18 Jam Melek di Pesawat, Pramugari Garuda tak Diberi Penginapan

Perempuan yang telah bekerja selama 30 tahun itu menambahkan, aturan tersebut baru berlaku sejak Agustus 2019 lalu.

18 Jam Melek di Pesawat, Pramugari Garuda tak Diberi Penginapan
TRIBUN BALI/EURAZMY
Tampak kondisi rumah Ari Askhara, mantan Dirut PT Garuda Indonesia yang baru saja dipecat oleh Menteri BUMN, Erick Thohir yang berada di Bali sepi tanpa ada aktitas apapun sama sekali, Jumat (7/12/2019). 

JAKARTA, SRIPO -- Keluh kesah soal jam kerja saat era kepemimpinan Dirut PT Garuda Indonesia (tbk) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara muncul dari bibir seorang pramugari cantik bernama Hersanti. Hersanti bersama seluruh anggota Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (9/12).

Hersanti bersama pramugari Garuda lainnya juga mencurahkan isi hatinya di depan Erick. “Saya kemarin baru terbang PP (pulang-pergi) Jakarta-Melbourne. 18 jam saya harus bekerja buka mata dan lain-lain,” ujar Hersanti.

Perempuan yang telah bekerja selama 30 tahun itu menambahkan, aturan tersebut baru berlaku sejak Agustus 2019 lalu. Aturan pramugari tak diberi fasilitas penginapan saat melayani penerbangan ke Australia baru berlaku di era Ari Askhara.

“Kami manusia, bukan robot, sebaiknya kami dilakukan seperti manusia, harus tidur,” kata Hersanti.

Sementara itu, awak kabin Garuda lainnya, Jacqueline Tuwanakotta menambahkan, kebijakan tersebut berdampak buruk bagi kesehatan para pramugari. “Itu beri dampak tidak bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang diopname,” ujar dia.

Jacqueline mengaku bahagia mendengar kabar Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari Askhara. Karena kata dia di era Ari Askhara seluruh awak kabin bekerja dalam tekanan. Jika melakukan kesalahan sedikit saja langsung dipindahtugaskan.

“Mereka (awak kabin) takut ada yang terancam, contoh, lakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba di-grounded, tidak boleh terbang,” kata dia.

Adel pramugari Garuda lainnya meminta kepada Erick Thohir agar menyapu bersih kroni-kroni Ari Askhara di perusahaan pelat merah tersebut. Menurutnya Ari Askhara Cs telah merugikan perusahaan.

“Kami berharap semua yang telah menjadi kegagalan direksi yang lama, yang sebelumnya, yang saat ini sudah turun tidak terulang lagi di kemudian hari. Khususnya semua yang telah merugikan perusahan, karyawan dan pelanggan,” kata Adel.

Dalam kesempatan tersebut Adel pun mengkritik kebijakan jajaran direksi Garuda yang memutasikan para pramugari ke Makassar dan Denpasar.

“Sebelumnya saya sebagai awak kabin yang memiliki homebase di jakarta. Saat ini saya dipindahkan dan dimutasikan ke Makassar tanpa menjalani prodesur atau peraturan yang diberikan dengan jelas kepada saya,” ucap dia. (kps/ria/wly)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved