Ketua KPU RI Hadiri Launching Rumah Pilkada
Kegiatan launching Rumah Pilkada rencananya akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru.
PALEMBANG, SRIPO -- Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel dipastikan menghadirkan Ketua KPU RI Arif Budiman dalam launching Rumah Pilkada 2020 dan Diskusi Semarak Pilkada tanpa Kotak Kosong pada 3 Desember 2019 di Hotel Santika Radial Palembang.
Beberapa pembicara yang bakal hadir dalam diskusi tersebut antara lain: Titi Anggraini adalah aktivis dan pengamat pemilu dan demokrasi yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
Dr Febrian Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang juga pemerhati masalah politik di Sumsel. Sementara bertindak sebagai moderator Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsri Dr Andries Lionardo SIP MSi.
Head of Newsroom Sriwijaya Post Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastut mengatakan, kegiatan launching Rumah Pilkada rencananya akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru.
"Kami juga sudah mengundang penyelenggara pilkada dari tujuh daerah di Sumsel serta fungsionaris partai politik di Sumsel, karena dalam kesempatan tersebut akan digelar deklarasi pilkada bersih 2020 oleh seluruh kontestan dan penyelengara pilkada," jelasnya, Kamis (27/11).
Dijelaskan, rumah pilkada dimaksudkan sebagai rumah bagi semua. Mulai dari kontestan, masyarakat, pengawas pemilu dan tentu penyelenggara pemilu.
"Selaiknya sebuah rumah idaman kita berharap dan harus mengondisikan agar rumah ini menjadi tempat yang sejuk untuk bernaung," jelasnya.
Sripo dan Tribun menyiapkan panggung demokrasi bagi kontestan dan penyelenggara pemilu melalui berbagai platform. Cetak, online, radio sonora/smart, youtube dan sosmed.
Dengan tingkat keterbacaan yg tinggi, jumlah visitor per day rata-rata juta untuk 2 portal dan berbagai keunggulan lain maka kami ingin memenuhi kebutuhan Anda.
Gagasan Pembentukan Rumah Pilkada berawal keinginan untuk memberikan pendidikan politik yang dilakukan melalui pemanfaatan ruang di media massa.
Tujuan pembentukan rumah pilkada adalah untuk mengawal penyelenggaraan pemilu di Sumsel membantu mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilu.
Maraknya ujaran kebencian, hoaks, maupun isu SARA menunjukan kondisi literasi politik masyarakat yang masih rendah.
Literasi politik yang rendah, menyebabkan sikap sebagian masyarakat kian apatis terhadap berbagai proses demokrasi.
Kehadiran rumah pilkada 2020 diharapkan mampu membangun kesadaran politik secara rasional yang berbasis pengetahuan dan kompetensi di bidang politik.
Karena politik bukan hanya tentang kekuasaan semata. Namun politik pun menyangkut hak politik seseorang untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan kepemimpinan lewat proses pilkada. (arf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ketua-komisi-pemilihan-umum-kpu-arief-budiman_20180903_145054.jpg)