Oknum Bikin Nisan Palsu Untuk Stok Lapak Kuburan

Apabila ada masyarakat yang menginginkan kuburan berada tepat di pinggir jalan maka ia siap menjualnya.

Oknum Bikin Nisan Palsu Untuk Stok Lapak Kuburan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

PALEMBANG, SRIPO -- Ulah nakal dilakukan oleh beberapa oknum tukang gali kubur di Kota Palembang. Mereka kerap menyetok atau menyimpan lapak kuburan agar dapat dijual dengan harga cukup tinggi ketika ada masyarakat memerlukan.

BN, salah seorang tukang gali kubur di Palembang mengaku ia sering memasang beberapa nisan palsu yang berada tepat di pinggir jalan. Dipasangnya nisan tersebut, untuk mengelabui masyarakat bahwa lapak kuburan tersebut sudah terisi oleh jasad seseorang.

"Kita pasang nisan, biar tidak ketahuan kalau tanah ini kosong tidak ada jasad orang di dalamnya," ungkapnya, Kamis (31/10).

Diakuinya, stok lahan kuburan itu dilakukan apabila ada keluarganya meninggal. Namun, apabila ada masyarakat yang menginginkan kuburan berada tepat di pinggir jalan maka ia siap menjualkannya.

"Masyarakat kan kadang ada yang mau kuburan di pinggir jalan. Nah, kalau ada yang mau kita siap jual. Tentu harganya berbeda," jelasnya.

Sedangkan ID, tukang gali kubur lainnya juga mengaku sering menyimpan lahan kosong kuburan. Namun, masyarakat tidak boleh melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk lokasi lahan kuburan yang diinginkan.

Ia menjelaskan, untuk biaya gali kubur di tempat pemakaman tersebut masyarakat harus membayar Rp 1,5 juta biaya tukang gali kubur. Biaya itu hanya untuk upah tukang gali, sementara jika hendak menambah papan atau membuat peti ada biaya tambahan yang nantinya bisa dinegokan oleh ahli musibah dan petugas di TPU di sana.

Bagi masyarakat yang hendak membuat pedapuran atau nisan, setidaknya harus menyiapkan uang Rp 1,7 untuk nisan satu tingkat. Sementara, jika ingin pedapuran yang lebih bagus mencapai 3 tingkat biaya yang diperlukan Rp 3,5 juta.

"Kalau mau sistem booking tidak bisa. Untuk upah gali kubur bisa dinegosiasikan. Kita patok harganya Rp 1,5 juta," katanya. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved