Banjir di Jalan Protokol Palembang

Kakek 72 Tahun Pedagang Pempek Panggang Ini tak Henti Memandang Banjir di Jl R Sukamto Palembang

Seorang pria berusia 72 tahun ini duduk di tepi jalan dan tak henti menatap ke arah banjir yang tengah melanda Jl R sukamto.

Kakek 72 Tahun Pedagang Pempek Panggang Ini tak Henti Memandang Banjir di Jl R Sukamto Palembang
sripoku.com
Kakek Jaenal Abidin yang tak bisa berkeliling untuk jualan karena Jl R Sukamto yang biasa dilintasi sedang dilanda banjir. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jaenal Abidin namanya. Di usia yang sudah 72 tahun, ia masih kuat mendorong gerobak demi menjajakan pempek panggang secara keliling.

Sayangnya, langkah tegapnya untuk sejenak terhenti ketika melintas di kawasan Jl R Sukamto pada Kamis (19/9/2019) pagi. Lantaran air mengenangi jalan tersebut, Jaenal tak bisa melanjutkan aktivitasnya.

Alhasil, ia pun duduk termangu di tepi jalan. Matanya kerap menatap kawasan yang digenangi air, seakan mengawasi apakah air sudah surut atau belum.

Tiga Kali Diguyur Hujan Deras di Waktu Berdekatan, Warga Lorong Daisah Kertapati tidak Kebanjiran

Syukurnya, di saat dirinya tak bisa keliling, ada saja beberapa warga yang terlihat membeli dagangan kakek ini dan terlihat mereka saling mengoborol.

Kakek berusia 72 tahun warga Jalan Angkatan 66 ini mempunyai lima orang anak dan semuanya sudah menikah.

Ia biasa berkeliling ke sekolah-sekolah.

Namun, pagi ini hanya bisa berjualan di pinggir jalan karena banjir yang tidak surut menghalangi gerobaknya untuk lewat.

Adapun harga pempek panggang yang ia jual adalah Rp. 1.000.

Jaenal Abidin mengatakan di Jalan R Sukamnto sering terjadi banjir jika hujan lebat, dan sangat menganggu perjalanan untuk berjualan.

"Kalau untuk pendapatan jika ramai pembeli bisa dapat Rp. 100.000, tapi kalu sepi hanya bisa mendapatkan Rp 75.000 saja," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved