Pengumuman Calon Menteri Paling Lambat Hari Selasa

Presiden juga menegaskan nomenklatur yang kemungkinan tidak berubah, sama seperti kementerian sebelumnya, berjumlah 34.

Pengumuman Calon Menteri Paling Lambat Hari Selasa
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Presiden Joko Widodo saat bertemu calon presiden Prabowo Subianto usai sama-sama mencoba kereta MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Joko Widodo yang ditetapkan sebagai calon presiden terpilih pada pemilihan presiden 2019. Tribunnews/Jeprima 

JAKARTA, SRIPO -- Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera umumkan calon pembantunya di kabinet untuk periode lima tahun mendatang. Presiden juga menegaskan nomenklatur yang kemungkinan tidak berubah, sama seperti kementerian sebelumnya, berjumlah 34.

“Paling (umumkan kabinet) sehari dua hari, paling lama tiga hari. Bisa Minggu, bisa Senin, bisa Selasa,” kata Presiden usai menggelar silaturahmi bersama jajaran Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (18/10), dua hari lalu.

Jokowi berharap masyarakat bersabar menunggu pengumuman jajaran menteri yang kemungkinan tidak hanya diisi oleh kader partai, melainkan juga tenaga profesional. “Kalau sudah diumumkan semua akan tahu. Mana yang masuk, mana yang tidak masuk, mana yang belum masuk,” kata dia.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kesempatan silaturahim dengan Presiden Jokowi dan jajaran menteri, berbagi kesan selama lima tahun ini bekerja sama dengan Presiden Jokowi. “Selama lima tahun bersama Pak Jokowi, semua baik. Kalau tidak baik bagaimana kita mau bekerja sama,” ujarnya.

Ditanya apakah dirinya bakal merindukan komunikasi dengan Jokowi? Jusuf Kalla langsung tertawa lepas. “Ini kan bukan perpisahan, kita masih bisa komunikasi. Sekarang sudah canggih dengan alat komunikasi bisa tatap muka,” tuturnya.

Mengenai sosok Jokowi, menurut Jusuf Kalla, Jokowi paling tidak bisa dibohongi karena selalu turun ke bawah melihat langsung detailnya di lapangan. “Beliau (Jokowi) ini selalu ketahui detailnya, selalu ke bawah, ke daerah. Jadi wajar detailnya beliau tahu dan tidak bisa dibohongi,” ungkapnya.

Jokowi dalam kesempatan itu bercerita suka dukanya selama lima tahun bekerja bersama Jusuf Kalla dan para menterinya. “Ini silaturahmi yang terakhir dengan Bapak JK (Jusuf Kalla) beserta para menteri, stafsus dan utusan khusus yang kita lakukan dengan sederhana,” kata Jokowi.

“Karena kita telah lima tahun bekerja bersama-sama sehingga acara hari ini adalah acara ya kalo perpisahan kan bukan perpisahan juga, karena setiap hari kita mungkin masih sering bertemu,” tambah Jokowi lagi.

“Setiap hari kan spesial terus tidak ada yang tidak spesial, spesial pusing, spesial kejar-kejaran dengan waktu. Spesial terus karena setiap hari kita selalu memiliki persoalan, memiliki masalah yang belum diselesaikan, hampir setiap hari selalu ada. Kita terbiasa dengan itu tapi kan kejar-kejaran waktu kan sangat penting dalam rangka antisipasi semua masalah yang ada,” tutur Jokowi.

Ditanya mengenai evaluasi lima tahun ini, dia menjelaskan selama ini dia selalu menerapkan kerja dengan target dan dibatasi waktu. Jika ada kerja-kerja yang tidak tuntas, pasti dievaluasi dan dikoreksi dimana letak masalah serta hambatannya.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved