Human Interest Story

Terharu Dibesuk Bocah Penjual Cilok

Putra ditemani tim The Hermansyah kemudian menuju sebuah swalayan untuk membelikan oleh-oleh untuk Ashanty.

Editor: Soegeng Haryadi
Kolase Sripoku.com/Instagram@ashanty_ash
Ashanty 

Muhammad Saputra, bocah yatim piatu penjual cilok yang viral beberapa waktu yang lalu, menyambangi kediaman keluarga artis Anang Hermansyah. Ia datang untuk menjenguk Ashanty yang kini tengah menderita penyakit autoimun.

Kunjungan Putra itu diabadikan dalam video berjudul "MENGHARUKAN! PUTRA JENGUK BUNDA ASHANTY DAN BERIKAN BUAH TANGAN DARI HASIL JUALAN CILOK" yang diunggah di kanal YouTube The Hermansyah A6.

"Hai guys kemarin kan putra nonton YouTube, terusnya lihat bunda Ashanty sakit. Putra mau nengokin bunda. Lagi dijemput sama tim The Hermansyah. Sekarang Putra mau bawain oleh-oleh buat bunda," ujar Putra di awal video tersebut.

Putra ditemani tim The Hermansyah kemudian menuju sebuah swalayan untuk membelikan oleh-oleh untuk Ashanty. Ternyata Putra hendak membawakan Ashanty buah-buahan. Ia kemudian berkeliling swalayan untuk memilih buah-buahan. Beberapa saat kemudian Putra menuju kasir karena hendak membayar barang belanjaannya. Namun ternyata uang Putra tak cukup. Tim The Hermansyah kemudian memberikan uang tambahan untuk Putra. Setelah membeli oleh-oleh, Putra menuju rumah keluarga Anang. Ia kemudian bertemu Ashanty yang ia sapa dengan panggilan Bunda.

Ashanty tampak terharu melihat kedatangan Putra.

Tahu dari mana bunda sakit?" ujar Ashanty. "Dari YouTube," jawab Putra. Ashanty dan Putra kemudian terlibat perbincangan santai. Mereka membahas seputar kehidupan Putra dan rencananya bersekolah.

Tak hanya dengan Ashanty, Putra juga tampak akrab dengan Aurel dan Anang. Mereka melakukan beragam kegiatan bersama seperti memasak dan makan. Adapun Putra merupakan bocah yatim piatu berusia 12 tahun yang mencari nafkah dengan cara menjual cilok. Ia berjualan setiap sore setelah pulang dari sekolah. Menggunakan sebuah sepeda yang dipasangi keranjang putih tempat meletakkan cilok-cilok tersebut, Putra berkeliling hingga pukul 21.00 WIB.

Hasil dari berjualan tersebut kemudian digunakan untuk membantu membeli keperluan sehari-hari. Uang itu untuk membayar kontrakan rumah kayu yang berukuran kurang lebih 3x5 meter. Juga untuk biaya sekolah adik pertamanya yang duduk di bangku TK serta susu dan popok adik bontotnya yang masih berusia 10 bulan. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved