Human Interest Story

Sibuk Dakwah

Saat mengisi materi Peggy mengatakan bahwa sabar itu tidak ada batasnya.

Sibuk Dakwah
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Peggy Melati Sukma 

LAMA tak terdengar di dunia hiburan, Peggy Melati Sukma yang terkenal dengan jargonnya saat di sinetron Gerhana "pusing, pusing", kini dirinya sibuk berdakwah keliling Indonesia. Penampilan perempuan yang akrab disapa Teteh Khadijah ini pun terlihat berbeda, Peggy Melati Sukma mantab menggunakan cadar ini terlihat saat dirinya mengisi materi mengenai keluarga Ibrahim di salah satu ruangan Hotel Al Furqon Palembang.

Saat mengisi materi Peggy mengatakan bahwa sabar itu tidak ada batasnya.

"Ketika kamu sabar di dunia dicintai dibersamai Allah. Contohnya seperti Nabi Ibrahim yang merupakan kekasih Allah, kedua orangtuanya tidak beriman kepada Allah," katanya di depan ibu-ibu anggota majelis taklim di Palembang, Rabu (30/10/2019).

"Nabi Ibrahim seorang imam beliau pemimpin, imam yang dapat dijadikan teladan. Allah jadikan seorang pemimpin bisa dijadikan teladan, maka imam pemimpin itu yang bisa dijadikan teladan adalah patuh kepada Allah," katanya.

Nabi Ibrahim kepada ayahnya yang tak beriman kepada Allah dia selalu bicara lembut tidak pernah kasar. "Dirinya selalu menyebut ayahnya ya Abbadi. Walaupun begitu dirinya tetap sabar tetap mendoakan kedua orangtuanya walau pada akhirnya dia menyerahkan semua kepada Allah," ujarnya.

Tak hanya sampai disitu cobaan lain pun datang kepadanya, saat dia berdakwah malah dia dibakar oleh kaumnya sendiri. "Nabi Ibrahim dakwah bukan kepada keluarga saja tapi menyampaikan ke masyarakat, saat itu masyarakatnya menyembah api, berhala, benda-benda langit. Kemudian sampai ujungnya gak ada yang mau ikut nabi Ibrahim, ujungnya malah dibakar," jelasnya.

"Banyak kita bisa pelajari dari beliau bahkan anaknya nabi Ismail harus dikorbankan menjadi ujian terberat baginya sebagai orangtua namun dia ikhlas menerima semuanya sehingga kejadian tersebut terus diperingati sebagai Idul Adha," katanya.

Dia mengatakan manusia tempatnya lalai maka dari itu untuk tak lupa bertaubat. "Sebenarnya taubat adalah tobat yang disertai dengan amal soleh, beramal soleh di dunia ini adalah pencuci dosa-dosa kita," katanya.

"Manusia ini tempatnya lalai, taubat terus menerus dalam hidup kita, kalau benar-benar bertaubat Allah akan tolong kita. Hidup kita ini isinya taubat, beriman dan beramal salih mesti sabar, sabarnya mesti seperti nabi dan rasul yakni sabar yany tidak ada batasnya. Orang sabar tidak ada akan diinjak-injak, karena bersama Allah," ujarnya. (elm)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved