Izin Terbang Berakhir 7 Heli Waterbombing tak Beroperasi

Berdasar pantauan satelit LAPAN pada 11 Oktober 2019, tercatat ada 204 titik, dimana 186 titik berada di Ogan Komering Ilir.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Sebuah helikopter menebar air di titik kebakaran hutan lahan gambut di Desa Pulai Gading Bayung Lencir Musi Banyuasin Jumat (20/7/2018). 

PALEMBANG, SRIPO -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah memperpanjang status siaga penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga 30 November 2019 mendatang. Namun sayangnya, adanya masa kontrak atau terkait surat izin armada Helikopter yang habis membuat sejumlah armada Heli Waterboombing terpaksa belum bisa beroperasi.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumatra Selatan, Ansori menjelaskan ada tujuh unit helikopter yang siaga di Palembang unthuk memadamkan karhutla di Sumsel. Tetapi sejak Minggu (10/11/2019), semua helikopter tidak beroperasi dan tidak melakukan waterbombing.

Hal itu dikarenakan izin kerja operasi waterbombing untuk para kru helikopter sudah habis pada 10 November 2019 lalu. Sementara untuk izin baru belum diperpanjang.

"Insya Allah Selasa atau Rabu nanti izinnya keluar dan kru heli bisa kerja kembali. Sembari menunggu izin ini, para kru heli tetap standby. Jika izin sudah keluar bisa kembali mengoperasikan helikopter waterbombing lagi," ujarnya.

Meskipun demikian sebagai tindakan cepat, saat ini kembali ditambah personil pemadaman ke OKI sebanyak 585 orang personil. Dengan dua pembagian Personil yang ditambah dari unsur TNI, Polri, BPBD, PolPP dan Manggala Agni. Sektor 1 OKI ada 390 personil untuk ditempatkan di 10 desa diantaranya di Cengal, Pedamaran, Sungai Menang dan sebagainya.

Untuk sektor 2 OKI ada sebanyak 295 personil yang ditempatkan juga di 10 desa, diantaranya Sungai Lumpur, Riding, Keluang, dan lainnya.

"Selain personil juga ditambah 66 buah mesin. Adapun 39 mesin untuk sektor 1 OKI dan 27 mesin untuk sektor 2 OKI," katanya.

Sementara itu belum kembalinya adanya hujan selama satu pekan terakhir, membuat titik panas di Sumatra Selatan meningkat.

Berdasar pantauan satelit LAPAN pada 11 Oktober 2019, tercatat ada 204 titik, dimana 186 titik berada di Ogan Komering Ilir. Untuk itu, OKI tetap menjadi daerah yang utama untuk dilakukan operasi pemadaman karhutla.

Terpisah sebelumnya,Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan, satgas gabungan pemadaman karhutla yang telah diperpanjang selama 21 hari terhitung sejak 10 November lalu. Dengan begitu, pihaknya pun telah menyiapkan dan menganggarkan semua keperluan satgas gabungan karhutla selama masa perpanjangan.

"Masa waktu perpanjangan ini dan penambahan pasukan akan dikerahkan di tiga wilayah Kabupaten yang potensi hot spotnya masih besar, diantarnya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabubaten Ogan Ilir dan Kabupaten Pali," jelasnya. (cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved