Update 2 Pendaki Asal Jambi Hilang di Gunung Api Dempo Pagaralam, Tim SAR Temukan Pakaian dan Sandal

Update 2 Pendaki Asal Jambi Hilang di Gunung Api Dempo Pagaralam, Tim SAR Temukan Pakaian dan Sandal

Editor: Sudarwan
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) dua pendaki asal Muaro Jambi yang hilang di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. 

Update 2 Pendaki Asal Jambi Hilang di Gunung Api Dempo Pagaralam, Tim SAR Temukan Pakaian dan Sandal

SRIPOKU.COM - Tim SAR gabungan menemukan pakaian dan sandal milik salah seorang dari dua pendaki asal Bungo Provinsi Jambi yang hilang di Gunung Api Dempo Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan.

Kendati demikian tim SAR belum juga menemukan 2 pendaki atas nama M Fikri Sahdilah (19) dan Jumadi (26).

Menurut Humas Basarnas Palembang, Taufan Tornado, melalui keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019) lalu, Tim SAR gabungan pukul 12.00 WIB berhasil menemukan ceceran barang korban, berupa pakaian dan sandal yang dikenakan salah satu korban di pelataran Gunung Dempo Pagaralam.

Penemuan pakaian dan sandal tersebut menimbulkan banyak pertanyaan.

Berbekal ceceran yang ditemukan, Tim SAR Gabungan yang kini dibagi menjadi tiga regu pada hari ini, melanjutkan penyisiran.

Petunjuk Dua Pendaki Asal Jambi yang Hilang di Dempo Bermunculan, Tim Perpanjang Waktu Pencarian

Tim Pencari Dua Pendaki Asal Jambi yang Hilang di Gunung Dempo Sempat Kekurangan Logistik

4 Tragedi Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Tak Pernah Pulang hingga Jasad Terapung di Kawah Gunung

"Regu I dan Regu II Tim SAR Gabungan, menyisir turun menuju Posko Rimau sekaligus menyerahkan temuan ceceran korban kepada tim yang berada di posko Rimau.

Sedangkan Regu III Team SAR Gabungan bergerak pada pukul 14.00 WIB menyisir dari titik awal pendakian Tugu Rimau tetap dengan teknik pencarian ESAR menuju Pelataran Gunung Dempo Pagaralam," jelas Taufan Tornado.

Taufan Tornado mengatakan, pencarian korban atas nama M Fikri Sahdilah (19) dan Jumadi (26) akan diperpanjang tiga hari ke depan.

"Sudah sepekan tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap M Fikri Sahdilah (19) dan Jumadi (26), namun belum berhasil menemukan kedua korban tersebut.

Walau begitu, Tim SAR gabungan Tidak Patah semangat dan tetap melakukan pencarian dengan menurunkan seluruh kemampuan, peralatan dan personel yang ada," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (28/10/2019) malam.

Taufan mengatakan, dari keterangan Kepala Basarnas Palembang melalui Kasi Operasinya, Benteng Telau yang juga Bertindak sebagai SMC (SAR Mision Coordinator) dalam operasi SAR, sesuai SOP Basarnas, operasi SAR dilakukan selama tujuh hari.

Tim SAR yang melakukan pencarian terhadap Dua Pendaki Asal Muara Bungo Jambi yang Hilang di Gunung Dempo Pagaralam, Kamis (24/10/2019)
Tim SAR yang melakukan pencarian terhadap Dua Pendaki Asal Muara Bungo Jambi yang Hilang di Gunung Dempo Pagaralam, Kamis (24/10/2019) (Basarnas Palembang)

Namun dikarenakan dihari ketujuh tim belum menemukan korban, berdasarkan hasil musyawarah bersama seluruh unsur Potensi SAR yang telibat, operasi SAR diperpanjang hingga tiga hari ke depan.

"Selama tujuh hari ini tim telah berhasil menemukan ceceran baru, seperti jaket, botol air minum, dan bungkus plastik susu yang diduga milik korban," terangnya.

Dari keterangan Benteng yang disampaikannya, dalam pencarian hari ketujuh ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi 2 tim.

Proses Pencarian Dua Pendaki Asal Jambi, Dempo Tertutup untuk Pendaki, Jejak Kaki Alasannya

Hingga Hari Kelima, Pendaki Yang Hilang di Gunung Dempo Masih Belum Ditemukan

Keindahan Dibalik Gunung Dempo Pagaralam, Gunung Tertinggi di Sumsel Dijuluki Surga Bumi Sriwijaya

Pencarian tim I menggunakan tracking mode dengan penyapuan difokuskan di hulu Sungai Batu Gajah.

Sedangkan tim II menggunakan penyapuan tipe III paralel swift, membuat barisan satu bersaf jarak 2 meter, dengan penyapuan di pelataran Gunung Dempo.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan Koordinator Pos SAR Pagaralam selaku OSC (On Scene Coordiantor) yang merupakan Staf dari SMC melalui komandan timnya, RM Gatta Pramana mengungkapkan, kendala di lapangan adalah vegetasi hutan yang lebat, cuaca yang tidak menentu, hingga badai.

"Sehingga tim di lapangan terpaksa mengentikan sementara proses pencarian karena berbahaya untuk tim," lanjutnya.

Dijelaskannya, proses pencarian tetap dilaksanakan sesuai rencana operasi. Namun karena hujan badai di sekitar puncak, pencarian dihentikan sementara.

Tim SAR dan Tim relawan melalukan evaluasi dari hasil pencarian pendakian yang hilang di Gunung Dempo. Evaluasi dilakukan untuk merencanakan langkah selanjutnya.
Tim SAR dan Tim relawan melalukan evaluasi dari hasil pencarian pendakian yang hilang di Gunung Dempo. Evaluasi dilakukan untuk merencanakan langkah selanjutnya. (sripoku.com/wawan)

"Proses pencarian tetap dilaksanakan sesuai rencana operasi.

Namun karena hujan badai di atas, sementara kita hentikan untuk keselamatan tim, dan akan di lanjutkan jika cuaca sudah membaik," ujar Gatta melalui keterangan tertulis yang disampaikan Taufan.

Perlu disampaikan, dua pendaki asal Muara Bungo diduga hilang setelah putus kontak sejak sekitar dua minggu yang lalu.

Pendaki asal Muara Bungo ini berangkat ke kota Pagaralam pada Minggu (13/10/2019) lalu dan berencana mendaki gunung setinggi 3159 mdpl itu.

Dari keterangan keluarga korban, mereka terakhir kali mendapat kabar dari korban pada Selasa (15/10/2019).

Kabar terakhir yang diperoleh dari keluarga korban, keduanya saat itu tengah berada di lereng Gunung Dempo, sebelum naik ke puncak.

Hingga kini, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pencinta alam, dan masyarakat sekitar masih melakukan pencarian.

Penampakan Hewan Langka Bertanduk Besar Berlarian di Hutan Kayu Panjang Umur Gunung Dempo

Rencana Bangun Kereta Gantung , Walikota Pagaralam Tawarkan Keindahan Gunung Dempo Keinvestor

Tim Gabungan Evakuasi Enam Pendaki di Jalur Cadas Gunung Dempo, Begini Kondisinya Saat Ditemukan

Pamitnya ke Gunung Tujuh

Pendaki asal Muara Bungo ini berangkat ke kota Pagaralam pada Minggu (13/10/2019).

Mereka berencana mendaki gunung setinggi 3.159 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Dari keterangan keluarga korban, mereka terakhir kali mendapat kabar dari korban pada Selasa (15/10/2019), atau sekitar delapan hari yang lalu.

M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) warga Muara Bungo dikabarkan hilang kontak saat mendaki Gunung Dempo. (ist)
Kabar terakhir yang diperoleh dari keluarga korban, keduanya saat itu tengah berada di lereng Gunung Dempo, sebelum naik ke puncak.

Komandan Basarnas Kabupaten Bungo, Frans Boa, saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut.

Dia mengatakan proses pencarian dan evakuasi kedua korban tersebut saat ini ditangani oleh tim Basarnas Pagaralam, mengingat lokasi diduga hilangnya dua warga Bungo itu merupakan wewenang Basarnas Pagaralam.

"Saat ini ditangani tim dari Pagaralam, karena itu wilayahnya wewenang Basarnas Pagaralam," katanya saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Rabu (23/10/2019).

Pihaknya akan menurunkan tim, jika tim dari Basarnas Pagaralam kekurangan personel untuk proses pencarian dan evakuasi.

Tapi sejauh ini, kata dia, tim Basarnas Pagaralam masih mencari keberadaan kedua korban. (Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Teka-teki Hilangnya 2 Pendaki Jambi di Gunung Dempo, Ceceran Barang Ada, Mengapa Orang Tak Ada?. Penulis: Mareza

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved