Keluarga Tak Tahu Fitri-Alamsyah Menikah

Suasana rumah dan sekitarnya pada Jumat menjadi sepi tidak seramai sehari sebelumnya saat polisi melakukan penggeledahan.

Keluarga Tak Tahu Fitri-Alamsyah Menikah
kolase whatsapp
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto yang merupakan suami istri, Syahril Amansyah alias Abu Rara, dan Fitri Andriana. 

KEDUA orangtua Fitria Diana, tersangka penyerang Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto, langsung mengurung diri setelah diinterogasi oleh Polres Brebes. Fitria Diana (21), disebut sebagai istri Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31), tersangka kasus penikaman terhadap Menteri Wiranto, namun keluarga mengaku tidak mengetahuinya.

Sunarto dan Karti, orangtua Fitria, dipulangkan ke rumahnya, sekira pukul 23.30 WIB, seusai menjalani pemeriksaan beberapa jam di Polres Brebes. “Pulang tengah malam. Mereka tidak mau menemui tetangga dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Pintu rumah juga ditutup terus,” kata seorang kerabatnya, Rustini, Jumat (11/10).

Suasana rumah dan sekitarnya pada Jumat menjadi sepi tidak seramai sehari sebelumnya saat polisi melakukan penggeledahan. Garis polisi yang terpasang mengelilingi rumah juga sudah tidak ada.

Orangtua Fitria juga menolak kedatangan para wartawan yang ingin mewawancarai mereka. Rustini mengungkapkan, selaku keluarga ia masih tidak percaya Fitria Diana menjadi pelaku penikaman Kapolsek Menes, Kabupaten Padeglang, Banten, Kamis siang.

Menurutnya, Fitria yang akrab disapa Pipit merupakan sosok yang baik dan tidak pernah membuat masalah di lingkungan keluarga maupun masyarakat di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan,Kabupaten Brebes.

Selain itu, lanjutnya, pihak keluarga juga tidak mengetahui Fitria sudah menikah dan tinggal satu atap di rumah kontrakan di Pandegelang, Banten, bersama seorang laki-laki bernama Syahril Alamsyah.

“Fitria belum nikah. Tapi dia pernah telepon meminta izin ke pihak keluarga untuk bertunangan dengan laki-laki asal Medan. Seandainya mereka sudah menikah, keluarga tidak tahu,” ungkapnya.

Dikatakannya, Fitria adalah sosok yang gemar membaca buku. Hal itu diketahui keluarga yang kerap melihat membaca sejak dua tahun silam.

“Kalau dia pulang kan jarang keluar rumah. Dia lebih senang diam di rumah dan baca buku. Ya saya dan orangtuanya saat lihat dia baca buku bertanya, kamu baca buku apa? Terus dia jawab baca buku soal agama,” ujarnya.

Meski gemar membaca buku, lanjut Rustini, Fitria tidak memiliki banyak koleksi. Buku-buku tersebut dibeli Fitria secara online. Itulah yang membuat pihak keluarga heran, sebab saat penggeledahan polisi menemukan dan menyita buku dalam jumlah yang banyak.

“Setahu saya tidak banyak buku yang dimiliki, paling tiga atau empat buku. Tidak sebanyak yang dibawa pak polisi, sampai dua dus,” herannya.

Saat Tribun Network menelusuri ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Larangan, tidak ditemukan catatan pernikahan atas nama Fitria Diana atau Fitri Andriana dengan Syahril Alamsyah.

Petugas bahkan sama sekali tidak pernah menerima berkas permohonan persyaratan nikah dari pihak keluarga maupun aparat desa setempat. “Berdasarkan data yang ada di KUA Larangan, tidak ditemukan nama pasangan Fitria Diana dan Syahril Alamsyah berstatus menikah. Kami melakukan pencarian dalam buku daftar pernikahan warga. Namun, nama pasangan tersebut tidak tercantum,” kata petugas KUA Larangan, Sefiyah.

Polres Brebes enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, penanganan terhadap kasus penikaman Wiranto bukan kewenangan Polres Brebes. “Bukan kewenangan kami ini tapi Densus 88 Antiteror,” katanya. (tribunjateng/nal)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved