Wawancara Eksklusif

Titi Anggraini Soal Pilkada Serentak Sumsel, Ini Pilkada Strategis Mencari yang Terbaik

Sripo berkesempatan untuk wawancara khusus dengan Titi Anggraini yang sudah 20 tahun berkecimpung dalam dunia politik.

Tayang:
Editor: Soegeng Haryadi
PERLUDEM.ORG
Titi Anggraini 

Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post resmi telah melaunching Rumah Pilkada 2020. Saat acara launching dihadiri Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini yang merupakan asli orang Palembang.
Sripo berkesempatan untuk wawancara khusus dengan Titi Anggraini yang sudah 20 tahun berkecimpung dalam dunia politik. Bagaimana asiknya berbicara tentang politik dengan Titi Anggraini, berikut wawancara khusus dengan Titi Anggraini, Selasa (3/12/2019)

• Bagaimana pendapat Anda tentang Rumah Pilkada 2020 yang digagas oleh Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post?
Rumah Pilkada ini sangat penting keberadaanya untuk memberikan kontribusi bagi penyelengaraan Pilkada yang tentu lebih demokratis dan bisa memfasilitas pemilih serta memfasilitasi pilihannya secara betul-betul merdeka dan punya nilai.

Sebab kita mempunyai tantangan yang luar biasa dalam penyelenggaraan Pilkada. Salah satu tantangan utamanya adalah kesenjangan informasi yang bisa didapat pemilih berkaitan dengan rekam jejak calon dan juga proses pemilihan itu sendiri.

Selama ini pemilih itu mengandalkan sumber-sumber informasi yang ada disekitarnya. Dalam praktek Pilkada tidak banyak sumber informasi yang bisa diandalkan atau yang memberikan informasi tapi bukan hanya sekdar informasi, tetapi informasi yang bisa mencerahkan dan mengedukasi dan memberikan panduan kepada pemilih. Supaya pilihannya itu pilihan yang benar supaya bisa merefleksikan integrtias Pilkada, karena kita menginginkan pemilih itu menyadari konsekuensi dari pilihannya.

Nah Rumah Pilkada ini jadi strategi, karena memenuhi harapan dan ekspetasi atas sumber informasi yang diadakan atau informasi yang bisa memberikan kontribusi kepada pemilih dalam memberikan pilihan. Baik itu atas kandidat dan juga proses yang akan dilalui selama proses pemilihan, mulai dari tahapan awal sampai ke bilik suara.

Bagi kami pengiat pemilu Rumah Pilkada ini jadi oase bagi pemilih karena dia mengatasi kehausan dan dahaga pemilih terhadap sumber informasi yang terpercaya, bisa digunakan untuk membekali pemilih. Maka jadilah pemilih yang cerdas dan rasional di pilkada yang akan datang.

• Menurut Anda masyarakat kita ini sudah melek politik belum dan seberapa penting edukasi politik ini kepada masyarakat?
Masyarakat itu beragam, masyarakat bukan identitas tunggal. Jadi kalau kita lihat pemilih maka kita akan melihat ragam identitas pemilih. Sama seperti kalau kita mengatakan peserta pemilu ada yang positif dan negatif, itukan juga menunjukan ragam karakter peserta dan masyarakat juga demikian. Tetapi saya meyakini bahwa masyarakat kita dengan semangat yang sama mereka ingin menggunakan Pilkada sebagai momentum untuk ikut menentukan kepemimpinan yang betul-betul memang berkontribusi positif bagi daerahnya dan kehidupannya.

Kalau disuruh memilih pemimpin yang tidak akan membangun daerah dan tidak akan bermanfaat serta tidak berkontribusi bagi dirinya mereka tidak akan mau. Tetapikan panduan menuju pemilih yang mampu menterjemahkan suaranya menjadi pilihan yang terbaik, dan betul-betul berkontribusi serta membuat tata kelola yang baik, itu yang diperlukan.

Jadi saya kira kita harus membuka cakrawala pemilih kita, jangan memberi stigma bahwa mereka tidak mampu atau mereka jadi pihak yang prakmatis. Tetapi jadikan mereka betul-betul sebagai peluang untuk mengubah pilkada. Kalau ada pemilih yang terpapar politik uang, tentu itu menjadi tantangan bagi peserta Pilkada dan penyelenggara Pilkada serta bagi kita pengiat masyarakat sipil. Maka di sini peran media diperlukan, untuk memberikan pencerahan sehingga mereka bisa memberikan pencerahan tentang Pilkada ini untuk kepentingan jangka panjang dan jangan lagi kepentingan jangka pendek, yang tergiur dengan pemberian uang.

Bagi kami kita masih punya tantangan terkait kualitas pemilih kita, tetapi pemilih kita menunjukan komitmen yang semakin baik dan menganggap penting Pilkada ini, sebagai penentu kepemimpinan di daerah. Jadi mari sama-sama kita memberi harapan, bukan memberi stigma terus-terusan seolah-olah Pilkada ini persoalan pemilih. Padahal tantangan Pilkada semakain besar, bagaimana menawarkan kandidat yang baik sehingga pemilih tidak terjebak pada pilihan yang salah.

• Bagaimana cara menentukan kandidat pemimpin yang baik?
Karena suara kita berharga dan pilihan kita menentukan masa depan daerah, maka penting bagi kita untuk memilih pemimpin yang betul-betul akan berkontribusi positif bagi daerah. Dalam artian memilih pemimpin yang terbaik, atau memilih pemimpin yang mau bekerja untuk memajukan daerah. Kalau bahasa popularnya itu memilih pemimpin yang berintegritas.

Saya kira itu bisa kita lakukan dengan beberapa cara, pertama kenali rekam jejak pemimpin. Karena dia yang akan mengelola daerah tentu kita harus memberikan kepengelokaan dan kepemimpinan daerah yang punya rekam jejak yang baik. Misal kalau dia ada masalah hukum, maka itu akan jadi catatan tersendiri. Karena kenapa, kalau dia ada melakukan tindakan pidana korupsi, atau melakukan tindak kejahatan berarti ada catatan rekam jejaknya, bisa saja kemudian itu jadi beban politik dan punya potensi yang menggangu.

Kemudian prestasi atau kemampuan untuk menjadi kepala daerah yang mumpuni. Itu bisa dilihat dari karir dia sebelumnya, prestasinya apa dan ada masalah hukum atau tidak.

Lalu kenali visi dan misi calon, sebab tidak cukup hanya dengan itikad baik untuk memimpin daerah tetapi tidak tahu harus melakukan apa. Jadi pastikan visi dan misinya yang memang sejalan dengan kebutuhan daerah. Kemudian kenali yang menjadi permasalahan dilingkungan kita, apakah permasalahan di lingkungan kita itu mampu dijawab oleh visi misi si calon kepala daerah.

Pilihlah pemimpin yang tidak menjerumuskan pemilihnya untuk melakukan tindakan-tindakan ilegal, misalnya seorang pemimpin saja bisa menyuap pemilihnya maka dia akan melakukan hal yang sama ketika dia menjabat sebagai kepala daerah. Pasti dia akan menyuap atau menyogok dan menerima suap. Bagaimana integritas pemimpin itu bisa dilihat dari cara dia memperlakukan pemilihnya. Kalau dengan pemilihnya dilakukan dengan pendekatan uang, mengintimidasi maka akan dia lakukan ketika jadi pemimpin.

• Bagaimana komentar Anda tentang Pilkada serentak, khususnya di 7 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel?
Ini Pilkada yang sangat strategis, kita berharap Pilkada 2020 di Sumsel akan mengkokohkan Provinsi Sumsel sebagai daerah yang demokratis, maju dan kemudian akan membawa citra nama baik daerah baik secara nasional maupun internasional. Karena Sumsel ini kan daerah yang punya latar belakang sejarah yang luar biasa dan punya modalitas daerah yang unggul.

Nah semestinya Pilkada di 7 Kabupaten/Kota ini bisa melahirkan pemimpin yang unggul yang bisa membawa kemajuan Sumsel dalam konteks nasional dan internasional.

• Kalau kata Anda tadi kebanyakan pemilihan itu melalui partai, nah seberapa besar untuk yang non partai atau independen?
Memang peluang calon perseorangan atau independen itu dari Pilkada ke Pilkada semakin kecil. Sebab persyaratan semakin besar dan berat serta tidak mudah. Apalagi butuh biaya yang cukup banyak dan tidak sedikit. Tetapi calon perseorangan ini harus tetap dibuka, karena kita juga punya harapan akan hal itu. Bahwa calon-calon terbaik akan bisa diusung dan ditawarkan oleh partai, tetapi bagi figur-figur yang meras belum punya tiket dari partai tapi punya keinginan untuk memajukan daerah, maka ruang itu harus dibangun sejak saat ini. Sehingga ada waktu untuk mempersiapkannya. Memang peluangnya tidak mudah, tapi kita tetap berharap ada calon-calon alternatif dari perseorangan. Memang trennya di Indonesia itu calon perseorangan makin berat dan sulit.

• Apa pesan Anda kepada masyarakat?
Pilkada ini menjadi momentum bagi kita sebagai pemilih untuk menentukan pilihan kita atas kepemimpinan daerah yang bisa berkontribusi bagi perbaikan tata kelola pemerintahan dan juga pelayanan publik. Karena Pilkada bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin maka gunakanlah hak pilih di Pilkada dengan cara yang baik dan bertanggung jawab.

Maka manfaatkan sebaik mungkin, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang calon, kenali kandidatnya dan gunakan hak pilih pada saat hari H. Jangan terpengaruh oleh uang dan informasi yang menyesatkan, jadi lah pemilih yang merdeka. Gunakanlah rumah Pilkada sebagai referensi, sehingga pilihan kita betul-betul yang bermartabat dan merefleksikan niat baik kita dalam membangun daerah.

• Kenapa Anda mau terjun ke politik, bahkan sampai berpuluh-puluh tahun?
Politik itu dinamis, dia memaksa kita untuk selalu berfikir dan menemukan solusi. Dia hanya memberi ruang kepada orang-orang yang berkeinginan kuat untuk bertahan. Itu sesuai dengan karakter kita sebagai orang Sumsel, orang Sumsel itukan keras, kuat tekatnya dan berani. Nah itu yang membuat saya memilih terjun ke politik. Itu membuat saya tertantang, pemilu, politik, dan demokrasi itu selalu melahirkan tantangan. Dan itu menjaga alam pikiran kita untuk selalu bekerja, sehingga jadi pribadi yang dinamis.(cr8)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved