Breaking News:

Selundupan dari Singapura, Ribuan Ponsel Dicampur Jengkol

Bea Cukai Palembang memperoleh informasi berkat adanya bongkar barang impor illegal di Pelabuhan Tanjung Api-Api Banyuasin.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL.COM/M Ardiansyah
Ponsel, laptop dan tablet diamankan di Kantor Bea Cukai Palembang hasil selundupkan dari Singapura, Rabu (27/11/2019). 

PALEMBANG, SRIPO -- Kantor Bea Cukai Palembang, mengamankan 5.700 unit ponsel, 328 laptop dan 40 tablet ilegal yang dikirim dari Singapura masuk melalui jalur laut pantai timur Sumatera. Pengungkapan ini, dilakukan pada Rabu (22/5/2019). Bea Cukai Palembang memperoleh informasi berkat adanya bongkar barang impor illegal di Pelabuhan Tanjung Api-Api Banyuasin. Namun, saat tim Bea Cukai Palembang, tiba barang tersebut telah selesai dimuat ke dalam dua buah truk untuk dibawa keluar Jakarta dan Karawang.

"Karena truk sudah jalan, tim melakukan pengejaran terhadap dua truk tersebut. Kedua truk ditangkap saat berhenti mengisi bahan bakar di Jalan Soekarno Hatta Palembang. Penggeledahan dilakukan ternyata barang-barang ini ditutupi jengkol, kemiri dan ikan asin," ujar Kakanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur Dwijo Muryono, Rabu (27/11).

Dari pemeriksaan, ditemukan barang bukti berupa HPmerk Xiaomi sebanyak 5.700 pcs, 328 laptop merk Asus dan Lenovo serta Tab bermerk Samsung sebanyak 40 pcs.

Tak hanya barang bukti, Bea Cukai juga mengamankan DE (40) dan AA (30). Bila barang ini lolos dan beredar di pasaran, negara dapat di rugikan senilai Rp 1,2 miliar. Kedua tersangka dijerat dengan Undang Undang Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 pasal 103 dan 104 dengan ancaman maksimal 8 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Barang ini, diduga masuk dari Singapura melalui jalur laut Pantai Timur Sumatera. Kasus ini sudah kami limpahkan ke Kejari Palembang dan sekarang dalam proses di pengadilan," ungkapnya.

Sedangkan, pada Sabtu (16/1/2019) juga diamankan 1100 botol miras oplosan di Perumahan Alam Indah Lestari Indralaya Ogan llir. Dari penangkapan ini, juga diamankan pemilik dan distributor miras ilegal berinisial AM dan pembuat berinisial JI.

Miras ilegal ini, terungkap saat ada pengambilan tutup botol dan botol kosong. Dari pemeriksaan, ternyata miras ini sengaja dibuat di Indralaya dan di distribusikan di wilayah Indralaya dan Palembang. Am dan JI, akan dikenakan Sanksi Pidana karena telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 50 dan pasal 54 Undang Undang Cukai nomer 39 tahun 2007 yaitu pidana penjara maksimal 5 tahun dan pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

"Perkiraan kerugian negara bila miras tersebut diedarkan ke masyarakat, penerimaan cukai yang tidak dibayarkan kurang lebih senilai Rp 200 juta. Tak hanya itu saja, bila miras ini beredar maka akan menyebabkan kerusakan kesehatan. Ini karena alkohol yang digunakan merupakan alkohol murni," ujarnya.

Kasi Pidsus Kejari Palembang Dede ketika ditemui di Bea Cukai Palembang menuturkan, bila kasus penyelundupan laptop, tablet dan ponsel dari Singapura ini sudah masuk tahan penuntutan di pengadilan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, kedua merupakan sopir pengangkut dari barang-barang selundupan tersebut. Karena, sejauh ini belum diketahui pemilik dan penerima dari barang-barang yang diselundupkan itu.

"Untuk berkas sudah berjalan dan siap untuk penuntutan. Kalau dilihat pola penyelundupannya, ini sangat rapi sama seperti narkoba. Jadi hanya via telepon dan barang diantarkan melalui sopir yang sudah dipesan," katanya. (ard)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved