Bersatu Sumsel Maju

Gubernur Sumsel Herman Deru: Pendamping Lokal Desa Jangan Lelah Mengawasi Desa, Harus Bernyali

Sebagai seorang anak Kepala Desa yang legendaris, Herman Deru mengaku punya ikatan emosional tersendiri dengan para pendamping lokal desa.

Gubernur Sumsel Herman Deru: Pendamping Lokal Desa Jangan Lelah Mengawasi Desa, Harus Bernyali
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel H Herman Deru foto selfi saat membuka acara pelatihan Pendamping Lokal Desa. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG  - Keberadaan Pendamping Lokal Desa (PLD) sangat diperlukan dalam membantu, memfasilitasi dan bekerjasama dengan aparatur desa untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa sesuai ketentuan berlaku.

Sebagai seorang anak Kepala Desa yang legendaris, Herman Deru mengaku punya ikatan emosional tersendiri dengan para pendamping desa.

Alasan itu pula yang membuat Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru merasa mendapat panggilan jiwa dan tanggung jawab moril sebagai Gubernur untuk memberikan pembekalan bagi PLD.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka dengan resmi Pembukaan pelatihan pendamping lokal desa Provinsi Sumsel, di Hotel Beston, Senin ( 2/12 ) Sore.

Menurutnya, ukuran seorang pendamping lokal desa bukanlah akademis melainkan nyali yang tinggi. Dimana nyali yang kuat itulah menjadi modal penting memahami berbagai macam karakter para pemimpin di desa.

Legenda Kelurahan Perigi Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI, Cerita Kesaktian Keluarga Langkuse

Sebanyak 23 Anggota Sat Narkoba Polres Muaraenim Termasuk Kasatnya Dites Urine Secara Mendadak

Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Komering Kecamatan Kayuagung OKI, Keluarga Tolak Diotopsi

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur di desa berpacu pada 4 tahap antara lain, legal aspek, orientasi pembangunan tidak fiktif, dan bermanfaat , Sebab jalan desa harus terakses ke jalan kabupaten dan jalan provinsi.

“Pendamping harus punya mental yang kuat untuk menghadapi bupati/walikota tentang pentingnya konektivitas, selurus apapun infrastruktur, sebaik apapun jaringan irigrasi, sebagus apapun produktifitas, kalau tidak ada konektifitas maka akan jadi barang bernilai rendah,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan desa, bukan hanya menakhlukan situasi sesaat namun mengelola potensi yang ada di masing- masing desa.

“Saya yakin saudara-saudara sekalian terpilih menjadi pendamping lokal desa, karena orang-orang yang hebat. Jangan pernah lelah mengawasi desa,” tambahnya

Ia menambahkan, standar awal pendamping desa adalah niat, dimana memberikan bimbingan secara persuasif .

“Pemimpin itu pasti membangun dan berguna bagi masyarakat. Ketika adik-adik membiarkan moda pembangunan di desa itu apa adanya, itu artinya sama saja membuat desanya tidak maju,” pungkasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved