Skenario Penyusup Rusuh, 15 Orang Berpakaian dan Bermasker Hitam
Beberapa mahasiswa di lapangan membenarkan dugaan adanya oknum penyusup sebagai provokator kericuhan.
PALEMBANG, SRIPO -- Diduga ada penyusup aksi ribuan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Palembang berakhir ricuh hingga lemparan batu konblok melayang jelang pengambilan sumpah dan jabatan 75 anggota DPRD Sumsel di depan gerbang Kantor DPRD Sumsel, Selasa (24/9). Kelompok penyusup ini mengenakan pakaian serba hitam dan mengenakan masker. Warnanya pun juga hitam.
Kapolresta Palembang Didi Hayamansyah menyesalkan aksi demonstrasi mahasiswa di depan gerbang DPRD Sumsel yang sempat ricuh diduga bukan dari mahasiswa yang mengikuti demo tapi ada provokasi yang mencoba membuat rusuh.
"Tadi teman kalian ada yang melapor bahwasannya ada oknum sekitar sepuluh hingga lima belas orang yang mencoba merusak aksi demo dan mereka tidak menggunakan almamater dan diduga bukan mahasiswa. Silah tarik ke depan biar kami selidiki," ujar Didi Hayamansyah.
Beberapa mahasiswa di lapangan membenarkan dugaan adanya oknum penyusup sebagai provokator kericuham berpakaian hitam-hitam dan pakai masker hitam.
"Mereka sebelum aksi sempat menyerobot masuk ke barisan tengah sambil membawa batu. Lalu salah satu dari mereka arahkan batu tersebut ke petugas sehingga terjadilah bentok," katanya.
Setelah bentrok, para mahasiswa yang masih berada di jalanan POM IX menyesalkan petugas melakukan tindakan refresif.
"Kita sudah coba melakukan aksi damai. Aman-aman saja. Kenapa kami ditembaki. Itu yang memicu juga provokator. Kami pastikan dia bukan teman kami," katanya.
Kericuhan dipicu karena mahasiswa yang menamakan Aliansi Mahasiswa Melawan ini mencoba memaksa masuk ke halaman DPRD Sumsel. Karena mahasiswa memaksa masuk akhirnya aparat melakukan tindakan refresif. Para mahasiswa dipukul mundur oleh aparat polisi.
Mahasiswa membalas tindakan aparat tersebut dengan melempari para aparat dengan batu bongkahan konblok, dan botol minuman.
Melihat mulai ricuh terjadi lemparan-lemparan, aparat kemudian menyemprot air dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi mahasiswa tersebut. Pagar gerbang DPRD Sumsel pun dibuka, untuk mengerahkan bantuan aparat PHH (Pengendalian Huru Hara) yang mengenakan tameng dan tongkat serta menambahkan mobil water canon.
Ratusan mahasiswa meringis kesakitan menaham pedih terkena gas air mata. Beberapa mahasiswa berusaha mencari air untuk membersihkan perih yang dirasakan.
Beberapa mahasiswa terlihat terluka dan diamankan oleh polisi. Darah tampak mengucur deras dari kepala mahasiswa yang terluka tersebut.
Apes pedagang minuman es gerobaknya beserta termos terjatuh di aspal di Simpang Lima DPRD Sumsel terkena dampak kepanikan massa yang terkocar-kacir saat kericuhan terjadi.
Ribuan mahasiswa melakukan long march ada yang dari Kampus UMP, ada yang dari Kambang Iwak Jalan Tasik, Palembang menuju Gedung DPRD Sumatera Selatan di Jalan Pom IX.
Juru Bicara Sumsel Melawan Jabbar Kala Lanang mengatakan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliasi BEM Sumatera Selatan akan sama-sama turun ke jalan serta membuka mimbar bebas menolak sejumlah rancangan undang-undang atau RUU yang dinilai akan mengancam demokrasi dan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan.
Aksi tersebut merupakan bagian dari seruan Aliansi BEM Indonesia yang diselenggarakan serentak di beberapa daerah yang diselenggarakan pada 23-24 September.
Sejumlah RUU yang akan ditolak diantaranya RKUHP, UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), RUU Sumber Daya Alam (SDA) serta RUU Pertanahan. Mereka pun menuntut pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis di berbagai sektor.
“RUU SDA yang tidak berpihak pada rakyat, hingga agenda reforma agraria dan penyelesaian kasus HAM yang tak kunjung dituntaskan. Serta asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sampai saat ini menyesakkan napas belum juga diselesaikan,” ujarnya.
Koordinator Aksi Unjuk Rasa Rudianto Widodo yang juga Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Raden Fatah membenarkan agenda aksi demo ini terkait RKUHP, UU KPK, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, kriminalisasi aktivis di berbagai sektor, dan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan.
"RKUHP hari ini menjadi isu nasional, dianggap masyarakat ini ngawur. Kita semua juga secara masyarakat awam ini dari kasat mata saja RKUHP itu sudah tidak masuk akal. Makanya kita hari ini sekitar 4.000 massa mau hadir ke sini untuk meminta kepada pemerintah, DPR, agar merivisi kembali, mengkaji kembali RKUHP," kata Rudianto Widodo.
Aksi damai yang dilakukan puluhan ribu mahasiswa berujung ricuh dan membuat petugas kepolisian harus menembakan water canon dan gas air mata sehingga membuat mata para mahasiswa ini memerah.
Aksi ini dipusatkan di Jalan POM IX atau di depan gedung DPRD Sumsel ini tiba-tiba ricuh dan membuat para mahasiswa ada yang terluka hingga berdarah-darah.
Bahkan ada yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit, seperti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Bina Darma, Universitas PGRI Palembang seperti yang diinfokan oleh Warek III UMP Mukhtarudin Muhiri.
"Banyak ini yang dibawa dan masuk rumah sakit, ada yang kena injek dan sesak nafas. Kalau yang terpantau oleh saya, di RS Muhammadiyah Palembang ada satu mahasiswa UMP, di UGD RS AK Gani Palembang ada mahasiswa UMP juga tapi gak hanya ada UMP saja namun dari UIN RF juga ada," jelasnya.
Selain di rumah sakit AK Gani dan RS Muhammadiyah Palembang ada pula mahasiswa dari UMP da mahasiswa dari Universitas lain yang dirawat di RS RK Charitas Palembang.
"Dan terkait mahasiswa kami (UMP) yang masuk rumah sakit, semua saya bantu (biaya pribadi) karena kasihan lihat mereka ini," katanya.
"Ini inisiatif pribadi saya aja, karena biayanya juga murah. Saya bertanggung jawab karena ini mahasiswa saya, jadi mereka ini kan diobati dengan pertolongan pertama seperti di RS AK Gani biayanya Rp 140 ribu dan saya bisa bantu, dan saya juga gak tega lihat mereka," ujarnya.
Tutup
Palembang Icon Mall yang berada persis di seberang kantor DPRD Sumsel di Jalan Pom IX mengehentikan sementara operasionalnya karena aksi mahasiswa turun ke jalan menuntut dibatalkannya undang-undang KPK berkahir ricuh.
Sejumlah mahasiswa pingsan akibat tembakan gas air mata dan lainnya bubar menyelamatan diri ke tempat aman terdekat. Salah satu tempat yang diserbu mahasiswa yakni Palembang Icon mall, Palembang Square dan Transmart.
Truli, Public Relation Palembang Icon mengatakan mall ditutup sementara waktu hingga menunggu waktu kondusif.
"Sehubungan dengan adanya demo mahasiswa di DPRD hari ini, ada beberapa mahasiswa yang masuk ke dalam mal karena ditembak gas air mata jadi operasional kita tutup sementara waktu sesuai arahan petugas keamanan dan akan kembali buka setalah situasi kondusif," ujarnya, Selasa (24/9/2019).
Meski banyak mahasiswa peserta aksi masuk mall namun sistuaI terkendali. Tidak ada akai penjarahan. Mahasiswa hanya berteduh dan istirahat karena di luar tengah hujan.
Aksi mahasiswa yang berorasi turun ke jalan menuntut dibatalkannya Revisi Undang-undang KPK berkahir ricuh membaut mahasiswa menyerbu tempat aman terdekat dari titik aksi di depan kantor DPRD Sumsel.
Tempat yang diserbu mahasiswa yakni mal. Salah satu mall yang mereka tempati untuk istirahat dan berteduh dari hujan yakni Transmart mall di Jalan Radial.
Ratusan mahasiswa ini duduk istirahat karena kelelahan berorasi juga sebagain lagi mendapat pertolongan dari sesama rekannya yang terkana tembakan gas air mata.
Dua mahasiswa dari Universitas Indo Global Mandiri yang pingsan dilarikan ke rumah sakit oleh dua ambulan.
Ramainya mahasiswa yang masuk mall membuat petugas keamanan siaga di sejumlah pintu masuk mall dan menutup pintu masuk utama belakang mall menuju parkir. Hanya pintu kecil yang bisa dilalui satu orang saja yang dibuka sebagai akses keluar masuk mall.
Sementara itu pintu utama mall bagian depan tetap dibuka tapi dijaga sejumlah petugas keamanan.
Lantai bawah atau basment transmart juga ditutup dengan mematikan eskalator juga memberi tanda larangan melintas.
Hingga kini operasional Transmart tetap beroperasi seperti biasa dan tidak tutup. Hanya saja beberapa tenant sengaja menutup tokonya seperti gerai makanan.
Setelah hujan berhenti mahasiswa ini berangsur membubarkan diri. Ada yang pulang, kembali ke kampus ada pula yang berkunjung ke rumah sakit menjenguk teman mereka yang terluka akibat orasi yang berakhir ricuh. (fiz/elm/ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/suasana-aksi-demo-mahasis-menolak-ruu-kpk-di-palembang.jpg)