Badai Hatlong Picu Cuaca Kering

Pasca Palembang diguyur hujan beberapa hari lalu, hari ini kembali terlihat kabut asap.

Badai Hatlong Picu Cuaca Kering
DOK. SRIPOKU.COM
Ilustrasi 

PALEMBANG, SRIPO -- Pasca Palembang diguyur hujan beberapa hari lalu, hari ini kembali terlihat kabut asap.

Angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dari arah Timur ke Tenggara dengan kecepatan 9 sampai 37 km perjam mengakibatkan masuknya asap karhutla ke wilayah Palembang dan sekitarnya.

Menurut Kasi Observasi dan informasi BMKG SMB II Palembang Bambang Beny, sumber dari LAPAN tanggal 4 November 2019 tercatat beberapa titik panas di Kayuagung, Pemulutan, Cengal, Banyuasin I dan Pematang Panggang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke Palembang.

"Adanya badai tropis Hatlong di Laut Cina Selatan mengakibatkan menguatnya massa udara dingin dari Australia Muson Australia, menyebabkan lapisan udara atas kembali kering dan berangin kencang. Hal ini menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel pada 6 sampai 8 November 2019," katanya, Senin (4/11).

Kondisi intensitas asap tetap berpotensi terjadi di Sumsel, karena wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar.

Fenomena asap diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara. Terlihat dengan adanya kurang jarak pandang, jarak pandang terendah berkisar hanya 1500-3500 meter dari jam 07.00 pukul 08.00 dengan Kelembapan pada saat itu 85 sampai 76 persen.

"Masyarakat juga dihimbau terkait udara akan terasa lebih terik pada siang hari dengan temperature maksimum 35 derajat celcius. Karena posisi matahari berada di ekuator atau khatulistiwa," katanya. (ard)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved