Wiranto Diserang di Banten

Abu Rara tak Terdeteksi: Saat Salaman dengan Kapolsek Terobos Pengawal Wiranto

Peristiwa mengagetkan terjadi di Pandeglang, Banten. Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh seorang pria bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Selain W

Tayang:
Editor: Bejoroy
kolase whatsapp
Dua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto yang merupakan suami istri, Syahril Amansyah alias Abu Rara, dan Fitri Andriana. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Peristiwa mengagetkan terjadi di Pandeglang, Banten. Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh seorang pria bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Selain Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto juga kena tusuk di bagian punggung yang pelakunya belakangan diketahui istri dari Abu Rara bernama Fitri Andirana.

Penusukan terhadap Wiranto dan Kapolsek Menes terjadi usai peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar, Pandeglang. Wiranto hendak balik ke Jakarta dengan helikoper saat peristiwa terjadi.

Penusukan Terhadap Wiranto, Terdengar Bisik-bisik Pengalihan Isu Rusuhnya Perppu KPK

Tragedi Menko Polhukam Wiranto Ditikam Abu Rara Cuma Settingan, Putri Amin Rais Ini Jadi Sorotan!

Usai peristiwa berdarah tersebut kedua pelaku langsung diamankan polisi. Dua senjata tajam berwarna hitam dengan tali merah melilit pegangannya juga ikut disita. Senjata itu digunakan pelaku menusuk Wiranto dan bernama kunai atau pisau yang dipakai ninja. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan kunai dipakai pelaku untuk melakukan penusukan. “Ya benar senjatanya itu,” kata Dedi saat wartawan memperlihatkan foto kunai yang tersebar di media sosial.

Dari hasil proses penyelidikan sementara, Dedi juga menyebut, pelaku lelaki bernama Abu Rara diduga terpapar paham radikal ISIS. Mabes Polri juga memastikan pasangan suami istri, Fitri Andriana (FA) dan Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara, tergabung dalam kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi.

“Sudah bisa dipastikan pelaku termasuk dalam kelompok JAD Bekasi,” ujar Dedi.

Dedi mengungkapkan bahwa JAD Bekasi dipimpin oleh Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba. Abu Zee telah ditangkap oleh Densus 88 pada akhir September lalu. “Amirnya Abu Zee yang sudah ditangkap tanggal 23 September yang lalu bersama 8 pelaku lainnya. Satu orang yang ditangkap di Jakarta Utara,” tutur Dedi.

Dedi mengungkapkan FA berasal Brebes, Jawa Tengah, sementara SA berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara. Terkait lokasi penyerangan, Dedi mengatakan pihaknya masih mendalami potensi kerawanan di daerah tersebut.

“(Pelaku) belum (dipantau), wilayahnya cukup rawan, nanti didalami,” tutur Dedi.

Menurut Dedi, motif penusukannya, mereka yang terpapar radikalisme ISIS menjadikan pejabat publik dan polisi sebagai sasaran serangan. “Ya kalau misalnya terpapar radikal ya pelaku pasti menyerang peabat publik, utamanya aparat kepolisian yang dianggap thaghut karena kita lakukan penegakan hukum terhadap kelompok seperti itu,” kata Dedi.

Dedi juga membantah pihaknya kecolongan terkait insiden penusukan Wiranto. Saat kejadian interaksi antara Wiranto dengan masyarakat merupakan hal yang biasa terjadi.

“Tidak ada istilah kecolongan jadi interaksi pejabat publik dengan masyarakat seperti hal ya yang sudah terjadi seperti itu, bersalaman, disapa itu hal biasa,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, pengamanan yang diberikan kepada Wiranto sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan menteri. Sejumlah skema pengamanan telah diterapkan saat kehadiran Wiranto di Menes. “Pengamanan tetap melekat ada pengamanan melekat (pamkat), pengamanan pengawalan (pamwal) juga sudah standar operasional sudah ada pengawalan melekat,” tutur Wiranto.

Direktur RSUD Berkah Pandeglang, Dokter Firmansyah membeberkan kondisi Wiranto. Dokter Firmansyah menjelaskan, Wiranto mengalami dua luka tusukan yang cukup dalam di bagian perutnya. Firmansyah menjelaskan, Wiranto saat ditangani dalam keadaan sadar. “Beliau mendapat dua luka di bawah perut dan ditangani RSUD dalam kondisi sadar,” ujar Dokter Firmansyah.

Karena lukanya cukup dalam, maka Wiranto dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Wiranto diharuskan mendapat operasi. Terpisah, Deputi IV Staff Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sebut Menkopolhukam Wiranto sudah dipindahkan ke Ruang Recovery (RR) usai operasi yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam. Mantan Panglima ABRI itu juga harus jalani rawat inap. Hal itu disampaikan olehnya setelah menerima keterangan dari dokter Terawan.

“Di ruang RR ya, menurut keterangan dokter Terawan insyaallah akan segera baik ya. Masa kritisnya ditunggu sedikit lagi,” kata Ali Mochtar Ngabalin.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved