Human Interest Story

Simulasi Banjir di Rantau Bayur, Warga Histeris Minta Tolong

Latihan simulasi ini untuk melihat kesiapan tim gabungan, apabila ada bencana banjir di Banyuasin

Simulasi Banjir di Rantau Bayur, Warga Histeris Minta Tolong
dok. pemkab banyuasin
Suasana simulasi bencana banjir di Desa Rantau Bayur Banyuasin. 

KABUPATEN Banyuasin, satu dari 10 Kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi latihan dan simulasi tanggap bencana alam oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dipandu langsung Tim Crisis Center dr Fahmi Alatas SpP dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Simulasi penanganan banjir di Desa Rantau Banyur itu, Kamis (10/10/2019) menjadi bukti kesiapsiagaan Tim Tanggap Bencana Banyuasin menangani kasus bencana banjir sesuai SOP dengan jumlah korban enam orang meninggal dunia dan tujuh orang luka-luka.

Drama simulasi penanganan bencana banjir dipantau langsung Wakil Bupati Banyuasin H Slamet SH didampingi Kadis Kesehatan dr H Mgs M Hakim MKes, Kadis BPBD dan Kesbangpol Ir Alpian MM, personel 0430/Banyuasin, dan Polres Banyuasin. Banjir setinggi 1,5 meter air setinggi dada orang dewasa tersebut sempat membuat warga Desa Rantau Bayur, histeris minta tolong. Derasnya air dengan kedalaman air cukup tinggi, menyebabkan banyak warga mengalami luka berat dan tiga orang tewas, tak sempat tertolong.

Wabup Banyuasin H Slamet SH mengatakan, latihan simulasi ini untuk melihat kesiapan tim gabungan, apabila ada bencana banjir di Banyuasin. Termasuk upaya penanganan pasca banjir, seperti ancaman diara dan mutaber.

"Banyuasin rawan banjir karena wilayah perairan yang dialiri Sungai Musi," kata Wabup, seraya menyebutkan ada beberapa kecamatan yang rawan banjir yakni, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin 3, dan wilayah pesisir tak jauh dari aliran sungai musi. Latihan ini langsung praktik.

Sementara Kadis Kesehatan dr H Mgs M Hakim MKes menyebutkan, simulasi ini sebagai kegiatan untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Dan pihak kesehatan telah siap menolong dengan kelengkapan dan ilmu yang telah dipraktikan ini. Secara nasional, Tim Crisis Center Kementerian Kesehatan RI melakukan simulasi di 10 Kabupaten/kota di Indonesia. "Untuk Sumatera, dipilih Banyuasin karena dinilai Kemenkes memiliki tim tanggap bencana yang sudah siap," katanya.

Dalam simulasi tersebut, Tim Kesehatan memberikan pertolongan mulai dari pertolongan pertama mengeksekusi, membawa warga ke posko perawatan, posko kesehatan, rumah dapur, dan tempat penampungan. (mbd)

Penulis: Mat Bodok
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved