Sulit Cari Lahan Baru

Tingginya angka kematian di kota ini tidak seimbang dengan lahan TPU yang tersedia.

Sulit Cari Lahan Baru
SIPOKU.COM/PAIRAT
Kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga Palembang di Jalan TPU Kebun Bunga Km 9 no 13 Kecamatan Sukarami Palembang. 

PALEMBANG, SRIPO -- Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di Kota Palembang saat ini masuk dalam kategori overload atau melebihi kapasitas. Tingginya angka kematian di kota ini tidak seimbang dengan lahan TPU yang tersedia.

Dinas Perumahan Rakyat & Kawasan Pemukiman (Pera-KP) Palembang mengaku kesulitan untuk melakukan perluasan di TPU Palembang. Hal itu lantaran TPU yang ada umumnya berada di tengah pemukiman yang padat penduduk.

"Anggarannya sudah ada untuk melakukan pelebaran TPU. Tetapi lokasinya kan berada di dekat pemukiman warga. Mereka enggan menjual lahannya," ujar Kabid Sarana dan Utilitas Perumahan Rakyat & Kawasan Pemukiman (Pera-KP), Asmuandi Murod, Jumat (1/11).

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya cukup kesulitan untuk mencari lahan yang bakal dijadikan TPU baru. Dengan luasan lahan minimal 5 hektare, membuat pihaknya kesulitan mencari lokasi di tengah Kota Palembang. Pihaknya berencana mencari lahan yang berada di pinggiran kota untuk membuat tempat pemakaman baru.

"Syarat beli TPU baru harus luasnya 5 hektare. Nah, alternatifnya kita cari lokasi di pinggir Palembang yang berbatasan dengan OI dan Banyuasin," jelas Asmuandi.

Selain itu, pihaknya ke depan bakal berupaya menghilangkan kesan seram di area kuburan dengan melarang penggunaan batu nisan atau pedapuran. Nantinya TPU di Palembang bakal dibuat sama seperti TPU Kebun Bunga, Gandus dan Sako yang hanya dipasang plakat nama dan di atasnya makam ditanami rumput gajah.

Dengan seragam menggunakan plakat nama pada pemakaman tentu akan menghilangkan kesan kontras antara yang si kaya dan si miskin selama ini.

"Selama ini dengan menggunakan batu nisan sangat terlihat kontras mana yang terlihat mewah dan miskin. Nah dengan plakat nama tentu menjadi solusinya" katanya. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved