Ribuan Mahasiswa Palembang Siap akan Kembali Kepung Gedung DPRD Sumsel, Jika Tuntutan tak Dipenuhi

Ribuan Mahasiswa Palembang Siap akan Kembali Kepung Gedung DPRD Sumsel, Jika Tuntutan tak Dipenuhi

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri Nikmatul Hakiki 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafis

Ribuan Mahasiswa Palembang Siap akan Kembali Kepung Gedung DPRD Sumsel, Jika Tuntutan tak Dipenuhi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasca telah disampaikan tuntutan mahasiswa yang melakukan aksi demo gabungan seluruh almamater perguruan tinggi di Palembang, Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri Nikmatul Hakiki maupun Presma UIN Raden Fatah Rudianto Widodo menyatakan bakal menagih janji Ketua DPRD Sumsel sementara Hj RA Anita Noeringhati SH MH untuk menyampaikan ke DPR RI.

"Kami belum ada rencana aksi lagi karena kami rasa sudah redam. Ketua DPRD Sumsel sementara Ibu Anita Noeringhati dan Wakilnya Pak Giri Ramanda telah menemui kita kemarin dan menandatangani pernyataan di atas materai.

Dan mereka berjanji akan meneruskan ke DPR RI. Ketika ini tidak ada perkembangan, kita mahasiswa akan kembali turun menggelar aksi. Kita akan pantau dengan mendatangi kantor DPRD Sumsel," ungkap Presma UIN Raden Fatah Rudianto Widodo, Rabu (25/9/2019).

Mahasiswa semester akhir (IX) Jurusan PAI UIN Raden Fatah mengatakan terkait korban yang jatuh sakit terdaftar 4 orang masuk rumah sakit.

BREAKING NEWS : {HOAX} Kabar Satu Mahasiswa Palembang Meninggal Dunia, Aksi Demo di DPRD Sumsel

Mahasiswanya Izin Bolos Kuliah Ikut Aksi Bela Bangsa, Balasan Menyentuh Dosen PTN Sumsel Ini Viral!

28 Mahasiswa Demo Harus Dapatkan Perawatan di RS Charitas Palembang

Dua Mahasiswa Diamankan dan Dibawa ke Polresta Palembang, Diduga Provokator Kericuhan Aksi Demo

 

"Di RS RK Charitas ada dua orang. Di RS AK Gani ada 1 orang, serta di RS Siloam Sriwijaya ada 1 orang. Semuanya sudah kembali pulang ke rumah. Tinggal Padri mahasiswa Fakultas Adab yang masih diopname di RS AK Gani terkena gas air mata yang seperti terhirup masuk mulut. Saya sendiri juga jadi korban, mengalami bengkak," kata Rudianto Widodo.

Rudianto Widodo juga menyesalkan adanya masa aksi yang sama-sama juga mengenakan almamater biru UIN Raden Fatah yang tidak satu koordinasi pada aksi ribuan mahasiswa kemarin sehingga menjadi salah satu pemicu.

"Itu dari UIN, Wawan. Tidak satu koordinasi, salah satu pemicu. Yang pasti awalnya sebanyak 3.000 massa aksi damai pagi itu sampai jam 12. Siangnya mau konsolidasi dengan rekan-rekan lainnya seperti HMI, UMP, dll. Nah ternyata ada provokator entah apakah dia juga mahasiswa atau bukan melemparkan batu ke arah petugas. Merasa diserang, petugas pun membalas.

Saya bersama Awan Presma Unsri, dan Presma PGRI Andi Leo yang tadinya di atas mobil komando terkepung ikut kena gebukan. Sambil berlari mengalami luka memar," kata Rudianto Widodo.

Ditembaki Gas Air Mata, Mahasiswa Demo di Palembang Ramai-ramai Masuk ke Picon Mall untuk Berlindung

Demo Mahasiswa Rusuh, Palembang Icon Tutup Gerai, Buka Setelah Keadaan Kondusif, tak Ada Penjarahan

Mahasiswa Demo di Palembang Ramai-ramai Masuk ke Picon Mall untuk Berlindung, Ditembaki Gas Air Mata

Hal senada disampaikan Presiden Mahasiswa Unsri Nikmatul Hakiki yang berharap DPRD Sumsel meneruskan sesuai poin tuntutan yang disampaikan pada aksi demo kemarin.

"Kami akan sering ke DPRD Sumsel untuk memfollow-up tuntutan mahasiswa. Karena itu tuntutan di nasional. Karena itu ditunda direvisi mana-mana yang bermasalah dengan melibatkan elemen masyarakat yang terkait. Untuk UU KPK harapannya agar dilakukan legislatif review oleh DPR," kata Nikmatul Hakiki.

Beberapa Mahasiswa UMP yang Terluka Dibantu Biaya Berobat oleh Wakil Rektor III, Alasannya Kasihan

BREAKING NEWS: Demo Ribuan Mahasiswa di DPRD Sumsel Ricuh, Mahasiswa Terluka

Video: Demo Ribuan Mahasiswa di DPRD Sumsel Ricuh, Mahasiswa Terluka

Pemuda yang akrab disapa Awan ini menyesalkan dan meminta klarifikasi ada kumpulan mahasiswa yang "spesial" diantar memakai mobil polisi.

"Untuk tragedi di lapangan apa ada kerugian dan keuntubgannya mereka aparat menggunakan kekerasan. Seharusnya tragedi ini disikapi dengan bijak. Aparat memukuli mahasiswa hibgga patah tangan. Sementara video Humas memposting seolah mereka menjaga mahasiswa aksi damai. Padahal kita merasakan sakit ada yang terluka. Ini kuranf solidaritas, mencederai," kata Awan.

Mahasiswa Semester IX FT Kimia Unsri mengapresiasi kesolidan para mahasiswa meski ada teman-teman 'dirasa mengkhianati'. Ia mengajak agar masalah tragedi pemukulan jangan membuat semangat jadi surut.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved