Human Interest Story
Alhamdulillah Bisa All Out
Mia yang kini di bawah binaan klub Semen Baturaja mengaku meski bergabung jadi tim Sumsel awal 2019
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
Mia Mawarti Utami berhasil mempersembahkan medali emas untuk kontingen tuan rumah Pengprov PBSI Sumatera Selatan pada Gubernur Sumsel Kejuaraan Nasional PBSI 2019.
Keberhasilan Mia ini setelah mengalahkan lawannya Nurul Shabillah (Riau) dengan skor 21-10, 21-13 pada pertandingan final di GOR Dempo JSC, Kamis (28/11).
"Alhamdulillah tadi bisa menang all out. Mia termotivasi karena tuan rumah. Di awal banyak bola out mati sendiri. Masih ngejar Sirnas. Agenda Januari nanti keluarnya," kata Mia usai pertandingan.
Mia mengaku bangga atas kemenangan ini karena prestasi yang pertama ia bisa persembahkan untuk Sumsel di Kejurnas PBSI.
"Saya sendiri di Sumsel di klub Semen Baturaja.
Kalau even-even sebelumnya kan di Bandung bawa klub Guna Darma," ujarnya.
Pelatih Bulutangkis Sumsel Budi Riyanto, Sandy Rukiandy, Harun langsung mengucapkan selamat atas keberhasilan Mia yang menurutnya betul-betul bermain maksimal.
"Permainan Mia menemukan performancenya. Dan dia lebih siap. Mia menampilkan permainan klimaksnya sesuai target Sumsel. Ia pun bisa bermain tenang dan sedikit membuat kesalahan," kata Pelatih Bulutangkis Sumsel Budi Riyanto, Sandy Rukiandy, Harun.
Dara kelahiran Bandung 20 Mei 1996 merupakan alumni SMA Taman Siswa Bandung yang kini tercatat sebagai mahasiswi semester 7 jurusan FE Akuntansi STIE Inaba (Indonesia Membangun) Bandung mengaku memiliki prinsip dalam menguasai permainan.
"Mia bisa ngatur main lawan, main serang. Terus bolanya. Misalnya lawan dapat poin, kita harus dapat lebih agar unggul. Harus main aktif. Jangan mati sendiri bolanya. Rugi lawan yang poin," terang sulung dari tiga bersaudara buah kasih Edi Suwandi dan Lela Wulandari.
Mia yang tercatat sebagai atlet klub Semen Baturaja berparas cantik putih berhijab sejak awal bertekad meraih juara di Kejurnas Bulutangkis 2019 ini.
"Tekad Nia sejak awal sebisanya juara 1 untuk Sumsel. Selain berdoa, mainnya yakin menang, semangat dan jangan mau kalah. Persiapan awal menghadapi Kejurnas ini, Mia latihan di Semen Baturaja sparing lawan cowok yang lebih di atas umurnya. Buat nambah semangat," ujar gadis bermata agak sipit ini.
Sederat prestasi telah ditorehkannya mulai juara 2015 Sirnas (Sirkuit Nasional), juara III POMNAS 2019 di Jakarta, Juara II Sirnas di Batam 2018, juara III Walikota Cirebon Swasta Nasional 2018, Juara III Liga Mahasiswa di Yogyakarta 2019, juata 1 Walikota Cirebon Swasta Nasional 2017.
"Tahun 2018 Mia jarang ikut, hanya beberapa. Target Mia target dua tahun kedepan mengejar Sirnas karena belum pernah juara 1. Ditarget pelatih untuk itu. Selama ini finalis," ujarnya.
Mia yang kini di bawah binaan klub Semen Baturaja mengaku meski bergabung jadi tim Sumsel awal 2019, namun sudah sejak 2016 telah ikut memperkuat tim bulutangkis Kabupaten Muaraenim.
"Awalnya pindah ke Sumsel 2016 ikut ASEC Tingkat Nasional dibawa oleh Pak Budi Riyanto (coach Tim Sumsel). Alasan ke Sumsel karena kesempatan lebih besar. Waktu itu ngejar untuk PON. Belum tahu bisa main apa gak di PON Papua karena bisa jadi tersandung regulasi umur. Porprov XI 2017 di Palembang memperkuat kabupaten Muaraenim meraih juara perorangan tunggal putri, dan juara beregu putri. Harusnya Porprov main namun karena regulasi umur jadi gak main. Mestinya main bawa nama Muaraenim," terang Mia.
Atlet putri yang hobi jalan-jalan ini mengaku tetap nyaman meski bertanding masih mengenakan hijab.
"Mia pingin berhijab sudah lama. Kalo dulu susah nyari kostum. Nunjukin pake hijab juga bisa jadi pemain badminton. Mia baru tahun ini pake hijab main badminton," pungkasnya. (fiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mia-mawarti-utami.jpg)