Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda, Nomor 4 Paling Tampan
Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda dan Gugur di Usia 20-an, Nomor 4 Paling Tampan
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Refly Permana
Pahlawan asal Badung, Bali ini, sudah sering kita melihatnya di dompet.
Wajahnya diabadikan dalam cetakan uang nominal Rp 50 ribu.
Selain itu namanya juga terabadikan sebagai bandara di Bali.
I Gusti Ngurah Rai-lah yang memimpin 'Puputan Margarana' di Bali.
Sebuah perlawanan habis-habisan kepada Belanda yang membuat pasukan I Gusti terdesak dan gugur dengan gagah berani (1917-1946).
6. Martha Christina Tiahahu (17 tahun)

Usia yang sangat belia untuk wafat di medan pertempuran.
Putri dari Kapitan Pattimura ini terkenal sebagai gadis berkonsekuensi tinggi berjuang di samping ayahnya (1800-1818).
Saat akan melepaskan Pattimura yang dihukum mati, Martha justru ditangkap kompeni dan dibuang ke Pulau Jawa hingga menemui ajalnya, 2 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-18.
7. Slamet Riyadi (22 tahun)

Banyak kisah heroik yang muncul dari sosok Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi asal Solo.
Mulai masa perjuangannya di Jawa Tengah hingga pemberontakannya di Maluku (1927-1950).
Dikenal sangat licin dan sudah ditangkap Belanda, Slamet Riyadi terpaksa roboh saat sebuah peluru dari sniper menembus perutnya saat Gerakan Operasi Militer di Maluku.
Itulah kisah berani mati 7 pahlawan di atas yang nggak urusan dengan umur mereka, yang penting Indonesia merdeka.
Bercermin dari cerita-cerita mereka, hal positif apa yang sudah kamu lakukan untuk keberlangsungan negara ini?
Di usia negara yang telah 72 tahun ini, semoga perayaan kemerdekaan yang ada dapat diresapi dan dimaknai dengan tepat.