Kami Sekat Api dengan Kanal

Fakta yang cukup fantastis, karena kebakaran tersebut mencapai 750 hektare. Konsekuensinya, lahan konsesi di perusahaan itupun kini disegel KLHK.

Kami Sekat Api dengan Kanal
Shutterstock
Ilustrasi kebakaran 

KAYUAGUNG, SRIPO -- Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutbunlah) yang terjadi di berbagai daerah memunculkan banyak kerugian serta penyakit yang harus diderita masyarakat. Diketahui sebelumnya kebakaran terjadi di lahan konsesi milik PT. Dinamika Graha Sarana (DGS) yang terletak di Penyandingan, Kec. Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Fakta yang cukup fantastis, karena kebakaran tersebut mencapai 750 hektare. Konsekuensinya, lahan konsesi di perusahaan itupun kini disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).

"Hari ini kami berada di lahan konsesi PT DGS yang lahannya terbakar, jadi ini yang terbakar lahan tebu dan lahan kosong ya. Berdasarkan catatan satelit lahan seluas 750 hektare tersebut terbakar habis," kata Ketua Satgas Gakkum Karhulta KLHK Sugeng Priyanto, Kamis (3/10/2019).

Ditambahkan Sugeng, PT DGS sebagai perusahaan pemilik izin ini disebut harus bertanggung jawab atas terbakarnya lahan tersebut. Bahkan KLHK berecana menerapkan 3 instrumen hukum dalam penyidikan.

"Mereka harus bertanggung jawab apakah ada rusak ekologis atau secara hukum. Serta ada 3 instrumen yang akan kami tegakkan di kasus ini, ada administrasi, perdata dan pidana," ucapnya.

Khusus gugatan pidana, Sugeng menilai perusahaan atau pejabatnya dapat juga dipidana. Apakah atas dugaan kelalaian dan unsur kesengajaan.

"Gugatan pidana dan akan kita terapkan langsung pada perusahaan-perusahaan yang terkena. Tentu kita sangat terganggu dengan kondisi ini,"

"Unsurnya bisa karena dugaan kelalaian atau kesengajaan, masih akan kita lakukan pemeriksaan. Kita lihat saja nanti," katanya.

Sementara berdasarkan catatan KLHK di satelit dan lapangan, lahan yang disegel itu pernah terbakar pada tahun 2015 lalu. Bahkan akibat kebakaran teraebut kabut asap menyelimuti Kota Palembang.

Sementara itu disampaikan Manager operasional PT DGS Rois Pasaribu mengakui lahan itu adalah miliknya. Namun saat ini belum dikelola secara maksimal karena masih dikuasai masyarakat.

"Izin Usaha Perusahaan (IUP) PT. DGS total sekitar 11 ribu hektare, tapi baru sekitar 4,5 ribu yang kita kelola sejak 2016 lalu. Sisanya ada kebun karet pertanian yang dikelola masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan jika lahan yang mengalami kebakaran tidak berada di dalam lokasi dari PT DGS.

"Perlu diketahui lahan terbakar itu ada di luar lahan yang kami kelola. Kalau lahan yang kami kelola aman dan dapat dilihat kalau sudah disekat kanal untuk membatasi api meluas," katanya. (cr12)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved