BKSDA Pasang Camera Trap
Pihaknya telah memasang box trap dan camera trap (kamera jebakan) di kawasan Desa Pulau Panas dan Desa Tebat Benawa.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Soegeng Haryadi
PAGARALAM, SRIPO -- Kemunculan harimau yang memakan korban jiwa telah membuat resah warga Pagaralam dan sebagian Kabupaten Lahat. Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel pun sudah melakukan sejumlah upaya agar binatang buas itu bisa kembali ke habitatnya di hutan lindung setempat.
Wahid, petugas BKSDA Sumsel mengatakan, terkait kemunculan harimau Sumatera di beberapa lokasi di wilayah Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, BKSDA Sumsel telah melakukan upaya penangkapan terhadap harimau dimaksud. Pihaknya telah memasang box trap dan camera trap (kamera jebakan) di kawasan Desa Pulau Panas dan Desa Tebat Benawa. Selain itu juga telah memasang kamera trap di kawasan hutan lindung Tugu Rimau.
BKSDA Sumsel telah melakukan upaya terkait adanya konflik antara manusia dan harimau itu. Untuk boks trap dan lima kamera trap sudah dipasang di Desa Pulau Panas. Bahkan kemarin akan dipasang boks trap di Desa Meringang, namun karena tidak melihat jejak maka box trap tidak jadi kita pasang.
"Kita tetap mengimbau masyarakat Pagaralam dan sekitarnya untuk sementara waktu tidak beraktivitas di dalam dan di kawasan hutan lindung. Karena kawasan itu memang tempat habitatnya harimau tersebut," katanya.
Bagi petani atau masyarakat, pihaknya untuk sementara waktu mengimbau untuk tidak beraktivitas d ikebun yang ada dikawasan atau berdekatan dengan hutan lindung. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya konflik kembali. Kami akan terus bekerja untuk mengatasi hal ini. (one)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fakta-baru-pasca-mustadi-tewas-diterkam-harimau-ada-8-fakta-temuan-bksda-si-nenek-marah.jpg)