Human Interest Story

Dulu Membunuh Sekarang Hafiz Quran

Setidaknya, ia sudah menjalani pembinaan di LPKA Klas 1 Palembang selama 3,5 tahun lebih dari total hukuman delapan tahun dari vonis majelis hakim.

Dulu Membunuh Sekarang Hafiz Quran
ISTIMEWA
Ilustrasi 

MASIH ingat dengan kasus pembunuhan Branch Operational Manager Bank Mandiri Baturaja, Yoppy Novrianto (35) tahun 2016 lalu? Tiga pelakunya merupakan anak di bawah umur dan satu pelaku dewasa. Mereka sudah ditangkap dan di vonis pengadilan.

Satu dari tiga dari pelaku saat ini masih menjalani pembinaan di LPKA Klas 1 Palembang. Anwar namanya. Ia di vonis majelis hakim dengan hukuman selama delapan tahun penjara, karena tindakan ikut serta melakukan pembunuhan Yoppy.

Saat itu, usianya masih 16 tahun dan nekat melakukan pembunuhan karena diajak temannya yang sudah dewasa untuk mencuri barang berharga milik korban. Saat ditemui di LPKA Klas 1 Pakjo Palembang, Anwar terlihat sudah sangat berubah 180 derajat. Saat datang, ia yang mengenakan baju gamis ternyata baru selesai melaksanakan salat ashar berjemaah. Sripo coba berbincang dengan remaja yang kasusnya sempat membuat heboh Sumsel.

Setidaknya, ia sudah menjalani pembinaan di LPKA Klas 1 Palembang selama 3,5 tahun lebih dari total hukuman delapan tahun dari vonis majelis hakim. Anwar mengaku, tindakan yang dilakukannya saat itu memang salah besar. Ia mengaku sangat bersalah telah melakukan pembunuhan, meski awalnya hanya diajak teman yang baru dikenal satu hari.

"Aku di sini mendapat pembinaan dan setelah masuk ke sini aku menyadari betapa besarnya kesalahan aku karena membunuh orang. Selain sekolah, kegiatan aku sekarang lebih banyak mengikuti kegiatan agama dan juga menghafal Alquran," ujarnya, Kamis (10/10/2019).

Anwar mengaku termakan bujuk rayu sang teman yang baru dikenalnya sehari, untuk melakukan perampokan terhadap manager bank Mandiri Baturaja. Karena, temannya tersebut memang sudah kenal dengan korban. Akan tetapi, karena ada kekesalan sehingga sang teman mengajaknya untuk melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap korban.

Lanjutnya, ia tidak terpikir saat ini mau melakukan perampokan. Lantaran dibujuk akan mendapatkan uang banyak dan juga tidak memiliki resiko, sehingga ia mau ikut untuk melakukan perampokan disertai pembunuhan terhadap korban. Awalnya, bukan dirinya yang bertugas untuk membunuh korban bila ketahuan. Akan tetapi, temannya yang dewasa tersebut akan mengeksekusi korban. Namun saat sudah beraksi dan diketahui korban, mau tidak mau ia dipaksa untuk mengeksekusi korban hingga tewas.

"Awalnya tidak tahu, kalau resikonya sampai masuk penjara seperti ini. Karena, kata teman hanya merampok saja, bukan untuk membunuh korbannya. Setelah kejadian itu, aku sadar dan berupaya kabur karena memang tindakan aku salah dan takut ditangkap polisi," ceritanya.

Dalam pelarian hingga ditangkap polisi, ia menyadari bila tindakannya sangat salah. Terlebih, bila selama ini ia sudah menyia-nyiakan kepercayaan orangtunya. Karena pergaulan di lingkungan yang salah, saat itu membuatnya sering bolos sekolah.

Terlebih, bertemu dengan teman yang salah membawanya ke jalan yang salah pula. Ia mau ikut untuk melakukan tindakan kriminal sampai membunuh orang yang menurutnya tidak bersalah.

Dari itulah, ia merasa sangat bersalah atas apa yang telah dilakukan. Ia memutuskan untuk menjalani hukumannya dengan ikhlas dan berupaya untuk menjadi orang baik setelah bebas nanti. Kegiatan sekolah terus diikutinya agar bisa lulus sekolah, meski bersekolah di dalam LPKA. Selain itu, ia juga terus memperdalam ilmu agama dan menghafal Alquran sampai 30 juz.

"Aku ingin nantinya bisa kuliah dan membuat bangga orangtua. Karena, sebelumnya sudah membuat orangtua kecewa. Aku juga bertekad untuk bisa hafal Alquran 30 juz, meski saat ini baru 3 juz. Aku juga bercita-cita menjadi ustad agar bisa bermanfaat untuk orang banyak," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Anwar juga berpesan kepada anak-anak seusianya dan remaja di Sumsel. Menurutnya, apa yang diungkapkan orangtua tidak ada yang salah dan memang demi kebaikan anaknya. Jangan sesekali, membantah apa yang diungkapkan orangtua karena memang akan berdampak buruk nantinya.

Selain itu, Anwar juga berharap kepada remaja seusianya lebih baik mencari teman yang baik dan bergaul dilingkungan yang baik. Karena, bila berteman dengan orang yang tidak dan masuk ke lingkungan yang tidak baik, maka akan menjadi orang yang tidak baik pula.

"Aku berpesan seperti ini, karena aku sudah mengalami. Tidak ikut omongan orangtua dan berteman dengan orang yang tidak baik, sekarang akibatnya kembali ke kita sendiri," pungkasnya. (ardiansyah)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved