Cerita Lengkap Asmara Prada DP Pelaku Pembunuh & Mutilasi Vera Oktaria, Muncul Wanita Bernama Serli

Cerita Lengkap Asmara Prada DP Pelaku Pembunuh & Mutilasi Vera Oktaria, Muncul Wanita Bernama Serli

Tribun Sumsel
Seorang teman Vera Oktaria menunjukkan foto Prada DP dan Vera Oktaria saat foto bersama. 

DP terlihat posesif, terlalu cinta dan cemburuan dengan Vera.

"Vera pernah cerita dengan saya, dirinya tidak mau lagi dengan DP, tetapi DP terus memaksanya. Ini karena DP sering kasar dan main tangan," katanya.

Aksi kekerasan yang dialami Vera pun, sambung Suhartini, sering terjadi di rumahnya.

"Nah ketika anak saya cerita, saya bilang kepadanya mengapa saat itu dia (Vera-red) tidak berteriak atau menjerit. Tidak bisa mak, jujur di rumah kita ini Vera merasa aman," katanya.

Sementara itu dari keterangan kakak perempuan alm Vera Oktaria mengatakan pada saat rabu ketika Vera masuk kerja shift siang dan pulang malam.

Ia sempat menelphone HP adiknya itu namun tidak aktif lagi dan keesokan paginya Ia beserta keluarganya langsung menuju kerumah DP untuk mempertanyakan keberedaan Vera. Namun tak dapat jawaban yang diharapkan.

"Semenjak rabu saat Vera tidak ada kabar keesokkan paginya kami langsung kerumah DP dan menyakakan Vera. Yang ada kami cuma mendapatkan jawaban dari neneknya DP bahwa 3 hari yang lalu DP juga pergi dari pendidikan dan juga tidak tau keberadaannya,"ujar Kakak Perempuan Vera.

Dibunuh oleh sang pacar, Prada DP

Foto Prada DP Sebagai DPO
Foto Prada DP Sebagai DPO (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA, HANDOUT)

Menurut Polda Sumsel, Prada DP diduga sebagai tersangka karena polisi sudah mendapatkan kejelasan siapa korban melalui pemeriksaan sidik jarinya.

"Dan sudah dilakukan pemeriksaan pada saksi keluarga dan dari sini polisi mendapatkan juga sidik jari pacar Vera Oktaria, yakni Prada DP," ungkapnya.

Alamat rumah Prada DP ternyata tidak jauh dari rumah Vera Oktaria di Plaju.

Namun setelah sempat kabur, akhirnya pada Kamis (13/6/2019) lalu Prada DP ditangkap di padepokan Monghiang Serang Banten.

Prada DP Punya Wanita Idaman Lain Bernama Serli

Serli Marlita, perempuan mengaku pernah berpacaran dengan Prada DP sejak kelas 1 SMA.

"Saya sudah berpacaran dengan Deri (Prada DP) sejak SMA kelas 1 tapi hilangan begitu saja tanpa ada kata putus. Lalu Deri DM lewat instagram minta no HP dan video call. Terus jemput ngajak ke kosannya,'ujar Serli saat memberikan keterangan dalam persidangan.

 UPDATE Kronologi dan Fakta Siswi SMK di Medan Ditemukan Tewas, Kondisi Tanpa Busana!

 Cara Menghemat Air Leding di Rumah agar Tagihan PAM tak Membengkak Saat Musim Kemarau

 Usai Keroyok Penjaga Malam Pasar Mambo Lubuklinggau hingga Tewas, Kakak Adik Ini Sembunyi di Kebun

Serli mengatakan bahwa niat Deri menjemputnya karena Prada DP ingin curhat dengan dirinya.

Serli mengatakan saat bercerita ekpresinya gelisah dan mengatakan bahwa dirinya bermasalah di pusat pendidikan Baturaja.

Dengan mata yang berkaca-kaca Serli mengatakan pernah menginap di kosan terdakwa

"Yang saya tahu Deri (Prada DP) kost disana selama 4 hari dan pernah menginap tapi saat itu dalam kondisi tidak sadar tiba-tiba terbangun jam 3 sendirian di kosan deri tanpa ada deri. Saya di kunci dari luar tak bisa keluar sampai-sampai saya teriak minta dengan kosan tetangga,"katanya

Kemudian ada tetangga yang menolong. Dirinya tak tau dimana keberadaan dan HP miliknya dibawa lari.

 Video: Saksi Wanita Bernama Serli Hadir di Persidangan untuk Beri Keterangan dan Mengenal Prada DP

 

Dengan menggunakan pakaian putik bercorak hitam dan celana hitam Imelda berikan kesaksiannya di Persidangan Militer I-04, Selasa (6/8/2019)
Dengan menggunakan pakaian putik bercorak hitam dan celana hitam Imelda berikan kesaksiannya di Persidangan Militer I-04, Selasa (6/8/2019) (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

Selanjutnya Imelda saksi ke-7 yang hadir di Persidangan Militer I-04 memberikan kesaksian dalam persidangan. Ternyata meninggalnya Vera Oktaria dengan cara dibekap bukanlah hal yang pertama, bahkan pada saat masih berhubungan terdakwa prada DP masih melakukannya.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (6/8/2019) hadir dengan menggunakan pakaian Putih bercorak hitam dan celana hitam Imelda memberikan keterangan kepada Oditur.

Imelda mengatakan bahwa mengenal keduanya karena rumahnya dekat dengan korban Vera Oktaria.

"Saya tau mereka berdua pacaran karena Vera dekat dengan saya. Waktu itu hubungan mereka putus nyambung. Bahkan waktu itu mereka sempat bertengkar di rumah Vera. Dan ada teriakan minta tolong,"ujar Imelda saat memberikan kesaksian.

Mendengar suara tersebut sontak dirinya langsung ke sumber suara dan melihat ternyata Prada DP membekap Vera dengan posisi Deri di atas tubuh Alm Vera di atas kasur tepatnya di ruangan tengah rumah Alm Vera.

Melihat ada yang datang Deri pun melepasan bekapan lalu terdakwa pergi dari rumah Vera. Sementara itu, Terdakwa Prada DP bertanya kepada saksi atas hal itu

"Darimana mana kamu hal itu terjadi. Setahu saya pada saat itu kamu baru datang dengan ibu korban,"kata Deri

Lalu Imelda menjawab 'Memang bener seperti itu,"jawabnya.

yang menjadi bahan pembicaraan pada saat sidang pertama masuk dalam persidangan untuk memberikan kesaksian ke-8 pada sidang terdakwa Prada DP di Peradilan Militer I-04.

Biaya Sekolah Prada DP Dibayari Vera Oktaria

Tak hanya mengakui hubungannya dengan Prada DP, Serli juga mengungkap fakta mencengangkan.

Pasalnya, biaya sekolah DP dibayari oleh kekasihnya yang dibunuh dan dimutilasi itu.

Di hadapan Serli, Prada DP menyebut jika korban, Vera Oktaria, membuatnya kecewa.

Berdasarkan cerita yang didengar Serli, Prada DP kecewa karena korban tak kunjung mau datang ke rumah untuk dikenalkan ke orangtua terdakwa.

"Dia cerita dengan saya, Fera itu yang biayai sekolahnya si DP. Hp yang dipakai Fera itu dari dia, Fera kan sering di rumah. DP sering ke rumah Fera bawa makanan, tapi Fera tidak pernah mau kalau diajak ke rumah DP," jelas saksi.

Serli pun mengatakan bahwa Prada DP mengaku sudah putus hubungan dengan Vera Oktaria.

"Saya sudah putus, saya sudah kesal," ucap Serli menirukan kata-kata Prada DP waktu itu.

Jelang Putusan Sidang Vonis Prada DP, Suhartini Ibu Vera Oktaria Lakukan Hal Ini untuk Melepas Rindu

Mulutnya masih bergetar, matanya masih nanar, saat nama sang anak disebut-sebut lagi.

 Dia adalah Yulisari Suhartini, ibu dari Vera Oktaria, gadis muda yang telah meninggal dengan cara yang sadis ditangan kekasihnya sendiri yakni Prada DP.

Tepatnya 10 Mei 2019 yang lalu, Gadis muda dengan rambut panjang dan memiliki warna kulit putih ini, meninggal dunia setelah dimutilasi oleh kekasihnya, Prada DP.

Mengingat hal itu saja, membuat Suhartini panggilan sehari-harinya, tertunduk lesu dengan mata sayu namun masih menyimpan amarah.

Empat bulan telah berlalu, dari hari kematian sang anak, namun hati Suhatrini masih selalu bergetar saat mendengar nama Vera di sebut.

Ia menahan rindu yang dalam untuk sosok anaknya yang tak akan pernah bisa ia lihat dan sentuh lagi.

Beberapa kali Suhartini menitikan air mata, saat menceritakan tentang sosok anak bungsunya, Vera Oktaria.

Ibu almarhumah Vera Oktaria, Suhartini memaki Prada DP, terdakwa pembunuh anaknya, yang akan memasuki mobil tahanan di Pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (29/8/2019).
Ibu almarhumah Vera Oktaria, Suhartini memaki Prada DP, terdakwa pembunuh anaknya, yang akan memasuki mobil tahanan di Pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (29/8/2019). (TRIBUN SUMSEL/Shintadwi anggraini)

 Prada DP Dimaki-maki Keluarga Vera Oktaria, Prada DP Bantah Lakukan Pembunuhan Berencana

 Sidang Duplik Ungkap Alasan Prada DP Benturkan Kepala Vera dan Lari Takut dari Pendidikan Kopassus

 Emosi! Ibu Vera Oktaria Memaki-maki Prada DP, Kau Bunuh Anak Aku. Lemak Nian Kau. Aku Idak Ikhlas

Menurutnya, Vera adalah sosok pendiam namun dekat dengan seluruh anggota keluarga.

Gadis berambut panjang, dengan warna kulit putih ini merupakan sosok anak bungsu yang manja kepada ibunya.

"Apa-apa emak... sedikit-dikit emak...," ucap Suhartini yang menggambarkan sosok manja Vera Oktaria.

Kini tiada lagi sosok itu, Vera telah berada disisi Tuhan.

Ibu Vera Oktaria menyambut baik atas tertangkapnya tersangka Prada DP oleh Denpom II/Swj, Jum'at (14/6/2019).
Ibu Vera Oktaria menyambut baik atas tertangkapnya tersangka Prada DP oleh Denpom II/Swj, Jum'at (14/6/2019). (TRIBUN SUMSEL/NANDO)

 Nenek dan Ibu Vera Oktaria tak Rela Prada DP Hanya Dihukum Seumur Hidup dan Diberhentikan dari TNI

 Prada DP Menangis di Sidang Pledoi, Emosi Saya Memuncak Waktu Dengar Dia Ngaku Hamil,Saya Menyesal

 Tangis Prada DP Pecah, Ngaku Keberatan dengan Keterangan 6 Saksi: Tidak Mungkin Saya Memukul Cewek

 Sepotong Baju Pelepas Rindu

Selepas kepergian Vera, Suhartini masih menyimpan rapi kenangan-kenangan manis bersama anak perempuan bungsunya itu.

"Tidak ada yang terlupa, hanya doa yang bisa saya terus bacakan untuk sang anak tercint," ucap Suhartini.

Selain berdoa, suhartini memiliki cara sendiri untuk melepas kerinduan yang mendalam pada Vera.

Dengan sepotong baju yang sempat Vera kenakan sebelum kepergiannya.

 Ibu Vera Oktaria Marah Lihat Prada DP, Minta Hukuman Mati: Kau Fitnah Anakku Lalu Kau Bunuh Dia

 Keluarga Korban Vera Oktaria tak Puas, Minta Keluarga Prada DP Diusut karena Diduga Terlibat!

 Prada DP Dianggap Posesif dan Pernah Bekap Vera Oktaria Berikut Fakta yang Diungkap Oditur Militer

Prada Deri Pramana, terdakwa kasus mutilasi Vera Oktaria, menangis saat mendengarkan saksi keempat, kakaknya almarhum Vera pada sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua Letkol CHK M Khazim di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/8/2019). Sidang pertama ini selain terdakwa dihadirkan juga 7 saksi.
Prada Deri Pramana, terdakwa kasus mutilasi Vera Oktaria, menangis saat mendengarkan saksi keempat, kakaknya almarhum Vera pada sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua Letkol CHK M Khazim di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/8/2019). Sidang pertama ini selain terdakwa dihadirkan juga 7 saksi. (sriwijaya post/syahrul hidayat)

Aroma tubuh Vera masih ada pada baju tersebut dan Suhartini tidak tega mencuci baju tersebut agar aroma dari sang anak tetap melekat

Hal itulah yang mampu meredam sedikit rasa rindunya seorang ibu kepada putrinya yang telah tiada. 

Empat bulan berlalu, aroma itupun mulai menghilang, Suhartini hanya bisa berserah kepada kuasa sang Tuhan.

"Saya sudah Iklhas.. Hanya saja masih selalu merindukannya,"ucap Suhartini dengan raut wajah sedih.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved