Keluarga Pendaki Gunung Dempo yang Tewas Tolak Otopsi

Evakuasi jasad yang kedua ini dilakukan sejak pukul 07.00 WIB yang dilakukan oleh Tim Evakuasi Gabungan dengan melibatkan kurang lebih 60 orang.

Keluarga Pendaki Gunung Dempo yang Tewas Tolak Otopsi
ISTIMEWA
Tim gabungan saat melakukan evakuasi jenazah pendaki yang ditemukan di kawah GAD, Minggu (3/11/2019). 

PAGARALAM, SRIPO -- Tim Evakuasi Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Wanadri, Tagana, BPBD, FORPA dan Relawan Pendaki berhasil membawa jasad terakhir dari lereng kawah Gunung Dempo Kota Pagaralam Senin (4/11/2019). Jenazah kedua adalah Fikri (19) pendaki asal Muara Bungo Jambi.

Evakuasi jasad yang kedua ini dilakukan sejak pukul 07.00 WIB yang dilakukan oleh Tim Evakuasi Gabungan dengan melibatkan kurang lebih 60 orang. Evakuasi dilakukan secara estafet dengan membuat pos-pos disepanjang jalur Tugu Rimau. Berkat kerja sama Tim jenazah tiba di Tugu Rimau pukul 22.16 WIB.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Selasa (5/11/2019) menyebutkan, Tim gabungan pada Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB telah berhasil mengevakuasi jenazah pertama yaitu Jumadi.

Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIk melalui Kapolsek Pagaralam Selatan, Ipda Erwin Sudiar didampingi Kepala Pos Basarnas Pagaralam Lettu SAR Alparis serta Waka Korlap Tagana menutup serta mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah bekerjasama melakukan upaya pencarian sampai evakuasi.

"Saya pribadi mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh tim SAR Gabungan selama 15 hari. Tim berjibaku dalam mencari kedua pendaki yang hilang di Gunung Dempo sampai melalukan evakuasi jenazahnya," ujarnya.

Dirinya mengatakan, setelah diidentifikasi kedua jasad yang dievakuasi merupakan jasad kedua pendaki yang selama ini dinyatakan hilang yaitu M Fikri Sahdilah (19) dan Jumadi (26) pendaki asal Muara Bungo Jambi yang diduga terjatuh di lereng kawah Gunung Dempo Kota Pagaralam.

"Pihak keluarga tidak mau di otopsi dikarenakan pihak keluarga keberatan. Namun kita dari Polres Pagaralam tetap akan melakukan investigasi terhadap kedua pendaki asal Muara Bungo Jambi ini," katanya.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengucapkan banyak terima kasih dan sangat mengapresiasi usaha dan kekompakan para tim pencari dan tim evakuasi.

"Saya mewakili seluruh masyarakat Pagaralam mengucapkan terima kasih kepada semua tim yaitu Tim Forpa, Wanadri, TNI, POLRI, BPBD, Tagana, BASARNAS, Walhi Sumsel dan semua relawan yang telah berusaha keras melakukan upaya pencarian sampai evakuasi. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak," ucapnya. (one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved