Human Interest Story

Keseruan Suku Anak Belajar Membatik

Untuk mengajarkan anak-anak Suku Anak Dalam membatik, Pemkab Muratara mendatangkan pelatih dari Kota Palembang.

Keseruan Suku Anak Belajar Membatik
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Anak-anak dari komunitas Suku Anak Dalam di asrama Dinas Sosial Kabupaten Muratara dilatih membatik, Senin (23/9/2019). 

PERHATIAN yang diberikan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terhadap anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) tidak hanya dibidang pendidikan, dengan cara mengasramakan mereka, tetapi juga dilatih semangat kewirausahaan, dalam hal ini kerajinan membatik.

Dari 116 anak SAD yang dimasukan ke dalam asrama, tahap awal ini baru 15 anak dan remaja yang diajarkan tata cara membatik, kain jumputan khas Palembang. Beragam motif dikenalkan, namun di kelas awal ini, anak-anak SAD diajarkan satu motif, yakni tujuh bintang.

"Kami melihat anak-anak (Suku Anak Dalam) antusias membatiknya, ada motivasi untuk belajar" kata Kepala Disperindagkop Muratara, Syamsu Anwar melalui Sekretaris, Heni Mardiana, Selasa (24/9).

Dikatakan, untuk mengajarkan anak-anak Suku Anak Dalam membatik, Pemkab Muratara mendatangkan pelatih dari Kota Palembang dengan nara sumber tim dari Galeri Wong Kito Kota Palembang.

Tujuan diadakannya kegiatan ini, kata Heni untuk meningkatkan kreatifitas dan keterampilan anak-anak Suku Anak Dalam. Kabid Perindustrian Disperindagkop Muratara, Fadhila menambahkan, kegiatan membatik ini juga diikuti oleh ibu-ibu dari kelompok membatik.

"Kita fokusnya melatih anak-anak Suku Anak Dalam, tapi ikut juga ibu-ibu dari kelompok membatik Desa Biaro," katanya.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini bisa memotivasi ibu-ibu lainnya untuk membangun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tujuannya tidak lain adalah untuk menghidupkan ekonomi kreatif, sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat.

"Harapan kita ekonomi di Muratara dapat meningkat, terutama ibu-ibu bisa membuat usaha rumahan dari keterampilan membatik ini," ujarnya.

Sementara dari pengamatan, memang awalnya anak-anak SAD ini kebingungan dengan cara membatik. Namun dengan penjelasan disertai contoh, maka perlahan namun pasti, peserta mulai paham dan mempraktikan cara mengikat kain untuk membentuk motif, hingga mencelupkannya ke cairan warga yang diinginkan. Setelah dikeringkan, mereka begitu gembira dan senang saat ikatan dibuka, ternyata sudah ada motif berbentuk tujuh bintang.

Pada prinsipnya Jumputan ialah teknik membuat pola dengan mengikat kain pada beberapa bagian yang sebelumnya dicelup pada zat warna. Untuk itu Jumputan banyak juga dikenal dengan teknik celup ikat. Secara prinsip teknik ini hampir sama dengan Teknik Batik. Ketika membatik, bagian yang tertutup oleh malam (lilin) waktu dicelupkan ke dalam bahan warna tidak akan terkena warna. Nah, sedangkan di proses jumputan, fungsi malam atau lilin diganti dengan ikatan tali pada kain sebelum dicelupkan, sehingga membuat jumputan menjadi lebih mudah dan murah jika dibandingkan dengan Batik.

Teknik celup ikat atau Jumputan ini sebenarnya dapat diterapkan pada kebanyakan kain, namun untuk membuat hasil yang Maksimal, maka Kain yang berbahan Katun, menjadi bahan yang terbaik untuk di aplikasikan pada teknik ini . Ada banyak cara yang dapat dikembangkan dari teknik celup ikat ini untuk mendapatkan efek hasil akhir yang berbeda-beda. Efek yang berbeda-beda ini dapat dicapai antara lain dengan perbedaan cara melipat kain dan mengikatnya. Semakin bervariasi cara melipat dan mengikat kain yang dibuat produk, semakin bervariasi pula efek pola yang dihasilkan.

"Saat ini kain jumputan sudah berkembang dengan sangat pesat, dan banyak dipakai oleh para desainer untuk diaplikasikan dalam karya-karya mereka. Kita bisa dengan mudah mendapatkan bahwa kain jumputan sudah dalam bentuk Baju Wanita atau Dress Busui Friendly, Gamis untuk Muslimah ber Hijab, celana jeans, kaos dan produk lain," kata salah satu nara sumber dari Galeri Wong Kito. (cr14)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved