Berita PALI

Sebanyak 11 Warga PALI Positif Mengidap HIV, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI

Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI, Mudakir menuturkan, 11 warga PALI positif mengidap HIV tersebut, tersebar di lima kecamatan di Bumi Serapat Serasan.

Sebanyak 11 Warga PALI Positif Mengidap HIV, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI, Mudakir. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM PALI -- Sebanyak 11 orang warga PALI positif mengidap HIV atau  Human Immunodeficiency Virus, Senin (2/12/2019).

Orang yang mengidap HIV bisa saja terjangkit AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome.

Plt Kepala Dinkes atau Dinas Kesehatan PALI, Mudakir menuturkan, bahwa 11 warga PALI positif mengidap HIV tersebut, tersebar di lima (5) kecamatan di Bumi Serapat Serasan.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap penderita HIV tersebut.

Penderita juga diwajibkan rutin melakukan kontrol ke Puskesmas terdekat, terlebih jika obat habis, maka harus mengambil di Puskesmas.

Seusai Sadap Karet Pria di Muratara Dirasuki Setan, Cabuli Anak Karena Berubah Ujud Jadi Istrinya

Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Komering Kecamatan Kayuagung OKI, Keluarga Tolak Diotopsi

Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Berikut Ini Jadwal Operasional dan Harga Tiket Masuknya!

Sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV, Mudakir menyebutkan, pihaknya menyiapkan layanan VCT atau voluntary counselling and testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS).

"Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS."

Ia menjelaskan, layanan VCT bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit maupun klinik penyedia layanan VCT. Namun saat ini baru ada dua tempat yang ada layanan VCT, yakni di RSUD Talang Ubi dan Puskesmas Abab.

Selain menyiapkan layanan VCT, lanjut Mudakir, penanggulangan HIV juga melalui sosialisasi kemasyarakat terutama sekolah-sekolah.

"Kita punya target tahun 2030 PALI bebas HIV, namun di tahun 2022 kita targetkan eliminasi HIV dari ibu ke anak. Untuk mencapai target tersebut kita gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah," jelasnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved