Human Interest Story

Mengintip Warga Ulak Pandan Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ramai-ramai Bersihkan Makam

Untuk menumbuhkan rasa patriotisme cinta terhadap daerah dan negara dengan cara beramai-ramai ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa

Mengintip Warga Ulak Pandan Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ramai-ramai Bersihkan Makam
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ratusan warga Desa Ulak Pandan, Merapi Barat, Lahat saat berkumpul di TPU sebelum bergotong royong membersihkan makam umum dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila. 

TANGGAL 1 OKtober adalah bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila, dimana pada beberapa tahun lalu satu hari sebelumnya telah terjadi tragedi G-30S-PKI yang terkenal. Dan syukur, negara kita tercinta Indonesia selamat dari upaya pemusnahan tersebut. Kini hampir semua instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan menggelar upacara bendera. Disisi lain, ada yang berbeda cara warga di Desa Ulak Pandan (Ulpa) Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2019). Ratusan warga, justru bersama-sama membersihkan Lokasi Pemakaman Umum.

Selain kembali mengenang jasa para pahlawan, untuk menumbuhkan rasa patriotisme cinta terhadap daerah dan negara dengan cara beramai-ramai ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa. Mereka juga melaksanakan gotong royong. Tak hanya itu, ratusan warga yang datang juga bersama dengan seluruh unsur Pemerintah Desa, BPD, LPM, Lembaga Adat dan Karang Taruna desa bersepakat menolak keras Blasting (Peledakan Eksploitasi Pertambangan) di wilayah Desa Ulak Pandan. Kemudian, melarang adanya galian atau pengambilan batu (golongan C) yang menggunakan alat berat di wilayah desa.

"Selain jadi momentum kita untuk merajut persatuan, kekompakkan dan silaturahmi antata kita. Momen peringatan kesaktian pancasila juga kita jadi penguatan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dari kerusakan seperti halnya blasting. Apalagi, di wilayah Merapi Barat terdapat banyak tambang batubara dan galian C," tegas Ketua BPD Desa Ulpa, Ahmad Tarmizi Arsal, Selasa (1/10).

Senada ketua LPM Desa Ulak Pandan, Salman menuturkan budaya gotong royong, musyawarah mupakat hatus terus dilestarikan dan itu juga menjadi benteng bagi masyarakat dalam merawat NKRI sehingga tidak mudah dipecah belah oleh orang orang yang ingin merusak persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Ditambahkanya, tepat di hari peringatan kesaktian pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur.

"Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila," ujarnya. (cr22)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved