Wawancara Eksklusif

Novi Nekat Lawan Dua Begal: Aku Sempat Berpikir Bakal Mati

Dengan terbata-bata, Novi menceritakan kepada Ketua PDOS Sumsel Edo dan Humas PDOS Ucup bagaimana perjuangannya berjibaku memyelamatkan diri

Novi Nekat Lawan Dua Begal: Aku Sempat Berpikir Bakal Mati
IST
Kondisi Nova, driver taksi online yang menjadi korban begal menjalani rawat intensif di rumah sakit beberapa waktu lalu setelah. 

Driver online Novi yang dibegal penumpangnya sendiri saat di jalan Tanah Merah Kecamatan IB 1 Palembang, saat ini masih mendapatkan perawatan di Ruang Marwah kamar 8 RSI Siti Khadijah Palembang, Jumat (15/11).

Dengan terbata-bata, Novi menceritakan kepada Ketua PDOS Sumsel Edo dan Humas PDOS Ucup bagaimana perjuangannya berjibaku memyelamatkan diri dari kedua pelaku pembegalan yang tidak lain penumpangnya sendiri.

Bagaimana awalnya kedua pelaku mengatur posisi di mobil?
Saat di jalan kedua pelaku tidak banyak bercerita. Satu pelaku yang sudah tertangkap duduk dibagian depan disebelahnya dan satu lagi duduk dibelakang tepat di belakang kursinya. Mereka itu bercerita, kalau tidak ada teman yang mau mengantar. Semuanya sibuk pacaran.

Apakah tidak ada kecurigaan selama di perjalanan?
Awalnya tidak.Mobil terus melaju dari kawasan 7 Ulu menuju ke Jalan Tanah Merah Kecamatan IB 1 Palembang. Di Jalan Way Hitam, kondisi saat itu masih ramai. Saat masuk ke dalam Jalan Tanah Merah yang sepi, barulah kedua pelaku beraksi.

Bagaimana cara kedua pelaku beraksi di dalam mobil?
Dari belakang, satu pelaku langsung menusuk lehernya menggunakan badik. Ketika itulah, ia langsung melakukan perlawanan dan berupaya merebut badik yang dipegang pelaku. Saat itu, kondisi kendaraan sudah dalam keadaan berhenti sehingga aku bisa melakukan perlawanan terhadap pelaku yang ada di belakangnya.
Sewaktu duel dengan satu pelaku, aku sempat berteriak maling. Satu tersangka keluar dari mobil dan mendatangi korban dari pintu sebelah kanan untuk ikut membantu temannya yang sedang berduel dengan korban.

Apa yang Novi pikirkan sehingga nekat untuk melawan kedua pelaku?
Tidak ada hanya refleks. Pisau pelaku yang menusuk aku dari belakang, sempat aku rebut dan aku tusukan ke perut dia. Pelaku satunya lagi, sempat menusuk aku juga dibagian lengan dan sempat aku lawan. Mendapat perlawanan dan melihat warga mulai berdatangan, kedua pelaku langsung kabur. Korban yang sudah mengalami luka di leher, kepala lengan keluar dari mobil.

Setelah pelaku kabur, dalam kondisi bersimbah darah, siapa yang menolong Novi?
Saya berusaha bertahan untuk tetap hidup meski darah terus keluar dari luka yang dialami.
Dengan memegang luka dibagian leher karena terus mengeluarkan darah, saya terus berupaya untuk tetap sadar dan bertahan hidup. Aku tahu sudah banyak warga datang. Tetapi memang, kondisinya sudah mulai lemah saat itu.

Sempat berpikir untuk menyerah dengan kondisi luka parah saat itu?
Saat itu aku sudah mulai pasrah. Di dalam hati aku berpikir bakal mati, makanya dalam hati aku langsung berucap meminta maaf kepada orangtua atas kesalahan selama ini. Itu sudah pasrah sama sekali.Dalam kondisi yang sudah tergelatak di aspal, warga yang berdatangan dan berupaya menyelamatkan aku ke rumah sakit. (ard)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved