PNS Balai Besar Dibunuh Teman Kerja, Jasadnya Dicor

Jenazah korban ditemukan penggali kubur di TPU Kandang Kawat ketika hendak menggali kuburan.

PNS Balai Besar Dibunuh Teman Kerja, Jasadnya Dicor
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Suasana pemakaman jenazah Apriyanita, ASN Kementerian PU Palembang yang ditemukan tewas dibalik coran semen TPU Kandang Kawat Palembang. 

PALEMBANG, SRIPO -- Setelah 17 hari menghilang, akhirnya keberadaan Apriyanita terungkap. Wanita berusia 50 tahun ini menjadi korban pembunuhan teman sekantornya sendiri. PNS Kementerian PU Balai Besar yang dilaporkan hilang sejak 9 Oktober lalu, dibunuh lalu lokasi kuburannya di TPU Kandang Kawat dicor dengan semen untuk menghilangkan jejak pelaku. Namun polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ini.

Jenazah korban ditemukan penggali kubur di TPU Kandang Kawat ketika hendak menggali kuburan. Ia terkejut melihat seragam PNS korban.

Dua dari tiga pelaku pembunuhan terhadap Apriyanita ditangkap jajaran Polda Sumsel. Hutang piutang dari bisnis jual beli mobil menjadi motif pembunuhan terhadap Apriyanti (50) yang merupakan PNS di Kementerian PU Balai Besar Jalan.

Saat ditemui di Unit 1 Subdit III Jatanras Mapolda Sumsel, tersangka Yudi Tama Redianto (41) mengaku tega membunuh korban lantaran tak tahan terus ditagih hutang oleh korban.

"Hutang itu berawal dari tanggal 26 Agustus 2019. Saat itu saya menawari ada lelang mobil di Jakarta. Mobil jenis Innova tahun 2016. Harganya Rp 145 juta," ujar Yudi.

Namun bukannya dibelikan mobil, uang tersebut justru dihabiskan tersangka untuk berfoya-foya. Sementara korban terus menagih agar uangnya dikembalikan. "Mobilnya tidak ada," ujar Yudi.

Dari total Rp. 145 juta, tersangka mengaku sempat mengembalikan uang sebesar Rp 50 juta secara berangsur ke korban.

Puncaknya pada tanggal 8 Oktober 2019, korban kembali menagih uangnya.

Kali ini korban meminta uang sebesar Rp 35 juta. Sedangkan tersangka mengaku hanya memiliki uang sebesar Rp 15 juta.

"Sebenarnya dia (korban) tidak marah sih, cuma bilang Yud, saya butuh uang besok. Bayar hutang kamu Rp 35 juta. Tapi saya cuma punya uang Rp 15 juta," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved