Jialyka Maharani Dukung Pembuatan Sodetan Sungai

Salah satu kendala sulitnya api dipadamkan adalah karena minimnya sumber air di sekitar lokasi rawan kebakaran saat musim kemarau tiba.

Jialyka Maharani Dukung Pembuatan Sodetan Sungai
ist
Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Sumatera Selatan Jialyka Maharani mendatangi langsung kantor BPBD di Sumatera Selatan, salah satunya kantor BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (25/10/2019). 

PALEMBANG, SRIPO -- Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan, Jialyka Maharani mendukung rencana pembangunan Sudetan Sungai di beberapa titik di Sumatera Selatan demi meminimalisir terjadinya kabut asap.Pernyataan tersebut disampaikan Jialyka usai mengunjungi Kantor BPBD Ogan Ilir sumatera Selatan, pada Jumat (25/10).

“Ini adalah solusi jangka panjang, agar bencana kabut asap tidak berulang setiap tahun, solusinya adalah pembangunan sudetan sungai atau kalau dalam bahasa daerah dikenal dengan Codet sungai, tujuannya ialah untuk mengaliri atau memecah aliran air sungai ke wilayah tertentu,” terang Senator kelahiran tahun 1997 tersebut dalam rilisnya yang diterima Sripoku.com.

Senator termuda ini juga menjelaskan bahwa dalam kasus kebakaran lahan yang terjadi di Sumatera Selatan yang berakibat pada kabut asap, salah satu kendala sulitnya api dipadamkan adalah karena minimnya sumber air di sekitar lokasi rawan kebakaran saat musim kemarau tiba.

Untuk itu, spot-spot tersebut perlu dibangun aliran air melalui sudetan dari sungai besar seperti Sungai Ogan dan Sungai Keramasan.

“Kemarin saya sudah berdialog dengan Kepala BPBD Ogan Ilir megenai rencana pembangunan sudetan sungai, dan saya akan menindaklanjuti pembangunan sudetan sungai yang diajukan ke BNPB sebagai alternatif waterbombing lahan yang terbakar,” jelas putri sulung dari pasangan Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dan Meli Mustika tersebut.

Senator yang kerap disapa Jia tersebut menyadari bahwa pembangunan sudetan sungai memang bukan cara instan untuk menanggulangi kabut asap, namun ia berharap dengan dibangunnya sudetan sungai dapat meminimalisir kebakaran lahan yang berakibat pada bencana kabut asap.

“Tidak instan memang, tapi harapan kedepan bencana seperti ini akan lebih cepat diatasi,” tuturnya.

Jialyka juga berharap pembangunan sudetan sungai yang akan diterapkan di Sumatera Selatan dapat menjadi pilot project untuk daerah rawan kebakaran lahan lainnya. “Karena mengingat biaya waterbombing yang cukup besar, saya berharap pembangunan sudetan sungai selain difungsikan untuk pemadaman api nantinya juga dapat menghidupkan perekonomian warga, seperti mengairi sawah maupun perkebunan di sekitar area,” pungkasnya. (fiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved