Human Interest Story

Pengakuan Bapak Perkosa Anak Kandung di Muratara, Lihat Anak Seperti Istri Saya

Sp mengaku, kala itu dirinya seperti merasakan dirasuki setan, sehingga penglihatannya terhadap anak kandungnya seperti melihat istrinya

Pengakuan Bapak Perkosa Anak Kandung di Muratara, Lihat Anak Seperti Istri Saya
TRIBUN SUMSEL.COM/RAHMAT AIZULLAH
Tersangka Sp, pelaku persetubuhan anak kandung di bawah umur saat diamankan anggota Polsek Muara Rupit, Polres Muratara, Kamis (28/11/2019). Polisi juga menyita dua pucuk Senjata api kecepek laras panjang. 

KASUS pemerkosaan terhadap anak kandung di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kini dalam penanganan jajaran Polres Muratara. Ada pengakuan yang mengejutkan dari pelaku Sp (34). Dia mengaku tidak sadar saat pertama kali melakukan perbuatan bejat kepada anak kandungnya dua tahun lalu.

"Waktu itu saya tidak sadar bahwa itu anak saya," kata SP didampingi Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto saat konferensi pers di Polres Muratara, Senin (02/12/2019).

Sp mengaku, kala itu dirinya seperti merasakan dirasuki setan, sehingga penglihatannya terhadap anak kandungnya itu seperti melihat istrinya. Sp mengungkapkan saat pencabulan pertama dirinya baru pulang dari menyadap karet dan ketika masuk pondok melihat anaknya seperti istrinya.

"Waktu itu ibunya sedang pergi, hanya ada anak saya di rumah, saya lihat dia itu perasaan saya seperti lihat istri saya. Jadi saya tidak sadar bahwa dia anak saya," kata Sp.

Saat ditanya apakah Sp dalam keadaan mabuk, sehinga tidak sadarkan diri waktu memperkosa anak kandungnya sendiri. Sp menegaskan tidak mabuk, namun dirinya tidak sadar. "Saya tidak sadar saja, saya tidak mabuk, pokoknya dalam pikiran saya itu kepengen, nah pas lihat dia (anak) seperti istri saya, jadi langsung saya lakukan," ujarnya.

Menyinggung bagaimana bisa terjadi berulang kali melakukan perbuatan asusila itu, Sp mengaku kesal karena sering ribut dengan istrinya. Namun demikian, Sp mengaku menyesali semua perbuatannya dan berjanji akan bertaubat, serta tidak mengulangi kesalahan yang kedua kalinya.

"Saya menyesal sekali, kalau saya masih ada sisa umur, saya mau bertaubat," kata Sp seraya mengimbau kepada para orangtua (ayah/bapak) jangan sampai melakukan perbuatan bejat terhadap anak seperti yang telah dilakukannya.

Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto menyampaikan, tersangka SP terancam hukuman penjara di atas lima tahun. Tersangka melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. "Hukumannya di atas lima tahun itu, kena undang-undang perlindungan anak," kata AKBP Adi Witanto.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga, merawat dan melindungi anak-anak yang merupakan titipan dari Allah SWT. "Anak itu titipan, harus kita jaga, kita lindungi, bukan malah seperti ini. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di Kabupaten Muratara," tandasnya. (ts/cr14)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved