Bertaruh Nyawa Insentif Kecil

Tak jarang, para driver dalam menerima penumpang seringkali harus pilih-pilih lebih dahulu untuk menghindari menjadi korban aksi kejahatan.

Bertaruh Nyawa Insentif Kecil
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Ratusan massa dari berbagai komunitas driver dan ojek online di kota Palembang, melakukan aksi long march di jalan jendral Sudirman Kamis (3/10/2019). 

PALEMBANG, SRIPO -- Derita para driver online GoCar tak hanya tentang insentif atau bonus yang dipotong hingga 50 persen oleh pihak aplikator. Para driver pun kerap bertaruh nyawa, lantaran driver kerap kali menjadi sasaran aksi begal.

Tak jarang, para driver dalam menerima penumpang seringkali harus pilih-pilih lebih dahulu untuk menghindari menjadi korban aksi kejahatan. Jika dirasa penumpang mencurigakan atau mempunyai gelagat mencurigakan, driver terpaksa harus membatalkan pesanan.

Ari, seorang driver online Palembang mengaku bekerja menjadi seorang sopir taksi online harus ekstra waspada. Resiko kejadian dijalanan selalu menjadi momok menakutkan para driver.

"Ngeri-ngeri sedap juga, ongkos tidak seberapa tetapi kita harus bertaruh nyawa. Apalagi saat ini ditambah dengan insentif dipotong," ujarnya, Rabu (23/10).

Dalam mencari penumpang, pria yang memiliki seorang anak ini selalu berkoordinasi dengan sesama rekan driver lainnya di grup jejaring sosial Whatsapp. Jika dirasa calon penumpang tidak aman maka rekan grup akan memberi tahu bahwa kondisi tidak aman.

"Kalau orderan tidak jelas dan alamatnya jauh, ya kita biasa koordinasi dulu dengan teman. Kalau aman ambil," tegasnya.

Senada dengan Ari, Febri driver online lainnya mengaku nyaris jadi korban begal saat ini tengah menjemput penumpang di kawasan Kertapati. Saat si calon penumpang naik ke dalam mobil, ia melihat dipinggang pria tersebut ada senjata tajam.

"Sekitar setahun lalu hampir jadi korban. Waktu saya lihat gelagat tidak bagus langsung saya suruh turun," jelasnya.

Diakuinya, menjadi seorang driver di Kota Palembang cukup membahayakan. Setidaknya sudah ada sekitar empat kasus korban begal menerpa para driver online.

"Harapan saya semoga pihak aplikator mengerti keadaan kita di lapangan. Narik sudah susah, intensif ya janganlah dipotong lagi," harap Febri. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved