Berita Palembang

Kapolda Sumsel: Unjukrasa Pelajar di Sumsel tak Ada Kaitan dengan Jakarta, Jangan buat Berita Bohong

Kapolda Sumsel: Unjukrasa Pelajar di Sumsel tak Ada Kaitan dengan Jakarta, Jangan buat Berita Bohong!

Kapolda Sumsel: Unjukrasa Pelajar di Sumsel tak Ada Kaitan dengan Jakarta, Jangan buat Berita Bohong
TRIBUN SUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, salah satu calon kuat untuk menjadi pimpinan KPK. Kapolda Sumsel: Unjukrasa Pelajar di Sumsel tak Ada Kaitan dengan Jakarta, Jangan buat Berita Bohong 

Kapolda Sumsel: Unjukrasa Pelajar di Sumsel tak Ada Kaitan dengan Jakarta, Jangan buat Berita Bohong!

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gelombang massa yang menggelar aksi terkait penolakan pengesahaan RUU KUHP, RUU KPK, RUU Ketenagakerjaan, pengesahan UU PKS menjadi trending topik beberapa waktu terakhir.

Namun Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri menyebutkan penyampaian pendapat dimuka umum memang memiliki payung hukumnya sebagaimana Undang-Undang No/9 tahun 1998 tetapi tentu penyampaiannya harus menghormati hak azazi orang lain seketika melakukan sesuatu tanpa mengikuti prosedur undang-undang tentu akan ada hak azazi orang yang dilanggar.

"Penyampaian pendapat sah-sah saja, tidak ada larangan. Larangan itu baru apabila melakukan pelanggaran terhadap hak azazi orang lain seperti memaksakan kehendak atau melakukan kekerasan itu yang tidak diperbolehkan," ujarnya.

Kapolda memastikan gelombang aksi unjuk rasa yang digawangi anak-anak sekolah di Sumsel tidak ada kaitannya dengan aksi-aksi seperti di Jakarta.

Ratusan Pelajar di Sumsel Ditangkap Polisi, Ini Instruksi Kadis Pendidikan kepada Kepala Sekolah

Sejumlah Pelajar yang Ditangkap karena Diduga Berbuat Rusuh di Palembang Kedapatan Membawa Sajam

Remaja 14 Tahun di Kikim Lahat Ini Digauli Mantan Marbot Berusia 55 Tahun Hingga Hamil Enam Bulan

"Tidak ada itu aksi, kalaupun ada lebih kepada ungkapan kebahagian Atas prestasi belajar tidak ada kaitannya dengan di Jakarta," kata Irjen Pol Firli Bahuri.

Di sisi lain, Irjen Pol Firli Bahuri tidak memahami kenapa hingga saat ini masih ada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks dan membuat suasana Indonesia menjadi tidak nyaman.

Contoh dikatakan ada mahasiswa yang patah kaki hingga meninggal dunia saat aksi demo. Padahal itu tidak ada.

"Tapi itulah sebagian orang yang suka membuat berita bohong dan menyesatkan.

Para mahasiswa mendengarkan penjelasan Didi Hayamansyah, Kapolresta Kota Palembang, pasca terjadi bentrok dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumsel, Selasa (24/9/2019).
Para mahasiswa mendengarkan penjelasan Didi Hayamansyah, Kapolresta Kota Palembang, pasca terjadi bentrok dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumsel, Selasa (24/9/2019). (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

Kalau tidak tahu sumbernya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka jangan sekali-kali membuat berita bohong itu," ujarnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau agar semua elemen masyarakat dapat menyampaikan keinginan atau pendapat secara baik agar menghormati hukum dan menegakkan hak azazi.

"Saya kira Sumsel khususnya Kota Palembang sampai hari ini aman dan tidak aksi apapun. Palembang ini sebagai daerah kita yang harus dijaga sendiri," ujarnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved