Niat Saya Bayi Dibawa ke Panti Asuhan

Setelah sadar bahwa dirinya hamil, Sutina lantas meminta pertanggungjawaban ke Andi, pacarnya. Namun Andi malah menghilang tanpa jejak.

Niat Saya Bayi Dibawa ke Panti Asuhan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Sutina PRT-tersangka pembuang bayi hasil hubungan gelapnya ke dalam mesin suci saat digiring ke Unit PPA Porlesta Palembang 

SUTINA mengakui bayi tersebut lahir sekitar pukul 11.30 siang di kamar mandi lantai dasar di rumah tingkat tiga milik Ishak Mekki yang saat ini dihuni Ferdyta Azhar, anak keduanya. Setelah melahirkan, Sutina sempat membersihkan darah bekas melahirkan. Kemudian dengan cepat dia membawa bayi tersebut dengan ditutup handuk ke mesin cuci di lantai 2 karena panik mencari tempat untuk menyembunyikan anaknya. Tujuannya, setelah kondisi dirasa aman, dia berniat untuk membawa anaknya ke panti asuhan.

Namun niat tersebut urung dilakukan sebab Sutina yang terlihat pucat keburu dibawa oleh majikan dan rekan kerjanya ke rumah sakit.

"Disitu bayi saya masih di dalam mesin cuci. Saya keburu ke rumah sakit. Setelah itu baru ketahuan saya baru melahirkan," ucapnya.

Dikatakan Sutina, saat pertama bekerja sebagai baby sitter di keluarga Ferdyan Azhar, dirinya mengaku tidak tahu bahwa sedang hamil.

Dia baru sadar ada bayi di dalam perutnya setelah dua bulan bekerja. Tepatnya saat dia merasa ada sesuatu yang bergerak di perutnya.

"Saya kerja hampir 6 bulan. Melamar kerja sendiri karena dapat info dari teman. Saat itu saya tidak tahu kalau sedang hamil," ujar Sutina yang mengaku tidak tahu berapa bulan umur kandungannya saat kehamilan itu pertama kali diketahuinya.

Setelah sadar bahwa dirinya hamil, Sutina lantas meminta pertanggungjawaban ke Andi, pacarnya. Namun Andi malah menghilang tanpa jejak.

Merasa takut kehamilannya diketahui, selama bekerja Sutina sama sekali tidak pernah menceritakan kehamilannya pada siapapun.

Perutnya yang membesar ditutupi dengan korset agar tidak diketahui penghuninya rumah.

"Anak itu hasil hubungan dengan Andi pacar saya. Sejak tahu saya hamil, tidak tahu dimana keberadaannya dimana," ujarnya.

Saat ditemui di Mapolresta Palembang, perempuan asal Desa Tulus Ayu Kecamatan Belitang Kabupaten Oku Timur tersebut mengaku tak ada niat sama sekali untuk membunuh anak yang baru saja dilahirkannya.

"Rencananya anak itu mau saya sembunyikan dulu. Selanjutnya akan saya bawa ke panti asuhan. Tapi sebelum itu terjadi, rupanya ketahuan dan kemudian dibawa ke rumah sakit sama orang di rumah," ujarnya, Selasa (5/11/2019).

Berdasarkan pengakuannya, bayinya di masukkan ke mesin cuci yang tidak menyala.

"Tidak hidup mesin cucinya, saya letakkan di dalamnya dan digulung dengan selimut," ucap Sutina yang terus menutupi wajahnya.

Dikatakan Sutina, dirinya telah menjanda selama 7 tahun. Dari hasil pernikahan sebelumnya, dia memiliki 2 orang anak yang saat ini dirawat oleh orang tuanya.

Sedangkan, bayi yang meninggal itu adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria bernama Andi.

Pria tersebut diketahui bekerja di bengkel kawasan kota Palembang dan menghilang tanpa kabar sejak Sutina mengaku hamil.

"Saya tidak tahu, Andi itu kerja di bengkel mana. Tahunya di kota Palembang saja. Kenalnya dari teman dan sejak itu kami berhubungan. Tapi sejak saya bilang hamil, dia hilang tanpa jejak," ucapnya.

Atas kejadian ini, Sutina mengaku sangat menyesal. Namun dia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Iya saya mengaku salah dan menyesalinya," katanya. (diw/ard/cr8)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved