Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda, Nomor 4 Paling Tampan

Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda dan Gugur di Usia 20-an, Nomor 4 Paling Tampan

Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda, Nomor 4 Paling Tampan
Kompas TV
Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda dan Gugur di Usia 20-an, Nomor 4 Paling Tampan 

Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja.

3. Halim Perdanakusuma (25 tahun)

Wikimedia
Wikimedia ()

Yang kita kenal, nama ini kini telah diabadikan sebagai nama sebuah bandara di Jakarta.

Ternyata di balik kegagahan namanya ini tersingkap kisah kepahlawanan yang singkat (1922-1947).

Berpendidikan sebagai navigator dan andil besarnya untuk AURI, Halim ditugaskan memimpin pasukan penerjun di Kalimantan.

Kegagahannya ini harus menyerah dalam kecelakaan pesawat bersama Opsir Iswahyudi di Malaysia.

4. Pierre Tendean (26 tahun)

Pierre Tendean
Pierre Tendean (TribunStyle)

Sebagai seorang ajudan Jenderal AH Nasution, Pierre Tendean menjadi sosok perwira yang setia (1939-1965).

Dirinya menjadi korban penculikan saat peristiwa 1965 bersama 6 jenderal lain.

Demi melindungi AH Nasution yang akan diculik, Pierre mengaku jika dirinya adalah sang jenderal.

Lalu dia dibawa pergi dan tak pernah kembali.

Mengawali karier militer dengan menjadi intelijen dan kemudian ditunjuk sebagai Ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution menggantikan Kapten Kav Adolf Gustaf Manullang ajudan Pak Nas, yang gugur dalam misi perdamaian di Kongo Afrika tahun 1963.

Akhirnya dengan pangkat Letnan Satu Czi, ia dipromosikan menjadi Kapten Anumerta setelah kematiannya.

Tendean dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan bersama enam perwira korban Gerakan 30 September lainnya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia tepatnya pada tanggal 5 Oktober 1965.

Kilas Balik SFC Vs Persewar di Sidoarjo, Bobby Satria Cedera Hingga Pertandingan Dihentikan Penonton

Ucapan Presiden Soekarno yang Melegenda, Pasang Status WhatsApp Tularkan Semangat Para Pahlawan

Hari Pahlawan, Ini 6 Tokoh yang Baru Diberi Gelar Pahlawan Oleh Presiden Jokowi, No 4 Seorang Dokter

5. I Gusti Ngurah Rai (29 tahun)

Alchetron
Wikipedia

Pahlawan asal Badung, Bali ini, sudah sering kita melihatnya di dompet.

Wajahnya diabadikan dalam cetakan uang nominal Rp 50 ribu.

Selain itu namanya juga terabadikan sebagai bandara di Bali.

I Gusti Ngurah Rai-lah yang memimpin 'Puputan Margarana' di Bali.

Sebuah perlawanan habis-habisan kepada Belanda yang membuat pasukan I Gusti terdesak dan gugur dengan gagah berani (1917-1946).

6. Martha Christina Tiahahu (17 tahun)

Patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (25/6/2012).
Patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (25/6/2012). (KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)

Usia yang sangat belia untuk wafat di medan pertempuran.

Putri dari Kapitan Pattimura ini terkenal sebagai gadis berkonsekuensi tinggi berjuang di samping ayahnya (1800-1818).

Saat akan melepaskan Pattimura yang dihukum mati, Martha justru ditangkap kompeni dan dibuang ke Pulau Jawa hingga menemui ajalnya, 2 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-18.

7. Slamet Riyadi (22 tahun)

Wikimedia
Wikimedia ()

Banyak kisah heroik yang muncul dari sosok Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi asal Solo.

Mulai masa perjuangannya di Jawa Tengah hingga pemberontakannya di Maluku (1927-1950).

Dikenal sangat licin dan sudah ditangkap Belanda, Slamet Riyadi terpaksa roboh saat sebuah peluru dari sniper menembus perutnya saat Gerakan Operasi Militer di Maluku.

Itulah kisah berani mati 7 pahlawan di atas yang nggak urusan dengan umur mereka, yang penting Indonesia merdeka.

Bercermin dari cerita-cerita mereka, hal positif apa yang sudah kamu lakukan untuk keberlangsungan negara ini?

Di usia negara yang telah 72 tahun ini, semoga perayaan kemerdekaan yang ada dapat diresapi dan dimaknai dengan tepat.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved