Tak Ada Ritual Khusus

Ia menegaskan, meski mendapatkan bantuan dari paranormal ataupun orang pintar, namun seseorang juga harus tekun belajar dan beribadah.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Peserta tes CPNS Musirawas. 

PALEMBANG, SRIPO -- Ketua Forum Keluarga Paranormal Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) DPD Sumsel, Hang Salahudin mengklaim pihaknya tidak meminta ritual khusus seperti mandi kembang, bawa sesaji dan semacamnya untuk meluluskan seseorang agar lulus mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Dalam membantu seseorang mengikuti tes CPNS Hang mengaku tidak menggunakan jimat, jin atau hal ghaib lainnya.

Ketika ada seseorang meminta bantuan, biasanya ia meminta nomor ujian CPNS si klien. Lalu, dengan membacakan doa ia meminta kepada Sang Pencipta agar nomor tersebut keluar ketika saat pengumuman.

"Tak ada ritual khusus yang macam-macam. Kita hanya meminta nomor tesnya lalu didoakan," ujarnya, Senin (18/11).

Selain itu, Hang mengungkapkan pihaknya juga tak mematok tarif khusus kepada kilen agar dapat lulus tes. Berapapun jumlah yang diberikan oleh klien mereka dengan senang hati akan membantu.

Ia menegaskan, meski mendapatkan bantuan dari paranormal ataupun orang pintar, namun seseorang juga harus tekun belajar dan beribadah.

"Peserta juga harus belajar untuk ikut tes, tidak bisa serta merta langsung lulus. Kita kan sifatnya membantu lewat doa," jelasnya.

Menurutnya, dengan sistem tes CPNS sudah menggunakan komputerisasi seperti saat ini, tak mungkin seseorang bisa lulus dengan menggunakan jimat yang dipakai saat tes.

Ia menyebut, tidak bisa menjamin seratus persen tingkat keberhasilan seseorang mengikuti tes CPNS meminta bantuan media paranormal. Kekuatan yang dibantu oleh paranormal, diakuinya ibaratkan menjadi pendorong seseorang untuk ikut tes.

"Kalau ada yang bilang pakai jimat itu mustahil. Karena sistemnya komputer yang atur. Jadi yang bisa dilakukan adalah berdoa agar nomor tersebut keluar," jelasnya. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved