Human Interest Story

Saya Sakit Hati Sering Diejek Banci

Rizki mengalami luka robek di kepala, bahu kiri, dan pergelangan tangan kanan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Saya Sakit Hati Sering Diejek Banci
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kasub Opsnal Pidum, Ipda Andrean menunjukan barang bukti pedang yang digunakan Eko melakukan aksi pembacokan terhadap Rizki pada tanggal 10 September 2019 lalu, Kamis (10/10). Eko ditangkap saat berada di rumah susun. 

SETELAH sempat buron selama satu bulan, Eko Saputra, pelaku pengeroyokan terhadap Rizki Febriansyah berhasil dibekuk unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang. Eko terlibat pada kasus penganiayaan tersebut pada 10 September lalu.

Akibat pengeroyokan dan penganiayaan, Rizki mengalami luka robek di kepala, bahu kiri, dan pergelangan tangan kanan sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubnit Pidum, Ipda Andrean mengatakan, kronologi penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Mujahidi, Pasar 26 Ilir Palembang pada 10 September lalu.

Andrean menerangkan, peristiwa bermula saat Rizki sedang duduk di tempat kejadian perkara (TKP), lalu datanglah tersangka dan rekannya bernama Roma, yang sudah ditangkap sebelumnya. Diduga muncul persoalan antara pelaku dan korban sehingga terjadi cekcok diantara keduanya.

"Tersangka Roma yang sebelumnya sudah kami tangkap, perannya memeluk korban dari belakang. Sementara Eko menikam korban menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban mengalami luka robek di kepala, bahu kiri, dan pergelangan tangan kanan," jelas Andrean kepada wartawan di Mapolresta Palembang, Kamis (10/10).

Setelah kejadian korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit RK Charitas. Sedangkan kedua tersangka langsung kabur. Namun seorang diantaranya yakni Roma berhasil ditangkap pada pertengahan September lalu.

Kini, Eko juga berhasil ditangkap di kediamannya rumah susun Kelurahan 26 Ilir pada Kamis (10/10) pukul 10.30. Selain mengamankan tersangka Eko yang sempat buron, polisi juga mengamankan barang bukti parang yang digunakan untuk menikam korban.

"Dengan demikian, kedua pelaku pengeroyokan ini sudah ditangkap semua. Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terutama terhadap saudara Eko," jelas Andrean.

Sementara, Eko mengakui perbuatannya ikut mengeroyok korban. "Saya cuma satu kali membacok korban di bagian kaki, sementara Roma di bagian kepala," kilahnya.

Pria 35 tahun ini berdalih, ia sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari korban, bahkan pernah dibacok oleh korban.

"Jujur saya sakit hati, dia (korban) ini terus ejek saya dengan kata-kata banci. Dan juga (saya) dendam lama pernah dibacok (korban), sehingga saya bawa parang untuk membacok korban," kilahnya lagi. (diw)

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved