Human Interest Story
Ingin Jadi Manajer Perkebunan
Selain tak ingin kalah dari anak laki-laki, Fatimah mengaku ingin sekali menjadi sebagai manajer di salah satu perusahaan perkebunan di Kalimantan.
MESKI dibeberapa perusahaan perkebunan atau pertanian banyak mempekerjakan pria, hal itu membuat Fatimah Azzahra menyerah. Bahkan siswa SMK PP Negeri Sembawa Banyuasin bercita-cita bekerja di perkebunan yang biasanya dijabat pria.
"Biasanya di pertanian dan perkebunan itu didominasi cowok ya, banyakan cowok ketimbang ceweknya seperti di SMK PP Negeri Sembawa Banyuasin banyak siswa daripada siswi. Walau begitu saya tetap ingin bekerja di dunia perkebunan atau pertanian karena tak ingin kalah dari anak laki-laki," kata anak pertama dari dua bersaudara ini, Rabu (13/11).
Selain tak ingin kalah dari anak laki-laki, Fatimah mengaku ingin sekali menjadi sebagai manajer di salah satu perusahaan perkebunan di Kalimantan. "Cita-cita saya ingin menjadi manajer presisi, manajer di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit biasanya banyak di Kalimantan," ujar anak dari pasangan Suprianto dan Wiwin Kusendang ini.
"Gajinya juga lumayan besar dan alasan lain saya ingin hidup mandiri kalau sudah tamat dari sekolah, selama ini tinggal sama orangtua dan pengen kalau udah kerja jauh dari orangtua. Alhamdulillah di SMK PP Negeri Sembawa Banyuasin memberikan kesempatan setelah lulus diarahkan mau kerja dimana atau lanjut ke Politeknik Pembangunan Pertanian," jelas siswa yang sering menjadi juara kelas ini.
Fatimah yang masih kelas 11 jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan 2 ini mengatakan, selain diarahkan mau lanjut kerja atau kuliah di SMK PP Negeri Sembawa Banyuasin juga memberikan kesempatan bagi siswa mengikuti sertifikasi kerja.
"Di SMK PP Negeri Sembawa Banyuasin kami juga diarahin mau kerja ke PT mana, kalau misal mau kerja ada sertifikasi jadi mandor dan bagi yang mau kuliah serta beprestasi akan direkomendasikan mendapat beasiswa terus bisa lanjut ke Politeknik Pembangunan Pertanian," katanya.
Fatimah mengungkapkan, dulu orangtuanya sempat mengarahkan bersekolah di SMK Perbankan namun dirinya tak mau. "Awalnya saya disuruh orangtua masuk SMK Perbankan di Banyuasin tapi karena saya gak tertarik jadi saya milih masuk SMK PP Negeri Sembawa karena saya lihat di sekolah ini siswa yang beprestasi diarahkan untuk kerja dan kuliah ke Politeknik Pembangunan Pertanian," katanya.
"Dan saya juga ingin jadi seperti ayah saya yang bekerja sebagai karyawan di PTPN VII Sembawa," tutupnya. (melisa w)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fatimah-azzahra.jpg)