Penerbangan Gubernur Sumsel ke Muaraenim Delay karena Jarak Pandang, Ini Penjelasan Pihak Bandara

Herman Deru ada agenda terbang ke Muaraenim hari ini. Namun, karena jarak pandang berkurang, jadwal penerbangan mengalami penudaan.

Penerbangan Gubernur Sumsel ke Muaraenim Delay karena Jarak Pandang, Ini Penjelasan Pihak Bandara
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ilustrasi kabut radiasi yang membuat penerbangan bisa ditunda. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penerbangan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru yang hendak menuju ke kabupaten Muara Enim mengalami penundaan (delay), Rabu (20/11/2019). Hal ini dikarenakan jarak pandang berkurang sehingga penerbangan harus ditunda demi tujuan keselamatan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II, Bambang Beny Setiaji menjelaskan, kabut asap yang terjadi hari ini di kota Palembang bukan disebabkan dari dampak kebakaran hutan.

Palembang Dilanda Kabut Asap, tidak Ada Penerbangan yang Delay

Melainkan hanya Kabut (Fog) dengan indikasi Kelembapan (RH) 98 persen ke atas.

"Kabut jenis ini adalah kabut Radiasi.

Fenomena ini terjadi karena sebagian besar wilayah Sumsel yang terpapar mengakibatkan permukaan bumi relatif dingin sehingga menjadikan pengembunan uap air dekat permukaan bumi," jelasnya.

Sriwijaya dan NAM Air Keluar dari Garuda Group, Gara-gara Sering Delay?

Adapun ciri dari kabut ini mengakibat butiran air di permukaan kaca, tidak perih di mata, tidak berbau.

"Biasanya menjelang siang kabut akan menghilangkan dan udara akan kembali seperti semula," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved