Buya Menjawab

Kehidupan di Akhirat

Di akhirat nanti umat manusia ini memperoleh kehidupan yang menyenangkan berdasarkan status sosialnya di dunia ini, apa ada pertimbangan lain.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/zAINI
Ilustrasi - TPU Kamboja Palembang. 

SRIPOKU.COM- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, di akhirat nanti umat manusia ini memperoleh kehidupan yang menyenangkan berdasarkan status sosialnya di dunia ini, apa ada pertimbangan lain. Mohon penjelasan Buya. Terimakasih.
08965093xxxx

Adab Membaca Al Quran & Syafaat bagi Penghafal Alquran, Diberi Mahkota & Pakaian Mulia di Akhirat

6 Rukun Iman & Penjelasan Makna Keimanan Seorang Hamba, Nikmat & Pahala yang Besar di Akhirat Kelak

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
ANANDA, bisa juga karena seseorang sebagai pemimpin yang adil dia akan memperoleh kehidupan yang senang kelak di akhirat. Apapun status sosial kita di dunia ini, pangkat jabatan, hartawan, usahawan, nanti di akhirat hanya terbagi kepada dua kelompok saja.

Kelompok pertama di neraka dan kelompok kedua di surga. Merujuk kepada surah Azzumar

Setelah melalui mekanisme hisab, masing-masing mengikuti ketentuan yang Maha Adil; maka tempat yang disediakan Allah swt. ada dua yaitu Neraka dan Surga; Allah swt. menyatakan dalam firman-Nya,pada Surat Az zumar sebagai berikut yang artinya: "Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Setelah mereka sampai ke neraka, mereka dibukakan pintu-pintunya dan penjaga-penjaga neraka itu berkata kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan pada hari ini"! Mereka menjawab, "Benar"(telah datang)." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab Allah terhadap orang-orang kafir. Dikatakan kepada mereka "Masuklah lewat pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya." Maka Neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

Dan orang-orang yang bertaqwa itu di bawa ke dalam Surga berombong-rombongan (pula), setelah sampai pintu-pintu surga itu terbuka dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, "Kesejahteraan (berlimpah) atasmu berbahagialah kamu! Maka masuklah ke dalam surga ini sedang kamu kekal di dalamnya. Dan mereka mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi Janji-Nya kepada kami dan telah menyediakan kepada kami tempat ini dan kami (diperkenankan) menempati tempat di dalam surga di mana saja yang kami kehendaki, maka surga inilah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." (QS39. Azzumar ayat 71-72-73-74)

Allah menyiapkan tempat bagi hamba-hamba-Nya, sesuai dengan hasil yang diperoleh mereka selama diberikan kesempatan mengumpulkan amal ibadah di alam dunia. Bagi yang lalai, maka lebih banyak amal kejahatannya, nerakalah tempatnya. Bagi yang selalu ingat akan hari pembalasan, mereka lebih banyak amal kebaikannya, maka surgalah tempatnya.

Bagaimana kedahsyatan siksa di neraka, Rasulullah saw menggambarkannya dalam keterangan beliau; artinya: "Dari Ibnu Mas'ud ra. Berkata, Rasulullah saw. bersabda: "Pada hari Kiamat nanti neraka Jahannam itu akan didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali, dimana setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat". (Riwayat Muslim)

Di dalam keterangan beliau, dari Nu'man bin Basyir ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksaan ahli neraka nanti pada hari kiamat yaitu seseorang yang dibawah kedua tumitnya diletakkan dua bara (api) dan dapat mendidihkan otaknya, ia berpendapat bahwa tidak ada seorangpun yang lebih berat siksaannya, padahal siksaan itu adalah siksa yang paling ringan bagi ahli neraka". (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bagi mereka yang lalai menyiapkan diri akan hari pembalsan ini, tidak dapat mengelak dari keputusan Allah swt. yang Maha Adil. Allah swt. menyatakan dan firman-Nya; artinya: "Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhan adalah suatu kepastian yang telah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membuatkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut". (QS.19 Maryam:71-72)

Dalam menafsirkan ayat di atas para ahli tafsir berbeda pendapat; Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sumaiyah yang berkata, "Kita berbeda pendapat tentang maksud kata "mendatangi neraka". Sementara ulama menafsirkan bahwa orang yang Mukmin tidak akan memasukinya, sedang yang lain berkata, bahwa semua orang tanpa kecuali mendatangi neraka lebih dahulu, kemudian diselamatkanlah orang-orang yang bertakwa, sebagaimana dinyatakan dalam ayat kedua. (Tafsit Ibnu Katsir Vol. V. hal. 220)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Siti Hafsah, istri Rasulullah saw. bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya: "Sesungguhnya aku mengharap. Insya Allah seseorang yang turut dalam perang Badar dan perang al-hudaibiyah tidak akan masuk neraka." Maka Hafsah berkata kepada Rasulullah saw., "Bukankah Allah berfirman, "Tidak seorangpun daripada kamu melainkan akan mendatanginya." Rasulullah saw. menjawab dengan membaca lanjutan ayat yang artinya: "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan menjadikan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut".

Yazid Ar-Raaqqasyi dari Anas bin Malik; Jibril as. berkunjung kepada Nabi Muhammad saw. di waktu bukan saatnya, mukanya kelihatan ada perubahan, Nabi Muhammad saw. bertanya: "Aku tidak pernah melihatmu berubah?" Jawabnya:"Ya Muhammad aku datang bertepatan dengan perintah Allah tentang penyulutan api neraka, maka sungguh tidak pantas bagi yang mengetahui tentang kenyataan neraka jahannam, siksa kubur, dan siksaNya yang terbesar, lalu bergembira, sebelum bebas/aman darinya. Beliau bersabda: "Hai Jibril, jelaskan sifat-sifat jahannam tersebut! Jawabnya: "Bahwasanya sesudah selesai jahannam diciptakan, lalu Allah swt. menyalakannya selama 1000 tahun sampai merah, 1000 tahun lagi sampai putih, dan 1000 tahun lagi hingga hitam gelap, dan sejak itu terus nyala membara tidak kenal padam sesaatpun. Demi Allah jika terjadi kebocoran sebesar lubang jarum saja, pasti penghuni dunia musnah terbakar hangus akibat panasnya. Demi Allah, jika kain/baju penghuni neraka ditanggalkan di antara langit-bumi, pasti binasa penghuni dunia akibat panas dan basinnya. Demi Allah, jika satu mata rantai neraka diletakkan di atas bukit, pasti bukit/gunung itu mencair sampai ke bawah bumi yang ketujuh. Demi Allah jika seseorang disiksa di kutub barat, pasti masyarakat kutub timur hangus terbakar karena panasnya. Neraka jahannam adalah sangat dalam, dihiasi besi, air campur nanah minuman (penghuninya), potongan api pakaiannya. Di sana terdapat 7 pintu setiapnya ada bagian tertentu dari pria dan wanita. Tanya Nabi Muhammad saw.: "Pintunya apakah seperti pintu-pintu rumah kami? Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, satu dengan lainnya berjarak 70.000 tahun, setiapnya 70x lipat dari lainnya. Lalu musuh-musuh Allah dihalau, sampai ke pintu disebut malaikat Zabaniyah dengan rantai belenggu, rantai dimasukkan mulut mereka hingga menembus pantat, tangan kiri diikat ke leher, tangan kanan dimasukkan dada menembus bahu, syetan merangkul setiap manusia yang masuk kedalamnya dan malaikat menyambut dengan pukulan besi, mereka tidak dapat keluar darinya. Selanjutnya Nabi Muhammad saw. bertanya: "Siapakah yang masuk lewat pintu-pintu tersebut? Jawabnya: "Orang Munafik, melewati pintu paling bawah, termasuk orang kafir akibat menentang mu'jizat Nabi Isa as., dan golongan Fir'un, nama pintu itu Al-Hawiyah. Sedang pintu kedua disebut Jahim dan yang melewatinya adalah kaum musyrikin. Dan pintu ketiga disebut Saqar, dilewati kaum Shabi'in. Dan pintu keempat disebut Ladhaa dilewati Iblis dan penyembah api (Kaum Majusi) Dan pintu kelima disebut Huthamah, dilewati orang-orang Yahudi. Dan pintu keenam disebut Sa'ir, dilewati orang-orang Kristen.

Kemudian diamlah Jibril, rupanya dia menghargai Rasulullah saw. sampai beliau bertanya:" Kenapa pintu ketujuh tidak engkau jelaskan, Jibril? Jawabnya:" Pintu yang dilewati ummatmu yakni orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar, tetapi tidak bertaubat hingga datang ajalnya (sampai mati). Lalu beliau pingsan mendengar penjelasan tersebut, sampai Jibril meletakkan kepala beliau di atas pangkuannya, baru setelah sadar beliau bersabda: "Hai Jibril, sungguh aku sangat gelisah dan penuh prihatin, betulkah seseorang dari umatku akan masuk neraka? Jawabnya: "Betul, yakni umatmu yang selalu melakukan dosa-dosa besar". Lalu beliau menangis diikuti dengan tangisnya Jibril as., hingga beliau masuk rumah tidak keluar, kecuali melakukan shalat dan tiada seorangpun yang diajak berbicara, diwaktu shalatpun beliau menangis, selalu berdo'a kepada Allah swt. Kemudian datanglah Abu Bakar pada hari ketiga :"ASSALAMU'ALAIKUM YAA AHLA BAITIR RAHMAN kira-kira aku boleh menemui beliau? Mereka tidak memastikan jawabannya, sampai ia ikut menangis pula, berikutnya datanglah Umar memberi salam dan mohon diperkenankan seperti Abu Bakar, tetapi jawabnya sama, lalu menangis pula. Selanjutnya Salman Al-Farisi, memberi salam dan mohon diperkenankan seperti Abu Bakar, tetapi dijawab sama oleh keluarga beliau, akhirnya ia jatuh –bangun sambil menangis, hingga ke rumah Fatimah, menyampaikan tentang keadaan Rasululah saw. Segera Fatimah datang menemui Rasulullah saw. setelah menerima informasi dari Salman Al-Farisi tersebut. Katanya:" Ya Rasul, aku Fatimah". Beliau tengah bersujud seraya menangis, ketika mendengar suara putrinya, beliau bangun dan mempersilahkan dia masuk Fatimah masuk, melihat Nabi Muhammad saw. wajahnya pucat karena terlalu banyak menangis sedih.ia ikut menangis juga dan bertanya:" Ya Rasul, Apakah yang terjadi pada dirimu? Beliau menjawab:" Jibril datang dan menjelaskan sifat-sifat neraka Jahannam kepadaku, dan dijelaskan pula bahwa: "Bagian Jahannam yang paling atas adalah diperuntukan bagi umatku yang berbuat dosa-dosa besar, oleh karena itulah aku berduka/sangat sedih dan tidak henti-hentinya aku menangis. Katanya: "Ya Rasul bagaimana cara masuknya? Jawab beliau: "Malaikat menghalaunya tanpa dihitamkan mukanya, mata mereka tidak biru, dan mulutpun tidak ditutup, syetan juga tidak merangkul mereka, tanpa belenggu atau rantai. Lalu bagaimana cara malaikat menghalau mereka? Jawab beliau:" Bagi kaum pria jenggotnya yang diseret, sedang kaum wanita rambut kepalanya, mereka yang lanjut usia kebanyakan mengeluh: "Alangkah tua dan lemahku!", demikian pula yang muda-muda:" Aduh kemudaan dan ketampanan/kecantikanku, aku sangat malu, hingga dibawa ke Malaikat Malik, ia melihat mereka dan katanya: "Siapakah mereka, aku tidak pernah menjumpai orang-orang seperti ini (akan disiksa), mukanya tidak hitam, matanya tidak biru, mulut tidak disumbat, juga tidak dibelenggu bersama syetan, leherpun tidak berantai sebagaimana penghuni neraka lainnya? Jawabnya: "Demikianlah tugasku mengantarkan orang-orang semacam ini. Kata Malik:" Hai orang-orang celaka siapa kalian? Disebutkan dalam riwayat lain: "Ketika malaikat menghalau mereka, selalu menyeru: "Wahai Muhammad, setelah melihat Malik, mereka lupa asma Muhammad, karena wibawanya Malik, ditanya: "Siapakah kalian? Jawab mereka: "Kami adalah umat yang diamanati Al-Quran, kami berpuasa di bulan Ramadlan, sahut Malik: "Al-Quran tiada diturunkan kecuali kepada umat Muhammad saw., lalu mereka menjerit: "Kami umat Muhammad". Sahut Malik selanjutnya: "Apakah memuat tentang larangan berbuat maksiat? Dan setelah dekat Jahannam, mereka diserahkan kepada malaikat Zabaniyah, sahut mereka: "Hai Malik, perkenankanlah aku menangis". Setelah diperkenankan, mereka menangis hingga kering air matanya, lalu darahlah yang keluar dari tangis mereka. Sahut Malik: "Sebaiknya kalian menangis semacam ini, dulu ketika di dunia, pasti hari ini kalian tidak mungkin dijamah api neraka. Ia menyuruh Zabaniyah: "Lemparkan mereka ke neraka, lalu menjeritlah mereka dengan ucapan: "LAAILAAHAAILLALLAH, maka menurunlah panasnya, sahut Malik: "Hai api bakar mereka! Jawabnya: "Aku tak kuasa membakar mereka, karena mereka mengucapkan "LAAILAAHAILLALLAH". Seru Malik: "Hai api ambillah mereka". Jawabnya: "Aku tak kuasa mengambil mereka, karena ucapan, LAAILAAHAILLALLAH". Kata Malik:" Demikianlah perintah Tuhan Penguasa ‘Arsy, lalu api mengambil mereka ada yang sampai telapak kaki, lutut, perut, dan ada pula yang sampai leher, ketika api merembet wajah mereka, Malik berkata:" Jangan jamah muka mereka, karena telah lama muka mereka bersujud kepada Allah swt. dan jangan jamah hati mereka, karena pernah haus di bulan ramadlan. Untuk sementara mereka menghuni neraka seraya membaca: YAA ARHAMARRAAHIMIIN, YAA HANNANU,YAA MANNAANU, Kemudian jika hukuman mereka habis, Allah menyeru dan bertanya kepada Jibril: "Hai Jibril, bagaimanakah keadaan umat Muhammad yang berbuat maksiat? Jawabnya:"Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui". FirmanNya: 'Tinjaulah keadaan mereka! Jibril segera menemui Malik yang tengah duduk di atas mimbar Jahannam. Ia bertanya kepada Jibril: "Ada urusan apakah kau kemari? Jawabnya: "Bagaimana keadaan umat Muhammad yang berbuat maksiat? Jawabnya:" Sungguh mengerikan keadaan mereka, tempatnya sempit, tubuh dan dagingnya terbakar hangus, kecuali wajah dan hati mereka yang berkilauan iman". Sahut Jibril: "Bukakan tutup mereka supaya aku dapat melihatnya". Setelah zabaniyah membukakan tutupnya, mereka melihat Jibril dan bertanya: "Siapakah hamba yang sangat bagus itu?" Malik menjawab:" Itulah Jibril pembawa wahyu kepada Nabi Muhammad saw., setelah mendengar asma Muhammad disebut, mereka menjerit: "Hai jibril sampaikanlah salam kami kepada beliau, dan sampaikan bahwa yang memisahkan kami dengan beliau adalah perbuatan maksiat kami, dan tolong sampaikan tentang nasib/ keadaan kami di neraka ini! Lalu Jibril kembali menghadap Allah dan melaporkan segala apa yang dilihatnya, bahkan ia sampaikan permohonan mereka kepada Nabi Muhammad saw. yang tengah istirahat di kemah permata putih yang berpintukan 4000 buah, setiap pintu 2 daun pintu emas, kata Jibril:"Ya Muhammad, aku telah melihat kepada umatmu yang durhaka, disiksa dalam neraka, tempatnya sangat sempit, mereka kirim salam kepadamu, dan mohon perhatianmu". Kemudian beliau pergi ke bawah "arsy, dan bersujud, memuji Allah swt. FirmanNya:"Angkatlah kepalamu, dan berdo'alah, pasti Allah swt. memberi, dan ajukan syafa'atmu, pasti diterima", Kata beliau:" Ya Tuhan, umatku yang durhaka, telah menjalani hukuman dariMu, maka terimalah syafa'atku". JawabNya:"Aku terima syafa'atmu untuk mereka, pergilah ke neraka dan bebaskan mereka yang pernah mengucapkan kalimat "LAAILAAHA ILLALLAAHH" Lalu beliau cepat-cepat pergi ke neraka, Malik menyambutnya dengan penuh hormat, Tanya beliau:" Hai Malik, bagaimanakah nasib umatku yang durhaka? Jawabnya: "Sangat buruk keadaan mereka, tempatnya sempit". Coba bukakan tutup pintunya! Ketika melihat Nabi Muhammad, mereka menjerit:" Ya Muhammad!, api membakar kulit kami,". Maka dibawalah mereka ke sungai di depan pintu surga yang bernama: "Nahrul Hayawan", setelah mandi berubahlah menjadi pemuda yang tampan (pemudi yang cantik jelita) bagaikan bulan bola matanya, tapi pada dahinya tertulis:AL-JAHANNAMIYYUN" (bekas penghuni Jahannam) yang kemudian masuk surga. Dan ketika penghuni neraka melihat mereka bebas dari hukuman, berkatalah penghuni neraka:" Seandainya kami beragama Islam ketika hidup di dunia, pasti kami dibebaskan dari neraka". Yang demikian itu disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut yang artinya: "Pada suatu saat kelak orang-orang kafir menginginkan, jika mereka sebagai pemeluk Islam". (QS.15. Al-Hijir: 2).

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...
Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved