Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda, Nomor 4 Paling Tampan

Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda dan Gugur di Usia 20-an, Nomor 4 Paling Tampan

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Refly Permana
Kompas TV
Demi Bangsa, 7 Pahlawan Indonesia Ini Rela Mati Muda dan Gugur di Usia 20-an, Nomor 4 Paling Tampan 

Semasa hidupnya (1925-1949), Monginsidi adalah seorang guru asal Sulawesi.

Kegiatan mengajarnya harus terhenti demi hasrat bergabung dengan pejuang lainnya menentang Belanda.

Namun sayang, Monginsidi justru mendapati 8 peluru dari Belanda bersarang ditubuhnya saat tak bersedia diajak berunding.

Robert dilahirkan di Malalayang (sekarang bagian dari Manado), anak ke-4 dari Petrus Mongisidi dan Lina Suawa pada tanggal 14 Februari 1925. Panggilan akrab Robert Wolter Monginsidi semasa kecil adalah Bote.

Dirinya memulai pendidikannya pada 1931 di sekolah dasar (bahasa Belanda: Hollands Inlandsche School atau (HIS), yang diikuti sekolah menengah (bahasa Belanda: Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau MULO) di Frater Don Bosco di Manado.

Mongisidi lalu dididik sebagai guru Bahasa Jepang pada sebuah sekolah diTomohon. Setelah studinya, dia mengajar Bahasa Jepang di Liwutung, Minahasa, dan Luwuk, Sulawesi Tengah, sebelum ke Makassar,Sulawesi Selatan.

2. Kartini

Wordpress
freewaremini ()

Wanita inilah sang pendobrak dan pejuang kesetaraan gender (1879-1904)

Buku 'Habislah Gelap Terbitlah Terang' karyanya hingga kini telah melegenda.

Perjuangannya mencerdaskan wanita Jawa kala itu harus terhenti di umur 25 tahun karena sakit preeklampsia seusai melahirkan anaknya.

Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa.

Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir.

Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama.

Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved