Berita Palembang

Komisi IV DPRD Sumsel Menilai Ada Pemborosan pada Teknis Pemeliharaan Dua Jalan Provinsi

Dalam peninjauan perdananya, Komisi IV DPRD Sumatera Selatan menilai ada pemborosan teknis pemeliharaan dua jalan provinsi, Selasa (5/11/2019).

Komisi IV DPRD Sumsel Menilai Ada Pemborosan pada Teknis Pemeliharaan Dua Jalan Provinsi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ/HANDOUT
Para anggota Komisi IV DPRD Sumsel meninjau pemeliharaan jalan di Jalan akses Palembang-Banyuasin dari Talang Buluh. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Dalam peninjauan perdananya, Komisi IV DPRD Sumatera Selatan menilai ada pemborosan teknis pemeliharaan jalan provinsi, Selasa (5/11/2019).

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho didampingi Sekretaris Komisi IV Nasrul Halim dan anggota lainnya meminta agar pengawasan pengerjaan jalan harus diperketat oleh konsultan.

Sedangkan perusahaan yang memenangkan tender harus dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai kontrak.

"Kalau sesuai spesifikasi akan tahan lama, jangan sampai belum lama rusak kembali," ungkap Ridho.

Ridho berharap semua pengerjaan jalan yang sedang berlangsung di Sumsel dapat menjalankan sesuai kontrak dan spesifikasi.

"Kami sudah kordinasi dengan pihak dinas dan pelaksananya, apa yang jadi temuan di lapangan. Ini bisa diperbaiki karena masih dalam tahap pelaksanaan. Kami ingatkan paket pengerjaan yang lain harus sesuai spesifikasi juga. Karena ini baru peninjauan perdana Komisi IV," pungkasnya.

Temuan tersebut didapati rombongan Komisi IV saat melakukan peninjauan pengerjaan perbaikan jalan di Jalan Noerdin Pandji dan Jalan akses Palembang-Banyuasin dari Talang Buluh.

"Komisi IV kecewa karena pengerjaan jalan tidak sesuai spesifikasi, kesannya sembrono," kata anggota Komisi IV DPRD Sumsel, H Hadrianto Aljufri SH.

Sutina PRT Mengaku Melahirkan dalam Posisi Berdiri Bayinya Langsung Jatuh dan Dimasukan Mesin Cuci

Oknum Guru SD Diduga Cabul Memilih Menghilang, Polres OKI Dalami Laporan Para Korban

BPBD OKU Selatan Imbau Warga Bermukim di Tebing dan DAS untuk Waspada Rawan Longsor

Dikatakan David untuk Jalan akses dari Palembang tembus Banyuasin melalui jalan Talang Buluh sebenarnya sudah dicor tapi dilakukan pengecoran ulang, seharusnya tidak perlu lagi.

Cukup dengan pengerasan dengan aspal.

Menurutnya hal tersebut membuat terjadinya pemborosan anggaran. "Harusnya sebelum tender cek dulu, jangan mengeluarkan anggaran lalu pekerjaannya menyesuaikan," ujar David.

Sementara untuk Jalan Noerdin Panji kata David, terkesan adanya pemborosan anggaran. Pasalnya jatah perbaikan yang sedianya dilakukan pada spot spot yang berlobang, namun dilakukan secara menyeluruh termasuk pada jalan yang kondisinya masih bagus.

"Harusnya di spot yang berlubang saja. Misalnya yang rusak 50 meter. Tapi yang diperbaiki sampai 400 meter. Nah inikan terjadi pemborosan. Sehingga masih ada sisa jalan berlobang yang belum diperbaiki," katanya.

Sementara Kabid Jalan PUBM Provinsi Sumsel H Muchtar MA menyatakan pihaknya akan memanggil PPK yang bersangkutan untuk menindaklanjuti hasil peninjauan anggota DPRD Sumsel.

"Nanti kita akan panggil PPK untuk mengetahui laporan hasil peninjauan Komisi IV DPRD Sumsel. Tadi sebetulnya kami mau ikut mendampingi di lapangan. Namun karena ada pemeriksaan BPK sampai 3 hingga 4 jam. Di lapangan tadi ada Kepala UPTD Palembang Pak Arlan," kata Muchtar.(Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved