Human Interest Story

Sambil Menangis Penipu Telepon Korban Minta Transfer Uang

Orang tersebut kata Febri, berpura-pura menangis tersedu-sedu dan mengaku jika sedang mengalami kecelakaan lalulintas.

Sambil Menangis Penipu Telepon Korban Minta Transfer Uang
ISTIMEWA
Penipuan uang 

WARGA Kota Lahat belakangan ini kembali dibuat resah terkait adanya orang tak dikenal (OTD) menghubungi nomor handphone (HP) dan ingin meminta pulsa. Pelaku berpura pura orang dekat dengan penerima telepon dan meminta pertolongan. Selain minta pulsa ada juga pelaku yang meminta sejumlah uang dengan cara ditransfer.

Seperti yang dialami Febri (28) warga Kota Lahat. Menurutnya, dia mendapat telepon dari seseorang yang tidak dikenalnya. Orang tersebut kata Febri, berpura-pura menangis tersedu-sedu dan mengaku jika sedang mengalami kecelakaan lalulintas. Namun, kata Febri saat dia bertanya siapa nama penelpon itu dan dimana kejadiannya, orang tak dikenal itu tidak mau menjawab dan terus mendesak sambil menangis minta ditransfer uang.

"Kata OTD tersebut dia menabrak seseorang di jalan raya dan orang tersebut meninggal. Lantas dia minta bantu ditransfer sejumlah uang. Dia berpura-pura kenal. Tapi saya sadar kalau itu penipuan. Terlebih saat diacuhkan permintaannya, orang tersebut seketika tidak menangis lagi, sebaliknya dia marah-marah," cerita Febri, Selasa (01/10/2019).

Hal yang sama dialami Arif (37) warga Kota Lahat. Baru-baru ini dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku mengenalnya. Meminta pertolongan mengisikan pulsa agar si penelpon (pelaku,Red) bisa selamat dari seseorang yang sedang menekannya. Gara-gara pelaku menemukan sebuah dompet, di sebuah kios pengisian BBM.

Pelaku terus menelepon dan mengajak bicara, sambil berjanji setelah dibebaskan akan langsung menemuinya untuk mengembalikan uang tersebut. Karena pelaku terus menelepon, dia pun lantas mengisikan pelaku pulsa. Aksi pelaku rupanya tidak terhenti, kali ini pelaku minta ditransfer uang agar dirinya tidak diamuk masa.

"Awalnya karena kasihan, karena orang itu mengaku mengenal saya. Setelah uang tertrasnfer Rp 1 juta, saya baru sadar sudah jadi korban penipuan," sesalnya.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIk melalui Paur Humas, Aiptu Lispono menuturkan, ini modus penipuan lama. Pelaku melakukan telepon secara acak, lalu memancing calon korban menyebutkan namanya. Pelaku lantas melancarkan aksinya sampai calon korbannya terbujuk. "Kita himbau masyarakat bisa lebih pintar, jangan mudah terlena dengan seseorang yang tidak dikenal. Apalagi sampai mau meminjam uang," tutur Lispono. (cr22)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved