24 Sekolah Diajak Demo
Tak hanya dari pelajar Palembang yang diamankan, bahkan ada belasan pelajar dari OKI dan juga Banyuasin yang ikut diamankan.
PALEMBANG, SRIPO -- Lebih dari 50 pelajar SMA dan SMK diamankan aparat kepolisian. Diduga, rombongan pelajar ini ini melakukan aksi demo tetapi tidak jelas tujuannya. Ini terlihat, dari tulisan di kertas putih yang dibawa salah seorang pelajar. Para pelajar ini, diamankan dan langsung di data mengenai tujuan mereka akan melaksanakan aksi.
Para pelajar ini, diamankan akan berkumpul untuk melakukan aksi demo. Mereka konvoi dengan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Polisi yang mendapat laporan, langsung bergerak dan mengamankan mereka di depan pos Lalu Lintas Air Mancur Palembang.
Tak hanya dari pelajar Palembang yang diamankan, bahkan ada belasan pelajar dari OKI dan juga Banyuasin yang ikut diamankan karena akan melakukan aksi. Bahkan, satu pelajar dari Banyuasin yang diamankan berencana akan melakukan pengerusakan terhadap pos polisi.
"Tadi kami berangkat orang tujuh, teman aku enam orang sudah pulang. Aku ketinggalan dan bingung mau pulang karena tidak tahu jalan. Tadi kami berencana akan merusak pos polisi, tetapi tidak jadi," ujar pelajar tersebut saat diamankan di bundaran air mancur Palembang, Kamis (16/9).
Sejumlah pelajar terus diamankan pihak kepolisian dari berbagai tempat yang ada di Palembang. Mereka diketahui berkumpul dibeberapa titik, polisi yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan pengamanan.
Para pelajar yang masih mengenakan baju sekolah ini, diamankan diduga akan melakukan aksi demo. Namun, belum jelas aksi demo apa yang akan dilaksanakan.
Dari spanduk yang ditemukan ada tulisan "Pelajar butuh keadilan pikirkan rakyat kecil Indonesia". Itulah tulisan yang ditemukan di salah seorang pelajar.
Dari seorang pelajar yang diamankan berinisial PT (15) mengakui bila ia mendapat ajakan melalu Facebook bila akan ada aksi demo.
"Tidak tahu apa tujuannya. Di Facebook itu, pelajar demo. Ada sekitar 24 sekolah yang diajak demo," ujarnya saat diamankan di pos Lantas Air Mancur.
Begitu pula dengan pelajar berinisial KK (15), mengaku bila dirinya diajak teman untuk berkumpul di Kambang Iwak.
"Katanya mau demo. Tetapi tidak tahu demo apa, aku ikut-ikut saja," katanya.
Mengetahui banyaknya pelajar di Kota Palembang yang diamankan pihak kepolisian diduga karena akan melakukan aksi demo, membuat Kadisdik Sumsel Widodo mendatangi lokasi dimana tempat para pelajar diamankan.
Menurut Kadisdik, dirinya sudah mendapatkan informasi bila tersebar melalui sosmed ada ajakan untuk melakukan aksi demo seperti yang dilakukan di Jakarta.
"Tahu ada informasi itu, maka langsung secara lisan kemarin saya sampaikan kepada seluruh kepala sekolah. Pagi ini, saya himbauan lagi kepada seluruh kepala sekolah. Tetapi ternyata masih terjadi seperti ini," katanya
Lanjut Widodo, dirinya tidak menyangkan masih ada pelajar yang terpancing ajakan untuk melakukan aksi. Maka dar itu, ia meminta seluruh kepala sekolah untuk datang di lokasi dimana para pelajar yang diamankan.
Sehingga, para kepala sekolah juga bisa ikut mendata pelajarnya yang terjaring pihak kepolisian. Nantinya, bisa diketahui apakah para pelajar ini sengaja bolos atau memang sudah pulang tetapi tidak langsung pulang ke rumah dan malah ikut akan melakukan aksi demo.
"Saya akan cek lagi ke kepala sekolah kepala sekolah, apakah sudah diberitahukan atau tidak. Selain itu, mengambil langkah apakah nantinya akan dikenakan saksi baik kepala sekolah maupun pelajarnya," jelas Widodo.
Widodo menjelaskan, para pelajar yang diamankan ini diduga ikut-ikutan karena ajakan dari sosmed. Padahal, mereka belum waktunya untuk ikut menyuarakan aspirasi rakyat.
"Belum waktunya, sekolah yang pintar. Nanti, kalau sudah mahasiswa baru. Jangan ikut-ikutan seperti di Jakarta," himbau Widodo.
Polresta Palembang yang sudah mengetahui bila ada ada pelajar yang akan melakukan aksi demo. Dari situ, pihaknya, langsung bergerak secara mobile ke titik-titik yang menjadi tempat berkumpul para pelajar.
Menurut Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah, para pelajar ini diamankan karena khawatir para pelajar ini terprovokasi untuk melakukan pengerusakan dan hal lainnya yang dapat melanggar hukum.
"Yang diamankan ada dari SMK SMA, bahkan ada juga yang datang dari OKI," ujarnya.
Para pelajar ini melakukan aksi untuk bila ada informasi untuk demo menolak revisi UU KUHP dan UU KPK.
"Kami mengajak kepala sekolah masing-masing untuk menjemput dan dilakukan pembinaan dan untuk dikembalikan ke orangtua. Kami menghimbau kepada pihak sekolah, untuk tidak lagi membiarkan anak muridnya berkeliaran. Apalagi terprovokasi melakukan pengerusakan dan menolak revisi UU dan sebagainya. Sekarang, kewajibannya sekolah bukan untuk yang lain," pungkas Didi.
Para pelajar yang sudah di data dan beri peringatan, langsung dikumpulkan berdasarkan sekolah masing-masing. Dari pihak sekolah yang datang, juga diminta dari Kepolisian untuk mendata anak didik mereka. Setelah di data, nantinya baru diperbolehkan pulang dengan pengawasan dari pihak sekolah. (ard/mg1/diw)