Breaking News:

Herman Deru: Tak Perlu Merayu Saya Datang ke Badan Pusat Statistik

Gubernur Sumsel H.Herman Deru memastikan, dirinya tak akan pernah bosan datang ke setiap acara yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi

Herman Deru: Tak Perlu Merayu Saya Datang ke Badan Pusat Statistik - bps1.jpg
Humas Pemrov Sumsel
Gubernur Sumsel H.Herman Deru memastikan, dirinya tak akan pernah bosan datang ke setiap acara yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel. Tak terkecuali pada acara Rapat Teknis Daerah dan Training Public Speaking dalam rangka persiapan SP2020 Provinsi Sumsel di Whyndam Hotel, Rabu (11/12) pagi.
Herman Deru: Tak Perlu Merayu Saya Datang ke Badan Pusat Statistik - bps2.jpg
Humas Pemrov Sumsel
untuk mendukung pelaksanaan SP2020 ini BPS Sumsel telah melakukan sejumlah komitmen bersama baik itu dengan Forkompinda, OPD hingga paguyuban. Juga memantapkan kondolisdasi, koordin

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel H.Herman Deru memastikan, dirinya tak akan pernah bosan datang ke setiap acara yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel.Tak terkecuali pada acara Rapat Teknis Daerah dan Training Public Speaking dalam rangka persiapan SP2020 Provinsi Sumsel di Whyndam Hotel, Rabu (11/12) pagi.

Hal itu karena, HD meyakini data-data yang dikeluarkan BPS sangat penting baginya sebagai Kepala Daerah. "Tak perlu merayu saya ke BPS, Saya pasti datang kalau ada acara. Karena ini penting bagi saya. Saya adalah salah satu kepala daerah yang sangat meyakini kalau data BPS itu akurat. Karena sekarang membangun itu tidak cukup dengan uang dan feeling saja," tegas HD.

Saat ini lanjut HD semua pihak tidak bisa lagi bekerja secara parsial melainkan harus terintegrasi dan ini sangat membutuhkam ketegasan pemimpin. Dicontohkannya untuk membangun rumah saja data sangat diperlukan agar bangunan tidak miring. Apalagi jika ini menyangkut pembangunan nasional.

Untuk itulah HD juga menyarankan beberapa hal. Salah satunya memahami dulu karakteristik masyarakat setempat untuk memudahkan pendataan. Caranya dengan menempatkan petugas pendataan yang memang asli daerah tersebut.

"Kalau bisa harus orang setempat. Karena Kalau tidak paham dengan kondisi lapangan belum tentu kita bisa dapat data yang bener. Karena ada saja yang tidak mau buka pintu karena takut ada kekayaannya ketahuan, atau ada keluarga dari luar yang belum terdaftar. Sumsel ini spesifik karena tidak ada suku yang mendominasi dari 9 suku besar yang ada," jelasnya.

Selain menggunakan petugas asli setempat, pendekatan lain yang dapat dilakukan adalah dengan membagikan souvenir.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, Dr. Margo Yuwono di awal sambutannya, mengatakan sangat bangga bisa datang ke Palembang. Kesempatan itupun Ia manfaatkan untuk mengajak semua masyarakat berpartisipaai membantu BPS mencatat Indonesia melalui Sensus Penduduk 2020.

Dijelaskam Margo Yuwono capaian indikator Indonesia tahun 2045 diharapkan masuk dalam kategori negara maju dengan pendapatan perkapita mencapai Rp 320 juta pertahun dan kemiskinan diharapkan mendekati nol persen. Sehingga Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia.

" Untuk sampai kesana kita tentu perlu melanjutkan pembangunan infrasatruktur, penyederhanaan birokrasi, melakukan transformasi dari SDA ke pengetahuan sesuai arahan Presiden RI. Dan kita ada peluang mewujudkan Indonesia maju karena kita punya bonus demografi," jelasnya.

Menurut Deputi apa yang menjadi prioritas dan telah disampaikan Presiden tersebut membutuhkan data menjadi tugas BPS untuk mencatatnya. Termasuk data yang dibutuhkan untuk merancang SDM dari kondisi sekarang hingga kondisi yang diharapkan.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved