Human Interest Story

Mantan Bankir Jadi Desainer

Sejak keluar dari pekerjaannya, Rahma belajar mendesain busana-busana secara otodidak serta berkaca pada hasil dari karya desainer ternama.

Mantan Bankir Jadi Desainer
SRIPO/RAHMALIYAH
Rahma Ivani 

BESARNYA minat untuk menjadi desainer, membuat Rahma Ivani yang dulunya seorang pegawai bank di Kota Palembang itu resign dari tempat kerjanya. Ia mengaku, sudah sejak lama ingin berkecimpung di dunia fesyen, khususnya mengangkat kearifan kain-kain lokal khas Sumatera Selatan.

"Dulu kerja kantoran, sekarang rumahan, sudah empat tahun saya keluar dari perusahaan. Saya ingin lebih fokus untuk bisa mewujudkan keinginan jadi desainer," ujarnya saat ditemui di Palembang Square Mall sela kegiatan Palembang Musim Fashion Festival, Kamis (3/10/2019).

Sejak keluar dari pekerjaannya, Rahma belajar mendesain busana-busana secara otodidak serta berkaca pada hasil dari karya desainer ternama. "Inspirasi dari desainer ternama juga ada, tapi dimix dari inspirasi sendiri, lihat busana keseharian apa yang nyaman untuk aktifitas. Sebab, untuk desain busana saya lebih mengarah ke Simple Glamz warna pastel, sederhana namun terlihat elegan seperti jumpsuit, gamis santai dll ," katanya.

Ibu rumah tangga yang juga memiliki bisnis salon itu mengatakan, inspirasi untuk desain busananya bisa datang kapan saja. Namun ketika inspirasi muncul dirinya selalu menorehkannya dalam kertas desainnya untuk kemudian segera diberikan pada penjahit rekanannya.

"Kendalanya saya memang tidak mahir menjahit, beda mungkin ya dengan desainer lain. Karenanya saya ada rekan penjahit yang sudah mengerti dan paham mau kemana arah busana yang saya desain ini. Saya tidak memaksakan untuk membuat desain jika belum ada inspirasi," katanya.

Menurutnya, pangsa pasar busana muslim di Kota Palembang masih terbuka luas. Para generasi muda pun ada kesempatan untuk berkarir dan mewujudkan impian.

"Palembang pasarnya bagus, kalau saya pribadi desain busana yang saya buat ditujukkan untuk ibu muda dan gadis belia. Satu desain satu baju dan inilah yang terkadang membuat busana berbeda dari pasaran. Harga yang saya pasarkan Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta," katanya. (rahmaliyah)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved