Human Interest Story

Pria Asal Lahat Bersepeda ke Raja Ampat, Yang Saya Bawa Cuma Buku

Edi mengatakan jika perjalanan dirinya mengendarai sepeda Ontel dengan membawa buku bacaan karena ia terinspirasi dari keadaan Indonesia bagian Timur.

Pria Asal Lahat Bersepeda ke Raja Ampat, Yang Saya Bawa Cuma Buku
Tribun Sumsel/Nando Zein
Edi asal Desa Purwaraja SP4 Palem Baja, kecamatan kikim timur, Kabupaten Lahat memulai perjalanan akan menjelajahi Indonesia dengan titik tujuan yakni Indonesia bagian Timur, dengan tujuan mulia ingin membuat anak-anak dapat membaca, Rabu (2/10/2019). 

KEBAIKAN bisa dilakukan oleh siapa saja dengan niat yang tulus membantu sesama. Kebaikan itu juga bisa menginspirasi sekaligus mengetuk hati banyak orang supaya lebih peduli dengan sekitar Berbicara mengenai niat tulus dalam melakukan kebaikan, nampaknya memang dipegang teguh oleh Edi Ismunir. Lelaki yang lahir di Solo pada bulan 7 tanggal 7 tahun 1965, atau tepatnya tahun ini dirinya sudah menginjak umur 54 tahun.

Dengan mengendarai sepeda ontelnya seorang diri, Edi asal Desa Purwaraja SP4 Palem Baja, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat memulai perjalanan akan menjelajahi Indonesia dengan titik tujuan yakni Indonesia bagian Timur.

Karena tujuannya yaitu Indonesia bagian timur, maka Edi mengambil jalur lintas timur Sumatera Selatan dan kini ia sampai di Kota Kayuagung. Edi menceritakan niatnya yang mulia itu, Rabu (2/10/2019).

"Saya berangkat dari Lahat pada hari Rabu (25/9/2019) , jadi sudah selama 6 hari baru sampai Kayuagung," ucapnya.

Lalu, Edi mengatakan jika perjalanan dirinya mengendarai sepeda Ontel dengan membawa buku bacaan karena ia terinspirasi dari keadaan Indonesia bagian Timur yang masih kurang akan fasilitas buku bacaan.

"Saya terinspirasi oleh saudara-saudara kita yang ada di bagian Timur Indonesia. Setelah saya melihat, saya keliling Pulau Jawa dengan sepeda ontel inilah dari Kabupaten Lahat sampai ke Bali, Lombok, dan Nabire sana, ternyata anak-anak didik ini kurang fasilitas terutama buku bacaan," jelasnya.

Hebatnya, kini Edi akan memulai kembali perjalanannya menjelajah Indonesia bagian Timur dengan membawa visi mulia yang tulus muncul dari hatinya.

"Visi saya ingin Membuka Ruang Baca Buku Bagi Anak-anak Didik Indonesia Bagian Timur dengan tujuannya ialah ke Raja Ampat," tuturnya.

Dikatakan Edi, jika dirinya akan sampai di Raja Ampat sekitar 3 sampai 4 bulan lagi, namun tekatnya yang peduli akan anak-anak didik di bagian Timur Indonesia mengalahkan keadaannya yang justru tidak membawa bekal uang selama bertahan di perjalanan.

"Sampai kesana masih sekitar tiga sampai empat bulan lagi, dan saya tidak memiliki budget, saya tidak memiliki uang. Saya hanya membawa buku , dan juga buku singgah, dimana nanti setiap saya sampai di suatu daerah saya akan berhenti lalu meminta izin permisi numpang lewat di wilayah kewenangan pemerintah setempat," terangnya.

Lebih lanjut Edi menuturkan jika dirinya pergi seorang diri serta rela meninggalkan istri dan anak-anaknya di Kabupaten Lahat demi mengemban niatnya yang mulia itu.

"Saya punya tiga orang anak, istri dan anak-anak saya tinggal di Kabupaten Lahat. Ini sudah kedua kalinya saya meninggalkan mereka dan memulai perjalanan," tandasnya.

Edi juga menaruh harapan besar kepada anak-anak didik yang ada di seluruh Indonesia terutama Indonesia bagian timur.

"Semoga anak-anak didik di masa yang akan datang bisa lebih maju, lebih efektif, dan agresif mencari ilmu," tuturnya. (cr12)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved