Human Interest Story

Sosialisasi Kaki Gajah oleh Pemkab OKU: Bukan Penyakit Mematikan Tapi Memalukan

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap.

Sosialisasi Kaki Gajah oleh Pemkab OKU: Bukan Penyakit Mematikan Tapi Memalukan
http://travel.tribunnews.com/
Ilustrasi penyakit kaki gajah 

UNTUK mencegah penyakit kaki gajah (filariasis) di masyarakat, Pemkot OKU melakukan antisipasi dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat.Kaki gajah merupakan golongan penyakit menular yang disebabkan cacing filaria dan ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin, baik pada perempuan maupun laki-laki. Penyakit kaki gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun ia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga memalukan.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Sekda OKU Dr Drs H Achmad Tarmizi SE, MT, MSi, MH di ruang rapat Abdi Praja Pemkab OKU Kamis ( 24/10/2019). Kegiatan tersebut diakukan setelah Sekda membuka Rapat Pembinaan DWP OKU. Dikatakan, dirinya mengharapkan dukungan kepada semua ASN di lingkungan Setda OKU untuk dapat lebih bersinergi dalam mendukung kegiatan DWP dalam antisipasi penyakit kaki gajah.

Penyakit kaki gajah atau disebut lymphatic filariasis disebabkan oleh cacing filaria yang menginfeksi kelenjar getah bening. Cacing ini masuk ke tubuh manusia dengan perantara nyamuk.

Dalam rangka bulan program eliminasi kaki gajah Dinkes OKU membagikan obat filariasis secara gratis dan diharapkan kepada masyarakat, ASN dan pengurus Dharma Wanita untuk menyampaikan kepada seluruh warga di lingkungannya masing-masing untuk minum obat pencegahan Filariasis secara teratur. Masyarakat OKU wajib meminum obat secara teratur yang telah di bagikan oleh Dinas Kesehatan Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Ketua DWP OKU Hj Susmadiana Achmad Tarmizi SPd SMn MSi serta jajaran pengruus DWP OKU.

Menurutnya,gejala dan tanda penyakit kaki gajah terbagi menjadi dua, yaitu gejala akut dan gejala kronis. Pada gejala akut, Anda akan merasakan demam berulang-ulang selama 3-5 hari (demam hilang ketika beristirahat dan muncul lagi setelah beraktivitas berat), bengkaknya kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha atau ketiak yang tampak kemerahan, panas, dan sakit. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit, yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, atau buah zakar, yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.

Pada gejala kronis akan merasakan pembesaran yang menetap pada tungkai, lengan, buah dada, atau buah zakar.

Untuk itu, cara mencegah dan menangani kaki gaja, antara lain memberikan edukasi dan pengenalan penyakit kaki gajah pada penderita dan warga di sekitarnya. Melakukan pemberantasan nyamuk di wilayah masing-masing untuk memutuskan mata rantai dan penularan penyakit ini. Melakukan gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur) dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk di wilayah tersebut.

"Berusahalah untuk menghindari diri dari gigitan nyamuk penular," katanya. (eni)

Penulis: Leni Juwita
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved